Telset.id – Peugeot resmi memperkenalkan dua mobil konsep listrik di ajang Paris Motor Show 2026, yaitu RCZ Vision dan E-T16. Keduanya membawa arah baru bagi desain dan teknologi Peugeot, dengan RCZ Vision sebagai penanda bahasa desain masa depan dan E-T16 yang diklaim sebagai Peugeot tercepat yang pernah dibuat.
Peluncuran ini menjadi sorotan karena Peugeot tidak sekadar memamerkan studi desain, tetapi juga memperlihatkan teknologi yang sebagian akan diterapkan ke model produksi. RCZ Vision menghadirkan bahasa desain Feline Future yang akan menjadi dasar model-model Peugeot mendatang, sementara E-T16 sudah mendekati wujud produk nyata.
Peugeot menegaskan bahwa RCZ Vision belum direncanakan masuk ke lini produksi dalam waktu dekat. Konsep ini berfungsi sebagai arah umum bagi desain dan teknologi perusahaan untuk beberapa tahun ke depan. Meski begitu, sejumlah elemen di dalamnya memberi gambaran jelas soal ambisi Peugeot di segmen kendaraan listrik performa tinggi.
Peugeot RCZ Vision: Baterai Solid-State dan Pengisian 10 Menit
Peugeot RCZ Vision membawa kembali atap double-bubble sebagai penghormatan kepada RCZ generasi awal. Mobil konsep ini dibangun di atas platform 1.000V dengan baterai solid-state sangat tipis berketebalan 110 mm yang dikembangkan oleh Factorial Energy. Konsumsi energinya hanya 11,5 kWh/100 km, dan konfigurasi saat ini mampu menempuh hingga 600 km dalam satu kali pengisian daya.
Arsitektur super-high-voltage tersebut memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 10 menit. Peugeot mengklaim output tenaga sebesar 500 hp, meski detail drivetrain lainnya tidak disebutkan lebih lanjut.
Di bagian interior, RCZ Vision tampil sangat minimalis. Peugeot hanya menampilkan dua layar kecil karena perusahaan ingin fokus pada informasi yang dapat dikonfigurasi dan tidak mengganggu pengemudi. Konsep ini juga membayangkan teknologi steer-by-wire dengan setir berpenampilan tidak biasa, serta brake-by-wire yang menggantikan sistem rem hidrolik dengan sistem elektronik. Teknologi tersebut diklaim meningkatkan modulasi pengereman dan pengereman regeneratif.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan mobil listrik berbasis baterai solid-state, pendekatan RCZ Vision ini sejalan dengan arah industri yang mulai mengadopsi teknologi serupa, sebagaimana dibahas dalam artikel Peugeot RCZ Vision.
Peugeot E-T16: Peugeot Tercepat dengan 815 hp
Berbeda dari RCZ Vision, Peugeot E-T16 jauh lebih dekat ke produk nyata. Peugeot menyatakan bahwa sebagian elemen desain dan teknologi yang digunakan pada konsep ini akan diterapkan ke model produksi. Dari sisi desain, E-T16 mengambil inspirasi dari 205 T16 dengan fender melebar, sayap belakang besar, dan bodi yang agresif.
Hot hatch ini mampu melesat dari 0 ke 180 km/jam hanya dalam 16 detik, sementara sprint 0 ke 100 km/jam hanya membutuhkan 2,5 detik. Tiga motor listriknya menghasilkan output puncak 815 hp, menjadikan E-T16 sebagai Peugeot tercepat yang pernah dibangun.
Fitur lain mencakup torque vectoring di kedua poros, tiga mode berkendara, dan mode keempat yang sepenuhnya dapat dikonfigurasi pengguna. Cakram rem berukuran 380 mm memastikan kendaraan ini juga mampu berhenti dengan cepat, dan di dalam kabin terdapat handbrake hidrolik yang dipasang secara vertikal.
Peugeot mengembangkan sistem pendingin baterai baru yang dapat mendukung sel selama balapan reli jarak jauh. Baterai ini mengekstraksi panas dari sisi samping alih-alih dari bagian bawah, dan sistem tersebut cukup untuk memastikan tiga putaran Nurburgring Nordschleife tanpa penurunan output tenaga. Seperti RCZ Vision, E-T16 juga menggunakan steer-by-wire yang dikombinasikan dengan setir berbentuk agak persegi bernama Hypersquare, yang akan diterapkan pula pada E-208.
Baca Juga:
Kehadiran dua konsep ini menegaskan posisi Paris Motor Show 2026 sebagai panggung bagi pabrikan Eropa untuk memperlihatkan arah kendaraan listrik performa tinggi. Selain Peugeot, sejumlah merek lain juga memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan model konsep mereka, termasuk yang dibahas dalam debut di Paris dari pabrikan Italia.
Dari sisi teknologi, keputusan Peugeot mengadopsi steer-by-wire dan brake-by-wire pada kedua konsep menunjukkan arah pengembangan kabin yang lebih sederhana. Pendekatan ini berbeda dari tren layar besar yang masih dominan di banyak kendaraan listrik saat ini. Peugeot memilih membatasi jumlah layar demi mengurangi distraksi, sebuah pilihan desain yang akan menarik untuk dicermati ketika elemen-elemennya mulai diterapkan ke model produksi.
Untuk pasar yang menantikan kehadiran mobil listrik dengan harga lebih terjangkau, perkembangan model seperti Citroën 2 CV Listrik yang dibahas dalam harga mulai Rp260 Juta bisa menjadi pembanding menarik soal strategi grup Stellantis di segmen kendaraan listrik.
Peugeot belum mengumumkan jadwal produksi untuk RCZ Vision. Sementara itu, E-T16 disebut lebih dekat ke produk nyata, dengan sebagian elemen desain dan teknologinya dipastikan akan masuk ke model produksi. Kedua konsep ini menggunakan steer-by-wire, dan setir Hypersquare dari E-T16 akan diterapkan pada E-208, menjadikannya indikator paling konkret soal teknologi Peugeot yang akan segera hadir di jalan raya.





Komentar
Belum ada komentar.