Waspada! Dua Ekstensi Google Chrome Populer Terjangkit Malware

Denda Google

Telset.id, Jakarta – Para peneliti keamanan di Malwarebytes baru-baru ini menemukan dua lagi ekstensi Google Chrome berbahaya. Kedua ekstensi ini dikabarkan dapat mempengaruhi browser Google Chome pengguna, dan dapat memasang dirinya sendiri tanpa sepengetahuan dari pengguna.

Para peneliti mengatakan, salah salah satu malware yang bernama ‘Tiempo en Colombia en vivo’ terdeteksi sebagai Rogue.ForcedExtension. Malware ini ternyata memiliki tujuan utama untuk meningkatkan jumlah penayangan pada video YouTube tertentu, walaupun para peneliti juga mencatat adanya kegiatan pembajakan penelusuran.

[Baca juga: Google Suntik Dana Rp 16 Triliun ke Go-Jek?]

Selain itu, seperti melansir dari laman Android Headlines, malware ini mengambil keuntungan dari trik instalasi paksa, yang ternyata pernah booming pada 2016 lalu. Para peretas memanfaatkan trik ini dan menyusupkannya di situs-situs tertentu, dengan memaksa pengguna untuk memasang ekstensi tersebut sebelum meninggalkan laman.

Namun yang parah, para peretas membuat ekstensi ini tidak dapat dihapus oleh pengguna. Dengan sengaja para peretas akan mengarahkan lalu lintas dari laman pencopotan ke laman Apps Chrome. Sehingga para pengguna mengira ekstensi ini sudah terhapus.

Sedangkan satu ekstensi yang berisi malware lainnya benama Play Red Bull versi 4, yang dikabarkan telah mempengaruhi lebih dari 27 ribu pengguna. Yang parahnya, ekstensi berbahaya ini tersedia di toko web Chrome sebagai game, dan memiliki penilaian empat bintang.

[Baca juga: CEO Google Bandingkan AI dengan Listrik dan Api]

Pada saat pengguna melakukan instalasi ekstensi ini, banyak pengguna melaporkan bahwa ekstensi ini telah mengambil alih YouTube dan Gmail mereka. Sedangkan beberapa pengguna lain menyebutkan bahwa Adobe flash player telah diblokir oleh ekstensi, sementara yang lain mencatat bahwa game tersebut mengalami gangguan.

Tapi, dalam sebuah pernyataan, Google mengklaim bahwa mereka telah menghapus ekstensi berbahaya dari mesin orang-orang yang terkena dampak. Namun sayang, masih banyak laporan yang mengatakan bahwa pengguna masih menemukan malware tersebut. Untungnya, beberapa aplikasi anti malware sudah bisa menghandle masalah ini. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here