Telset.id – BYD resmi meluncurkan sedan listrik flagship terbarunya, Da Han (Great Han) EV, di China pada 13 Oktober 2026 dengan harga mulai 235.900 yuan atau sekitar 35.200 dolar AS. Mobil listrik ini menawarkan jarak tempuh versi entry-level hingga 1.008 km dalam pengujian CLTC, menjadikannya salah satu sedan listrik dengan jangkauan terjauh di kelasnya.
Peluncuran Da Han EV menempatkannya sebagai sedan flagship sepenuhnya listrik pertama BYD di segmen D di bawah lini Dynasty. Mobil ini hadir dalam tiga varian yang semuanya mengusung baterai, motor, dan sistem penggerak yang sama-sama canggih. Harga peluncurannya pun lebih rendah dari harga pra-jual, sebuah praktik yang umum di pasar otomotif China.
Varian RWD Premium dibanderol 235.900 yuan (35.200 dolar AS), varian RWD Flagship 249.900 yuan (37.300 dolar AS), dan varian AWD Flagship 275.900 yuan (41.200 dolar AS). Harga peluncuran ini turun 14.000 yuan untuk RWD Premium, 20.000 yuan untuk RWD Flagship, dan 24.000 yuan untuk AWD Flagship dibandingkan harga pra-jualnya.
Spesifikasi dan Performa Da Han EV
Dari sisi performa, varian RWD mengandalkan motor tunggal berdaya maksimum 370 kW (496 hp) dengan torsi puncak 500 N·m, mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 4,9 detik. Sementara varian AWD mengandalkan motor ganda dengan tenaga gabungan 570 kW (764 hp) dan torsi puncak 910 N·m, yang membuatnya melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 3,3 detik.
Seluruh varian menggunakan baterai Blade generasi kedua berkapasitas 102,3 kWh. Varian RWD menawarkan jarak tempuh CLTC hingga 1.008 km (setara 816 km WLTP), sedangkan varian AWD menawarkan 880 km (713 km WLTP). Dengan teknologi flash charging, baterai Da Han EV dapat diisi dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam 9 menit, atau dari 10 persen ke 70 persen dalam 5 menit.
Dari segi dimensi, Da Han EV memiliki panjang 5.256 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.510 mm dengan jarak sumbu roda 3.130 mm. Ukurannya sedikit lebih besar dari Tesla Model S dan Lucid Air, serta mendekati Mercedes-Benz S-Class versi long-wheelbase. Koefisien hambatan udaranya tercatat 0,197, salah satu yang terbaik di kelas sedan listrik.
Baca Juga:
Teknologi dan Fitur Interior Mewah
Da Han EV mengusung sistem penggerak roda belakang (rear-wheel steering) sebagai standar, memungkinkan radius putar minimum hanya 4,95 meter. Sistem suspensi udara dual-chamber DiSus-A dengan kemampuan road preview dan mode “crab walk” juga menjadi andalan. BYD turut menyematkan sistem pengemudian cerdas “God’s Eye” 5.0 yang mencakup Navigate on Autopilot di jalan tol dan perkotaan, serta parkir otonom jarak jauh.
Untuk interior, kabin Da Han EV mengadopsi desain wrap-around dengan aksen kayu abu putih, pencahayaan ambient, dan sistem audio Devialet 31 speaker kanal 7.1.4. Kokpitnya dilengkapi head-up display AR berukuran 40 inci, klaster instrumen 12,3 inci, layar sentuh tengah 3K berukuran 17,3 inci, dan layar penumpang 12,3 inci. Kursi berbahan kulit Nappa dengan fungsi zero-gravity di baris depan, plus pemanas, ventilasi, dan pijat 10 titik untuk baris depan dan belakang. Kabin belakang juga menyediakan dua penopang kaki elektrik, layar lipat, dan meja kecil.
Fasad depannya menampilkan lampu daytime running terintegrasi sepanjang 2,41 meter dengan 249 butir LED. Desain hidung rata dan saluran udara yang dioptimalkan berkontribusi pada efisiensi aerodinamis. Detail eksterior ini menjadikan Da Han EV tampil sebagai sedan mewah yang modern dan futuristik.
Kehadiran Da Han EV melengkapi lini flagship BYD bersama SUV Great Tang yang diluncurkan pada pertengahan Juni. Great Tang sendiri mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit setiap bulan dalam tiga bulan pertamanya di pasar. Pertanyaannya, apakah sedan mewah ini akan menuai permintaan yang sama besarnya?
Dengan harga mulai 35.200 dolar AS, Da Han EV menawarkan kombinasi jarak tempuh ekstrem, pengisian daya super cepat, dan fitur mewah yang biasanya hanya ditemukan di mobil premium Eropa. Bagi pasar global, terutama Indonesia, kehadiran model ini menandai arah baru kompetisi sedan listrik mewah. Pasar otomotif nasional sendiri tengah ramai dengan berbagai peluncuran perangkat teknologi, termasuk Poco C95 Pro yang baru saja resmi meluncur.
Persaingan di segmen kendaraan listrik China memang kian ketat. Xpeng, misalnya, baru saja membuka layanan robotaxi Yoyo di China dengan sistem undangan, menandakan inovasi otonom terus berkembang. Sementara itu, di sektor kendaraan industri, HUDDIG 1370 TIGON G2 mencatat kenaikan kapasitas baterai hybrid hingga 40 persen. Tren elektrifikasi pun merambah berbagai lini, termasuk perangkat konsumen seperti Motorola Razr 2026 yang kini dijual dengan skema cicilan di pasar Amerika Serikat.
Kembali ke Da Han EV, keberhasilannya di pasar China akan menjadi indikator penting bagi ambisi BYD di segmen sedan mewah listrik. Dengan harga yang agresif dan spesifikasi yang mengesankan, model ini berpotensi mengubah peta persaingan di kelasnya. Namun, tantangan terbesar tetap pada penerimaan konsumen terhadap merek China di segmen premium yang selama ini dikuasai merek Eropa.
Bagi konsumen, pilihan semakin beragam. Yang jelas, era sedan listrik mewah dengan harga terjangkau dan jarak tempuh super jauh kini bukan lagi angan-angan. BYD Da Han EV membuktikan bahwa batas antara mobil listrik massal dan mewah semakin tipis. Soal kualitas dan daya tahan jangka panjang, tentu masih perlu pembuktian di jalan raya.





Komentar
Belum ada komentar.