Logo xAI dengan siluet Elon Musk di latar belakang

DOJ Dukung xAI Lawan Gugatan NAACP soal Polusi Data Center

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Departemen Kehakiman AS dukung xAI lawan gugatan NAACP soal polusi data center Colossus 2 di Memphis
  • NAACP gugat xAI karena operasikan 27 turbin gas metana tanpa izin, kini bertambah jadi 57 turbin
  • DOJ sebut operasi xAI integral untuk militer AS termasuk Perang Iran, Grok digunakan di jaringan rahasia
  • Memphis masuk peringkat kedua kunjungan UGD asma di AS tahun 2024, warga khawatir dampak polusi
  • Kasus jadi preseden keseimbangan antara inovasi AI dan perlindungan lingkungan

Telset.id – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) bersama negara bagian Mississippi secara resmi meminta pengadilan untuk menolak gugatan yang diajukan NAACP terhadap xAI pada April 2026. Gugatan tersebut menuduh xAI mengoperasikan turbin gas metana untuk menyalakan pusat data Colossus 2 di South Memphis tanpa izin yang layak.

NAACP sebelumnya meminta pengadilan untuk mengeluarkan perintah penghentian operasional turbin tersebut. Organisasi itu menjelaskan bahwa turbin gas meningkatkan “risiko serangan asma dan penyakit jantung” bagi warga sekitar. Kasus ini menjadi sorotan karena berlokasi di Memphis, yang dinobatkan sebagai salah satu ibu kota asma di Amerika Serikat.

Menurut laporan Wired, DOJ mengajukan dokumen ke pengadilan yang memihak perusahaan milik Elon Musk tersebut. DOJ berargumen bahwa operasi xAI merupakan bagian integral dari operasi militer AS, termasuk dalam Perang Iran. Langkah ini menandai intervensi langsung pemerintah federal dalam sengketa lingkungan dan teknologi.

Dalam gugatannya, NAACP menuduh xAI mengoperasikan 27 turbin gas tanpa izin. Turbin gas diketahui menghasilkan polusi, bahan kimia berbahaya, dan partikel halus. Hal ini semakin mengkhawatirkan karena kedekatan pusat data dengan pemukiman penduduk.

Memphis sendiri menempati peringkat kedua dalam kunjungan ke unit gawat darurat terkait asma pada tahun 2024, menurut Asthma and Allergy Foundation of America. Data ini memperkuat kekhawatiran NAACP tentang dampak kesehatan dari operasi pusat data tersebut.

Perlu dicatat bahwa meskipun gugatan awal hanya mencakup 27 turbin, Southern Environmental Law Center (SELC) kemudian memperoleh email yang menunjukkan bahwa xAI menambahkan lebih banyak turbin setelah gugatan diajukan. Total turbin kini mencapai 57 unit, meningkat lebih dari dua kali lipat sejak kasus dimulai.

Dalam filing-nya, DOJ menulis bahwa menghentikan operasi turbin untuk menyalakan Colossus 2 “mengancam keamanan nasional, ekonomi, dan energi Amerika dengan berusaha mematikan pasokan listrik untuk inovasi kecerdasan buatan yang mendukung operasi militer Departemen Perang.” Departemen tersebut menambahkan bahwa mereka hanya menggunakan empat model AI untuk operasi misi-kritis di jaringan rahasia tingkat atas, dengan Grok sebagai salah satunya.

Cameron Stanley, chief digital and AI officer di Departemen Pertahanan, juga mengajukan dokumen dukungan untuk xAI. Stanley merinci bagaimana model Gov Grok mendukung “misi keamanan nasional yang vital.” Ia juga menyatakan bahwa menghentikan turbin yang menyalakan pusat data “secara langsung mengancam kepentingan keamanan nasional yang sedang berlangsung.”

Kasus ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan energi untuk infrastruktur AI dan dampak lingkungan. Di satu sisi, pemerintah federal menganggap pusat data AI sebagai aset strategis untuk keamanan nasional. Di sisi lain, komunitas lokal dan organisasi lingkungan khawatir tentang polusi udara dan risiko kesehatan.

Pusat data Colossus 2 di South Memphis menjadi pusat perhatian karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman. Penggunaan turbin gas metana tanpa izin menjadi isu utama dalam gugatan NAACP. Namun, DOJ menilai bahwa kepentingan keamanan nasional lebih diutamakan daripada regulasi lingkungan setempat.

Argumen DOJ menekankan bahwa AI inovasi yang mendukung operasi militer tidak boleh terhambat oleh masalah perizinan lokal. Departemen Perang menggunakan Grok dan tiga model AI lainnya untuk operasi di jaringan rahasia. Hal ini menunjukkan betapa kritisnya peran AI dalam strategi pertahanan AS saat ini.

Namun, penambahan turbin dari 27 menjadi 57 unit setelah gugatan diajukan menimbulkan pertanyaan serius. SELC menemukan bukti melalui email internal bahwa xAI terus menambah kapasitas meskipun sedang dalam proses hukum. Langkah ini bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap proses pengadilan.

Dampak kesehatan dari polusi turbin gas menjadi perhatian utama NAACP. Dengan Memphis yang sudah memiliki tingkat kunjungan UGD asma tertinggi kedua di AS, penambahan polutan hanya akan memperburuk situasi. Organisasi lingkungan dan kesehatan masyarakat mendesak pengadilan untuk memprioritaskan keselamatan warga.

Di sisi lain, pemerintah federal melihat pusat data AI sebagai infrastruktur kritis yang harus dilindungi. Perang Iran dan operasi militer lainnya sangat bergantung pada kemampuan AI untuk analisis intelijen dan pengambilan keputusan. Tanpa pasokan listrik yang stabil dari turbin, kemampuan ini bisa terganggu.

Kasus ini diperkirakan akan berlangsung berbulan-bulan ke depan. Hasilnya bisa menjadi preseden penting untuk regulasi pusat data AI di masa depan. Jika DOJ menang, perusahaan teknologi mungkin memiliki lebih banyak kelonggaran dalam mengoperasikan pusat data untuk kepentingan nasional. Namun, jika NAACP menang, regulasi lingkungan yang lebih ketat bisa diterapkan.

Implikasi dari kasus ini melampaui batas Memphis. Kota-kota lain seperti Seattle juga mulai memberlakukan moratorium pembangunan pusat data AI besar. Tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran tentang dampak lingkungan dari infrastruktur AI.

Keputusan pengadilan nantinya akan menentukan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan lingkungan. Untuk saat ini, xAI mendapat dukungan penuh dari pemerintah federal, sementara NAACP terus memperjuangkan hak warga atas udara bersih.

Komentar

Belum ada komentar.