📑 Daftar Isi

Mark Zuckerberg berdiri di hadapan kerumunan dengan latar cahaya biru, ekspresi serius

Morale Anjlok, Usul Hackathon Zuckerberg Ditolak Karyawan Meta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Semangat kerja (morale) karyawan Meta anjlok setelah PHK massal 8.000 orang
  • Usulan hackathon Juli dari Mark Zuckerberg ditolak keras oleh karyawan
  • Karyawan mengeluh beban kerja bertambah dengan dukungan minimal
  • Meta kesulitan merilis model AI kompetitif di tengah tekanan internal
  • Zuckerberg akui perusahaan telah dan akan terus membuat kesalahan

Telset.id – Semangat kerja karyawan Meta dilaporkan mencapai titik terendah setelah gelombang PHK massal dan tuntutan pekerjaan baru yang membebani. Dalam sebuah memo internal pada Jumat lalu, CEO Mark Zuckerberg mengusulkan diadakannya hackathon perusahaan pada Juli mendatang, namun usulan tersebut langsung mendapat penolakan keras dari para pekerja yang sudah kelelahan.

Menurut laporan Wired yang dikutip oleh Futurism, banyak karyawan yang tersisa kini dipaksa melakukan pekerjaan kasar untuk melatih model AI, sebuah tugas mingguan yang sudah membuat beberapa dari mereka frustrasi. Situasi ini diperparah dengan PHK besar-besaran yang terjadi baru-baru ini.

Bulan lalu saja, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini memecat 8.000 pekerja, atau sekitar sepuluh persen dari total tenaga kerjanya, sebagai bagian dari upaya refokusing yang kacau di bidang AI. Kini, mereka yang bertahan harus menanggung beban kerja yang semakin berat dengan dukungan yang semakin minim.

Penolakan Keras dari Karyawan Meta

Usulan hackathon Zuckerberg disambut dengan reaksi yang sangat dingin. Alih-alih antusias, para pekerja justru meluapkan kekesalan mereka melalui pesan internal yang kemudian dikutip oleh Wired.

“Saya benar-benar sibuk menjaga tim saya tetap berjalan,” tulis seorang karyawan dalam pesan internal tersebut. “Saya tidak punya insentif untuk berpartisipasi, apalagi punya waktu untuk melakukannya.”

Karyawan lain menambahkan, “Saya tidak yakin perusahaan ini masih mendukung budaya hackathon lagi,” sambil menunjukkan bahwa “orang-orang diminta untuk menanggung lebih banyak pekerjaan dengan dukungan yang lebih sedikit sementara rekan kerja mereka di-PHK.”

Seorang pekerja lainnya menulis, “Saya pernah berpartisipasi dalam hackathon sebelumnya, tapi ini tidak lagi terasa seperti pilihan yang bisa diambil di samping pod sprints di bagian perusahaan saya.”

Menariknya, Zuckerberg juga menawarkan akses ke meja permanen bagi karyawan, sebuah isyarat simbolis yang secara tidak sengaja menggambarkan betapa mudahnya mereka digantikan. Banyak karyawan Meta selama ini bekerja dari “hot desks,” sebuah skema kontroversial yang melibatkan beberapa pekerja berbagi meja yang sama.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren teknologi dan dampaknya terhadap produktivitas, Anda bisa membaca artikel Panduan Memilih RAM terbaru kami.

Hasil Minim di Tengah Tekanan Besar

Di balik semua penderitaan dan kesengsaraan karyawannya, Meta justru memiliki hasil yang mengejutkan sedikit. Perusahaan terus tersandung, berjuang untuk merilis model AI baru yang impresif sementara para pesaingnya semakin unggul dalam perlombaan AI yang sedang berlangsung.

Dalam memo tersebut, Zuckerberg memprediksi bahwa hari-hari yang lebih sulit masih mungkin terjadi di depan, meskipun ia berjanji untuk menunda PHK lebih lanjut selama sisa tahun ini. “Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak lagi,” akunya.

Beberapa analis menilai bahwa tekanan internal ini bisa berdampak pada inovasi perusahaan ke depannya. Untuk melihat bagaimana perusahaan teknologi lain menghadapi tantangan serupa, simak ulasan tentang Siri AI Berbayar yang baru-baru ini beredar.

Ketidakpuasan yang meluas ini menjadi indikasi bahwa pendekatan Zuckerberg dalam memotivasi timnya mungkin tidak lagi efektif. Alih-alih meningkatkan semangat, usulan hackathon justru menjadi bumerang yang memperlihatkan kesenjangan persepsi antara manajemen puncak dan karyawan di lapangan.

Dengan beban kerja yang semakin berat dan PHK yang masih menghantui, masa depan budaya kerja di Meta tampaknya masih akan menjadi tantangan besar bagi sang CEO. Seperti yang diakui sendiri oleh Zuckerberg, “kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak lagi.”

Untuk memahami lebih dalam tentang performa prosesor terbaru yang bisa menjadi alternatif bagi perusahaan teknologi, lihat hasil benchmark Snapdragon 8s Gen 4 yang unggul di semua pengujian.

Komentar

Belum ada komentar.