📑 Daftar Isi

XPeng G9L Debut Eropa, Jarak Tempuh 1.324 Km dari Austria ke Paris

XPeng G9L Debut Eropa, Jarak Tempuh 1.324 Km dari Austria ke Paris

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – XPeng G9L resmi melakukan debut publik pertamanya di Eropa dalam ajang Paris Expo, dengan prototipe pra-produksi yang tiba setelah menempuh perjalanan 1.324 km dari fasilitas perakitan Magna Steyr di Graz, Austria. Kehadiran SUV grand-cruiser ini menandai langkah ekspansi XPeng di pasar Eropa, sekaligus mempertegas posisi merek asal Tiongkok tersebut di segmen kendaraan listrik mewah.

Perjalanan dari Austria ke Paris bukan sekadar pengiriman unit biasa. Prototipe G9L tersebut tiba dalam kondisi tertutup debu jalan setelah menjalani uji coba jarak jauh, sebuah pembuktian kemampuan sebelum resmi dipamerkan kepada publik Eropa. Langkah ini menjadi sinyal bahwa XPeng serius menggarap pasar global, tidak hanya sebagai eksportir, tetapi juga sebagai produsen yang merakit kendaraannya langsung di benua Eropa.

Dari sisi dimensi, XPeng G9L tampil sebagai salah satu SUV terbesar di kelasnya. Panjangnya mencapai 5.120 mm dengan wheelbase 3.100 mm, serta lebar 1.999 mm. Sebagai perbandingan, G9L lebih panjang 126 mm dari BMW iX5, dan jauh melampaui Tesla Model X yang memiliki panjang 5.036 mm dengan wheelbase 2.965 mm. Sementara Audi Q8 e-tron hanya memiliki panjang 4.915 mm dengan wheelbase 2.928 mm. Bobot G9L sendiri berada di kisaran 2.720 kg hingga 2.740 kg.

Desain eksteriornya mengadopsi gaya bersih dari saudaranya, GX, lengkap dengan flush handles tersembunyi, velg forged alloy 21 inci, dan pintu soft-close yang menutup dengan bunyi khas kendaraan premium. Ukurannya yang masif membuat crossover di sekitarnya tampak seperti hatchback kompak.

Konfigurasi Kursi dan Teknologi Kabin

XPeng mengambil pendekatan berbeda dibandingkan kebanyakan produsen yang memaksakan baris ketiga sempit demi memenuhi label keluarga. Untuk pasar Eropa, G9L ditawarkan dalam konfigurasi 6 dan 7 kursi, tergantung pasar. Varian enam kursi menjadi representasi kemewahan, dengan kursi depan dan tengah yang dilengkapi fitur pemanas, pendingin, pijat, serta kemampuan reclining penuh. Kursi baris ketiga disebut memiliki ruang yang lega, dengan akses mudah di antara captain chairs baris tengah. XPeng berpotensi menjadi pionir di ceruk SUV enam kursi di Eropa yang masih jarang.

Dari sisi komputasi, kabin G9L diorkestrasi oleh 2.250 TOPS kekuatan pemrosesan, didukung empat chip pemrosesan AI Turing proprietary yang menjalankan model neural Vision-Language-Action generasi kedua untuk pengemudian otonom. Salah satu detail rekayasa yang mencolok adalah rangka kursi yang dilengkapi 91 sensor tekanan, cukup sensitif untuk mendeteksi variasi beban hanya 2 gram. Pergeseran bobot sekecil apa pun akan memicu pneumatic bolsters mengembang secara halus untuk menopang tubuh penumpang.

Untuk kenyamanan berkendara, XPeng membekali G9L dengan flagship smart chassis dan adaptive air suspension sebagai perlengkapan standar. Sistem ini terus-menerus menyesuaikan kekakuan dan kestabilan untuk melawan hukum momentum saat melintasi tikungan. XPeng bahkan mengklaim G9L mencatatkan kecepatan evasive moose-test tercepat di kelas ukurannya.

Performa, Pengisian Daya, dan Strategi Produksi

Dari sisi tenaga, konfigurasi all-wheel-drive dual-motor G9L menggabungkan motor 160 kW di depan dan 270 kW di belakang, menghasilkan total 430 kW atau setara 577 horsepower. Tenaga tersebut cukup untuk mendorong kendaraan ini hingga kecepatan puncak yang dibatasi secara elektronik di 200 km/jam. Arsitektur 800V silicon-carbide native memungkinkan pengisian daya hingga 450 km jarak jelajah hanya dalam 9 menit menggunakan dispenser DC berdaya tinggi.

XPeng juga tengah mengembangkan versi extended-range electric vehicle yang akan berdampingan dengan varian pure EV, meski pasar Eropa harus menunggu lebih lama untuk model tersebut. Opsi range extender berbahan bakar bensin ini menjadi jawaban atas keterbatasan infrastruktur pengisian daya di luar pusat kota, memberikan rasa aman bagi pengemudi di wilayah beriklim dingin dan perjalanan lintas negara. Kedua varian powertrain dibungkus dalam sel keselamatan kelas aviasi yang dirancang untuk meraih rating lima bintang pada uji tabrak Euro NCAP dan ANCAP.

Manufaktur G9L di Eropa menjadi bukti ambisi global XPeng. Alih-alih mengirim kendaraan jadi melintasi samudra, XPeng menuntaskan produksi uji coba pada 7 Oktober di pabrik Magna Steyr di Graz, Austria. G9L menjadi model keempat yang dirakit di Eropa setelah G6, G9, dan P7+. Unit setir kanan juga sudah keluar dari lini produksi di Guangzhou untuk pasar Australia, disusul Inggris, seiring ekspansi perusahaan ke 64 pasar internasional.

Namun di balik ekspansi tersebut, laporan keuangan kuartal kedua 2026 XPeng menunjukkan tekanan biaya. Pendapatan total naik 8% year-on-year menjadi RMB 19,74 miliar. Pengiriman kendaraan hanya tumbuh 0,1% year-on-year menjadi 103.295 unit, dengan margin berada di 12,1% dibandingkan 14,3% pada periode sebelumnya. Penyelamat finansial justru datang dari lini software, di mana lisensi riset dan pengembangan teknis serta arsitektur platform ke produsen otomotif legacy mendorong margin layanan naik dari 53,6% menjadi 75,1%.

Dengan banderol €74.900, XPeng G9L menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan EV setara dari Munich dan Stuttgart, dengan ruang, kekuatan komputasi, dan perlengkapan standar yang lebih besar. Detail spesifikasi lengkap dan varian yang tersedia dapat dilihat melalui Spesifikasi Lengkap, sementara strategi penjualan teknologi self-driving XPeng menjadi sorotan tersendiri di industri, seperti dibahas dalam Teknologi Self-Driving.

Kehadiran G9L di Paris Expo menjadi penanda bahwa merek teknologi Tiongkok semakin sulit diabaikan oleh pabrikan otomotif Eropa. Kombinasi ukuran, teknologi kabin, dan harga agresif menempatkan XPeng G9L sebagai pesaing serius di segmen SUV listrik premium Eropa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.