Telset.id – BYD Yangwang mengumumkan pada 25 Agustus bahwa versi produksi sedan listrik murni Yangwang U7 2026 berhasil menyelesaikan uji ketahanan 30.000 km dalam 8 hari 19 jam 58 menit. Hasilnya, kapasitas baterai masih tersisa 98,7 persen setelah menjalani lebih dari 350 kali flash charging, sebuah pencapaian yang menjadi sorotan utama industri kendaraan listrik China.
Pengumuman ini disampaikan dalam acara “Yangwang U7 Driver’s Conference” yang digelar di Nanning, kota di China selatan. Hu Xiaoqing, General Manager Yangwang, menegaskan bahwa kendaraan uji tersebut adalah model produksi standar yang dipilih secara acak dari toko ritel, bukan mobil konsep, kendaraan yang disetel khusus, atau versi modifikasi. Pernyataan ini penting untuk memastikan integritas hasil uji yang dipublikasikan.
Selama pengujian, suhu rata-rata di Nanning melebihi 36 derajat Celsius dengan kelembapan relatif mencapai 80 persen. Kendaraan mempertahankan kecepatan jelajah terus-menerus sebesar 240 km/jam dengan AC menyala pada suhu 24 derajat Celsius sepanjang pengujian. Kondisi ekstrem ini menjadi tantangan nyata bagi ketahanan baterai dan sistem pendinginan kendaraan.
Hasil Uji dan Regulasi Baru China
Menurut pejabat perusahaan, Yangwang telah mengerahkan total 758 kendaraan uji untuk U7 sebelum peluncuran pasarnya, dengan akumulasi jarak uji aktual mencapai 10,49 juta km. “Yangwang menyambut verifikasi dan pengujian dari semua lembaga dan individu independen,” tegas Hu Xiaoqing, mengundang pihak ketiga untuk menguji klaim kualitas produknya.
Pengujian ini dilakukan di tengah lingkungan regulasi yang semakin ketat untuk keandalan kendaraan di China. Pada 21 Januari 2026, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) menerbitkan Pengumuman No. 1 Tahun 2026 yang merevisi persyaratan tinjauan akses untuk produsen dan produk kendaraan bermotor. Regulasi baru yang berlaku pada 1 Januari 2027 ini mewajibkan kendaraan tradisional (mobil penumpang, bus, dan truk) menjalani uji verifikasi keandalan minimal 30.000 km.
Selain itu, pada Juli lalu, Komite Teknis Nasional Standardisasi Otomotif meminta opini publik mengenai tiga usulan revisi standar nasional. Usulan ini secara signifikan meningkatkan jarak uji keandalan untuk kendaraan energi baru (NEV). Secara spesifik, total jarak berkendara uji keandalan untuk kendaraan listrik murni minimal 30.000 km, sejajar dengan kendaraan bermesin pembakaran internal tradisional. Kendaraan hybrid plug-in juga diwajibkan menempuh minimal 30.000 km, dengan minimal 10.000 km khusus untuk uji keandalan listrik murni. Kendaraan sel bahan bakar juga diwajibkan menyelesaikan minimal 30.000 km dalam mode penggerak hybrid.

Yan Jinghui, anggota Komite Ahli Asosiasi Dealer Mobil China, dalam wawancara dengan NBD mencatat bahwa peningkatan persyaratan ini mencerminkan kemajuan pesat teknologi NEV China. Ia menyarankan bahwa menaikkan standar keandalan untuk model listrik murni dan hybrid plug-in membuktikan bahwa daya tahan baterai dan jarak tempuh bukan lagi hambatan utama bagi industri.
Performa dan Posisi Pasar Yangwang U7
Yangwang U7, dengan harga mulai 95.400 dolar AS di China, merupakan model pertama BYD yang menggunakan Baterai Blade 2.0. Teknologi baterai generasi terbaru ini menjadi kunci dalam mempertahankan kapasitas baterai tinggi setelah pengujian ekstrem. Hasil uji menunjukkan kapasitas baterai masih tersisa 98,7 persen setelah menempuh 30.000 km dengan lebih dari 350 siklus flash charging dalam waktu kurang dari sembilan hari.
Sebagai merek paling premium milik BYD, penjualan bulanan Yangwang berada di angka ratusan unit. Pada Juli, merek ini menjual 485 unit. Meski volumenya kecil dibandingkan merek BYD lainnya, posisi Yangwang sebagai lini produk mewah menjadi penting bagi citra perusahaan di segmen kendaraan listrik premium.
Hasil uji ketahanan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi baterai kendaraan listrik China telah mencapai tingkat kematangan yang tinggi. Dengan regulasi baru yang mewajibkan uji 30.000 km untuk NEV, pencapaian Yangwang U7 yang melampaui standar tersebut menunjukkan kesiapan industri menghadapi persyaratan yang lebih ketat.
Keberhasilan uji ini juga memberikan sinyal kepada konsumen bahwa masalah daya tahan baterai yang sering menjadi kekhawatiran utama pembeli kendaraan listrik kini semakin terjawab. Dengan tingkat retensi kapasitas baterai di atas 98 persen setelah penggunaan intensif, kepercayaan konsumen terhadap teknologi NEV diperkirakan akan meningkat.
Bagi industri otomotif global, hasil uji ini menjadi tolok ukur baru dalam hal ketahanan baterai kendaraan listrik. Kombinasi kecepatan tinggi, suhu ekstrem, dan pengisian daya berulang dalam waktu singkat merupakan skenario penggunaan yang jauh lebih berat dibandingkan pemakaian normal sehari-hari.
Pencapaian Yangwang U7 dalam uji 30.000 km ini tidak hanya menegaskan kapabilitas teknis BYD, tetapi juga memberikan landasan kuat bagi produsen China lainnya untuk memenuhi standar regulasi yang akan datang. Seiring dengan efektivitas regulasi baru pada Januari 2027, industri NEV China diprediksi akan semakin kompetitif dalam hal keandalan produk.





Komentar
Belum ada komentar.