Telset.id – Konsorsium raksasa finansial yang dipimpin oleh Visa, Mastercard, dan Coinbase resmi meluncurkan stablecoin global bersama. Proyek bernama Open Standard ini telah melibatkan lebih dari 140 perusahaan dan akan menerbitkan koin yang terikat dengan dolar AS, yaitu Open USD.
Langkah ini merupakan upaya terbesar untuk mempercepat adopsi stablecoin dalam ekonomi internet. Menurut laporan Reuters, Open USD diproyeksikan tersedia pada akhir tahun ini. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana perusahaan pembayaran besar mulai serius membangun infrastruktur mata uang digital mereka sendiri.
CEO Open Standard, Zach Abrams, menjelaskan motivasi di balik proyek ini kepada Reuters. “Existing stablecoins have great strengths, but to use them at scale, businesses need something that’s open, low-cost, high-throughput, broadly accessible and aligned to their interests,” ujarnya. Artinya, stablecoin yang ada saat ini dinilai belum optimal untuk penggunaan bisnis skala besar.
Open USD dirancang sebagai stablecoin yang terikat dengan dolar AS, sehingga nilainya seharusnya tidak mengalami fluktuasi signifikan. Namun, data riset menunjukkan bahwa stablecoin selama ini masih dominan digunakan untuk trading aset kripto, bukan untuk transaksi pembelian barang sehari-hari. Hal inilah yang coba diubah oleh Open Standard.
Langkah Visa, Mastercard, dan Coinbase ini mengikuti jejak PayPal yang lebih dulu meluncurkan stablecoin bernama PayPal USD pada 2023. Koin PayPal tersebut terbukti relatif stabil, bertahan di kisaran $1 USD sejak diluncurkan. Sebelumnya, Visa juga mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem pembayaran mereka.
Baca Juga:
Peluncuran Open Standard ini juga didukung oleh regulasi yang semakin jelas. Presiden Trump baru saja menandatangani GENIUS Act menjadi undang-undang, yang menciptakan kerangka regulasi untuk stablecoin. Undang-undang tersebut mewajibkan penerbit stablecoin untuk menyimpan cadangan 1:1, serta menerapkan aturan anti pencucian uang dan perlindungan konsumen jika penerbit mengalami kebangkrutan.
Administrasi pemerintahan saat ini dikenal sangat ramah terhadap industri kripto. Mantan eksekutif PayPal, David Sacks, sempat ditunjuk sebagai “White House A.I. & Crypto Czar” pada 2024. Meskipun posisinya sempat menuai kontroversi etika karena ia juga tetap menjalankan perusahaan modal ventura, Sacks akhirnya meninggalkan jabatan pemerintah pada Maret 2026 dan bergabung dengan Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi.
Meskipun stablecoin dianggap relatif aman, kondisi keseluruhan pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian. Regulasi memang sudah ada secara teori, namun praktiknya masih seperti “wild west”. Volatilitas sangat tinggi, terlihat dari harga Bitcoin yang turun hampir 50 persen dalam setahun terakhir. Banyak investor ritel yang mengalami kerugian besar di pasar kripto.
Menariknya, Presiden Trump justru meraup keuntungan besar dari kripto. Reuters melaporkan bahwa ia menghasilkan lebih dari $1,4 miliar melalui aset digital selama tahun pertama masa jabatannya kembali, terutama dengan menerbitkan koin kepada para pendukungnya. Laporan tersebut bahkan menyebut bahwa presiden “now derives most of his income from digital assets that have benefited from his policies.”
Open Standard hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pasar akan stablecoin yang lebih terbuka dan efisien. Dengan dukungan lebih dari 140 perusahaan, termasuk dua raksasa pembayaran global, proyek ini berpotensi mengubah lanskap pembayaran digital. Open USD diharapkan menjadi jembatan antara ekonomi tradisional dan ekonomi internet.
Bagi konsumen dan bisnis, kehadiran Open USD bisa menjadi alternatif pembayaran yang lebih stabil dan murah. Namun, kesuksesan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada adopsi nyata di sektor riil, bukan hanya untuk spekulasi kripto. Regulasi yang jelas dari GENIUS Act setidaknya memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri.
Visa dan Mastercard sebelumnya juga pernah terlibat dalam pemblokiran pembayaran ke platform tertentu terkait konten sensitif. Langkah Mastercard dan Visa memblokir pembayaran ke Pornhub menunjukkan bahwa kedua perusahaan ini serius dalam menegakkan kebijakan kepatuhan mereka.
Dengan peluncuran Open USD, ketiga raksasa ini menunjukkan komitmen mereka untuk membangun ekosistem keuangan digital yang lebih terintegrasi. Pertanyaannya sekarang, akankah Open USD mampu menggeser dominasi stablecoin yang sudah ada seperti USDT dan USDC? Waktu yang akan menjawab.





Komentar
Belum ada komentar.