Ditegur NASA, Elon Musk Kapok Hisap Ganja

Elon Musk Kapok

Telset.id, Jakarta – Badan penerbangan luar angkasa Amerika Serikat (NASA) memastikan jika Elon Musk tak akan mengulangi menghisap rokok ganja di tempat umum. Menurut Administrator NASA Jim Bridenstine, Elon Musk kapok hisap ganja, dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

“Kau tidak akan melihatnya lagi,” janji Jim Bridenstine.

Dilansir Telset.id dari CNET pada Jumat (30/11/2018), CEO SpaceX tersebut mengaku jika tindakannya menghisap rokok ganja dan meminum wiski selama penampilan di Joe Rogan’s Podcast, merupakan tindakan yang tidak pantas dan memalukan, apalagi ia adalah pimpinan dari SpaceX.

“Musk memiliki komitmen untuk keselamatan seperti siapa pun, dan dia memahami bahwa itu bukan perilaku yang pantas, dan Anda tidak akan melihatnya lagi,” ujar Jim.

Jim mengatakan, NASA meminta Musk untuk menghentikan aktifitasnya itu jika ia ingin membantu mengembangkan roket untuk menerbangkan astronot ke luar angkasa.

Seperti diketahui, SpaceX bersama Boeing terkait kontrak kerja sama dengan NASA bernilai miliaran dolar Amerika untuk peluncuran astronot ke International Space Station (ISS). Karenanya, NASA menilai tindakan Musk cukup memalukan untuk dilakukan.

“Saya akan mengatakan kepada Anda bahwa itu tidak membantu, dan itu tidak menginspirasi kepercayaan, dan para pemimpin organisasi ini perlu mengambil itu sebagai contoh dari apa yang harus dilakukan ketika Anda memimpin sebuah organisasi yang akan meluncurkan astronot Amerika,” kata Bridenstine.

NASA sendiri memang cukup ketat kepada SpaceX dan Boeing terkait alkohol dan narkoba. Bahkan dalam kontrak kerjasama senilai USD 6,8 miliar atau Rp 97,1 triliun kepada kedua perusahaan tersebut, NASA menyertakan syarat agar mereka tetap mempertahankan program tenaga kerja yang bebas narkoba dan alkohol.

Memang NASA adalah perusahaan yang mengutamakan keselamatan. Belajar dari kecelakaan pertama pada Apollo I yang menewaskan 3 astronot pada tahun 1967 lalu, dan bencana Space Shuttle yang menewastkan 14 orang, NASA berkomitmen agar peristiwa itu tidak terulang kembali.

“Setiap kecelakaan itu memiliki sejumlah komplikasi. Tentu saja, bagian teknologinya adalah bagian besar. [Tapi] pertanyaan lain yang selalu muncul adalah, apa budaya NASA?” tutur Bridenstine.

“Apakah itu budaya kontraktor kami, dan apakah ada orang-orang yang mengibarkan bendera merah yang tidak kami dengarkan, dan akhirnya budaya itu berkontribusi pada kegagalan dan, dalam kasus-kasus itu, menjadi bencana?” tutupnya. (NM/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here