Tips Visual Storytelling ala Joko Anwar, Buat Yang Hobi Bikin Film!

Tips Visual Storytelling Joko Anwar

Telset.id, Jakarta – Minat masyarakat Indonesia dalam menonton film masih sangat tinggi hingga sat ini. Survey menyebutkan, 59.1% minat menonton didominasi oleh generasi muda, yang kebanyakan merupakan pelajar dan mahasiswa.

Khususnya pada generasi muda, tingginya minat menonton film juga mendorong keinginan untuk belajar lebih dalam mengenai pembuatan konten layaknya film dengan memanfaatkan peralatan yang ada, salah satunya menggunakan smartphone.

{Baca Juga: Yuk, Belajar Bikin Film Lewat Galaxy Movie Studio}

Untuk memulai konten video layaknya sebuah film, para pembuat film perlu menguasai hal-hal mendasar dalam membuat film. Salah satu tips yang dibagikan oleh Joko Anwar adalah Visual Storytelling.

“Langkah awal seseorang ketika ingin membuat sebuah konten video berkualitas layaknya sebuah film ialah menguasai Director Treatment yang merupakan pedoman bagi sutradara dalam mendeskripsikan sebuah film. Ini terdiri dari camera movement, type of shot, angle camera serta story telling atau penyampaian cerita agar dapat mengkomunikasikan skenario dalam bentuk visual kepada semua kru yang terlibat,” ujar Joko Anwar dalam acara Offline Class Galaxy Movie Studio yang digelar Samsung di Central Park, Jakarta.

Menurut Joko Anwar, hal tersebut dapat diwujudkan melalui teknik visual storytelling yang berfokus pada berbagai macam tipe pengambilan gambar, pembelahan shoot yang baik serta pemilihan warna yang merupakan faktor-faktor dasar dalam pembuatan sebuah film.

Berikut adalah beberapa tips dan trik teknik Visual Storytelling yang dibagikan oleh Joko Anwar. Tips ini dijamin bisa mengasah kemampuan kita dalam menggarap video atau film menjadi lebih maksimal.

{Baca Juga: Joko Anwar Berbagi Ilmu di Samsung Galaxy Movie Studio}

  • Pahami skenario dan kuasai director treatment agar dapat mengkomunikasikan skenario dalam bentuk visual yang konkret kepada semua kru yang terlibat.
  • Jangan takut untuk bereksplorasi dan mencoba beragam angle camera dan camera movement untuk menemukan style atau gaya film kita sendiri.
  • Pahami kapan harus menggunakan blast shot (pembelahan shoot) agar memudahkan untuk membelah setiap adegan yang ada dan menyusunnya menjadi satu kesatuan yang utuh.
  • Gunakan fitur-fitur pada smartphone untuk menciptakan efek dramatis. Be creative!
  • Dalam proses editing dan menentukan feel, tone, pemilihan warna dan elemen-elemen lainnya, jangan cepat puas. Harus berani mengeksplorasi diri untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Previous articleCara Warga London Hadapi Virus Corona, dari Kantong Plastik Sampai Bra
Next articleImbas Virus Corona, LinkedIn Hadirkan Opsi Wawancara Virtual

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here