7 Tips Praktis Menangkal Serangan Ransomware

serangan ransomware

Telset.id, Jakarta – Seperti telah diberitakan sebelumnya, serangan ransomware WannaCry pada Jumat (12/5/2017) lalu telah menelan ribuan korban dari berbagai institusi. Akibat serangan tersebut, banyak perusahaan yang terdampak terpaksa mematikan dan membuat infrastruktur IT mereka offline untuk sementara waktu. Lalu, bagaimana cara menangkal serangan ransomware?

WannaCry merupakan ransomware yang memanfaatkan eksploitasi Windows yang diperoleh dari operasi hacking NSA yang berhasil didapatkan oleh kelompok hacker bernama “The Shadow Brokers”. Operasi hacking NSA sendiri mampu melakukan penetrasi ke dalam mesin yang menjalankan Windows XP dengan mengeksploitasi kerentanan pada server Windows SMB.

Akibat serangan WannaCry, menyebabkan lumpuhnya sistem, mengacaukan operasi, mencederai reputasi, serta kerugian-kerugian finansial akibat terkendalanya kegiatan bisnis sehari-hari. Belum lagi kerugian finansial yang dibutuhkan untuk biaya melakukan tindakan responsif terhadap insiden dan pembersihan seluruh sistem.

[Baca juga: Total Ada 75 Ribu Kasus “WannaCry” di 100 Negara]

Lantas apa yang bisa Anda lakukan agar tak terinfeksi ransomware WannaCry? Berikut beberapa solusi dan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam mengimplementasikan pengamanan sistem mereka dari ancaman, seperti WannaCry:

1. Penempatan patching

Ransomware mengeksploitasi celah vulnerability di SMB server. Penempatan patching penting sekali untuk melindungi diri dari serangan yang mengeksploitasi celah-celah keamanan seperti ini. Patch juga telah tersedia dan dirilis untuk Windows systems, termasuk untuk sistem yang sudah tak lagi didukung oleh Microsoft. Apabila Anda tidak dapat melakukan penambalan dengan patch secara langsung, melakukan penambalan menggunakan virtual patch dirasa akan cukup membantu dalam upaya mitigasi terhadap ancaman tersebut.

2. Memasang firewalls

Memasang firewalls dan pendeteksian dengan intrusion prevention systems bisa membantu mengurangi penyebaran ancaman ini. Sistem keamanan yang dapat melakukan pemonitoran secara proaktif akan munculnya serangan-serangan di jaringan cukup ampuh untuk menghentikan serangan-serangan tersebut.

[Baca juga: Mengenal Ransomware Wannacry dan Modus Kerjanya]

3. Gunakan system exploits

Terlepas dari digunakannya exploit untuk menyebarkan aksinya secara luas, WannaCry dilaporkan juga menggunakan spam sebagai titik serangan. Dengan melihat tanda bendera merah/red flags di email-email spam yang terkontaminasi dengan system exploits cukup membantu. IT dan system administrators perlu untuk segera melakukan penggelaran mekanisme keamanan yang mampu melindungi endpoint dari malware yang memanfaatkan email/email-based malware.

4. Application control berbasis pada whitelist

WannaCry meninggalkan berbagai komponen jahat di sistem untuk menjalankan aksi mengenkripsi file terinfeksi. Application control berbasis pada whitelist manjur untuk mencegah aplikasi-aplikasi tak dikenal maupun yang tak diinginkan dari melakukan eksekusi file. Behavior monitoring juga manjur untuk memblokir modifikasi sistem yang tak biasa. Ransomware menggunakan serangkaian teknik untuk menginfeksi sistem; untuk itulah tim IT perlu melakukan teknik dan tindakan yang sama dalam menerapkan perlindungan sistem.

5. Menerapkan langkah strategis data categorization

WannaCry melakukan enkripsi file yang tersimpan di sistem lokal maupun di jaringan terbagi. Menerapkan langkah strategis data categorization bisa membantu dalam melakukan mitigasi dampak serangan maupun pembobosan yang diakibatkannya, yakni dengan melakukan proteksi terhadap data-data kritikal/penting bilamana terekspos.

6. Network segmentation

Network segmentation juga bisa mencegah penyebaran ancaman ini lebih jauh lagi secara internal. Desain jaringan yang bagus bisa membantu mereka melakukan kontainerisasi penyebaran infeksi dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya bagi organisasi.

7. Disable protokol SMB pada sistem

Melakukan disable protokol SMB pada sistem yang memang tak membutuhkan untuk menjalankan protokol tersebut. Menjalankan layanan-layanan yang tak perlu yang dapat memberi celah baru bagi penyerang untuk mendapatkan lubang-lubang yang mudah terbuka (vulnerability).

[Baca juga: Indonesia Mendapat Giliran Terkena Ransomware WannaCry]

Sebagai tambahan, perusahaan perlu menggunakan pendekatan multi-layered dalam melakukan mitigasi terhadap risiko-risiko dari dampak yang dibawa oleh beragam jenis threats, seperti ransomware.

Solusi email and web gateway, seperti Trend Micro Deep Discovery Email Inspector dan InterScan Web Security diklaim ampuh untuk mencegah ransomware mengulurkan serangan mereka ke pengguna akhir.

Di level endpoint, Trend Micro Smart Protection Suites menyuguhkan beragam kapabilitas, seperti high fidelity machine learning, behavior monitoring dan application control, serta vulnerability shielding yang ampuh dalam meminimalisasi dampak dari beragam jenis ancaman tersebut.[HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here