Uni Eropa akan Denda Organisasi Politik yang Curi Data Pribadi

Telset.id, Jakarta – Uni Eropa nampaknya benar-benar belajar dari skandal gaya Cambridge Analytica, di mana politisi menyalahgunakan data pribadi masyarakat pengguna media sosial (Medsos) untuk keuntungan strategis.

Dalam rancangan amandemen Undang-undang (UU), Komisi Eropa akan menjatuhkan denda pada organisasi politik, jika mereka mendapat keuntungan dari pengumpulan data pribadi secara diam-diam alias tak diketahui pemiliknya.

Menurut Harian Financial Times, seperti dilansir Engadget, rincian amandemen itu disebutkan masih dalam masa perubahan, tetapi hukuman denda ini akan mewakili sekitar 5 persen dari anggaran tahunan partai politik.

Kendati besaran dendanya tidak terlalu fatal untuk kampanye dengan sendirinya, tetapi akan menumpuk di atas denda terkait Aturan Perlindungan Data Umum alias GDPR. Ukuran denda masih bisa berubah sebelum benar-benar selesai aturannya.

Baca juga: Ternyata, Google akan Ubah Android Sebelum Didenda Uni Eropa

Regulasi ini juga harus membersihkan suara di Parlemen Eropa dan menerima persetujuan dari masing-masing negara anggota kawasan negara maju tersebut. Namun, ada motivasi kuat untuk melewati amandemen ini dengan cepat.

Pasalnya, pemilihan Parlemen Eropa akan berlangsung pada bulan Mei tahun depan dan ada kekhawatiran bahwa Rusia dan faksi anti-Uni Eropa lainnya akan mencoba mencurangi suara dan memperlemah keputusan serikat pekerja.

Aturan sanksi ini diharapkan dapat mencegah pihak menerima data tanpa memverifikasi bagaimana itu diperoleh. Kedepannya beleid ini mungkin pada tahap awal bisa menghalangi pelaku kejahatan dari mencoba untuk menjajakan data yang tidak sah.

Baca juga: Bela Google, Trump Sebut Uni Eropa Musuh Perdagangan AS

Sebelumnya Uni Eropa akan memberikan sanksi berat berupa denda yang sangat mahal untuk pelanggaran data pribadi. Saat ini aturan baru tersebut sedang digodog, untuk merespon cepat kasus yang menimpa 50 juta pengguna Facebook baru-baru ini.

Komisi Keadilan Uni Eropa Vera Jourova memperingatkan bahwa skandal perlindungan data akan menyebabkan konsekuensi “sangat mahal” bagi perusahaan. Regulasi ini diproyeksi akan selesai dan mulai diberlakukan di Uni Eropa mulai Mei mendatang.

Baca juga: Facebook Yakin Cambridge Analytica Tidak Akses Data Pengguna

“Jika beberapa perusahaan mencoba ini di Eropa setelah Mei 2018, sangat mungkin sanksi drastis ini akan diterapkan,” kata Jourova, yang bertanggung jawab atas perlindungan data konsumen dan pribadi, pada akhir kunjungan ke Washington, AS, baru-baru ini. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here