Cara Warga London Hadapi Virus Corona, dari Kantong Plastik Sampai Bra

Virus Corona London

Telset.id, Jakarta – Warga London, Inggris memiliki cara unik untuk mencegah penularan Virus Corona. Mereka memakai masker anti radiasi nuklir hingga kantong plastik demi melindungi diri dari virus yang menyerang organ pernapasan tersebut.

Dilansir Telset.id dari World of Buzz pada Sabtu (07/03/2020), beragam cara unik tersebut diunggah oleh akun @Blayofficial pada Rabu (04/03/2020). Melalui Twitter, akun tersebut memposting foto warga london di transportasi publik.

Diantara warga yang ditemui, ada seseorang yang memakai masker anti radiasi nuklir sambil duduk di kereta. Sementara penumpang kereta lainnya menutup wajah dengan kain dan kacamata demi terhindar dari Virus Corona.

{Baca juga: Virus Corona Merebak, Polusi Udara di China Turun Drastis}

“Dan pada episode hari ini dari warga London yang berjuang melawan Coronavirus,” cuit @Blayofficial.

Tidak hanya masker, warga London juga melindungi diri mereka dengan menggunakan toples makanan. Akun @KashRenai memposting seorang perempuan yang menutup kepalanya dengan benda berbahan plastik tersebut demi berlindung dari Virus Corona.

Tidak hanya toples atau masker anti radiasi, seorang penumpang kereta lainnya juga ketahuan menutupi wajahnya dengan kantong plastik. Diposting oleh akun @shittytexter, terlihat seorang pria paruh baya sedang berdiri dengan kantong plastik putih yang menutupi kepalanya.

Terakhir ada yang memposting video seorang perempuan yang memakai bra sebagai pengganti masker. Prilaku tersebut sempat terekam dan diunggah oleh akun @KierjonJC di Twitter.

{Baca juga: Seorang Wanita Tularkan Virus Corona pada 37 Orang}

Virus Corona memang telah menyebar hingga ke London sejak Februari 2020. Pasien yang terinfeksi adalah seorang perempuan yang merupakan Warga Negara China. Saat ini Ia tersebut sedang menjalani perawatan di pusat perawatan medis Guy’s and St Thomas’ di London, Inggris. Hingga saat ini, Virus Corona telah menyebar di 91 negara, dengan korban 100 ribu orang terinfeksi dan 3.407 meninggal dunia. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here