📑 Daftar Isi

Tesla Full Self-Driving Beta Hero

Tesla Bantah Hengkang dari China, FSD Masih Terjegal Regulasi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla membantah rumor penarikan tim FSD dari China dan menyatakan pusat data Shanghai beroperasi normal
  • Tesla melaporkan rumor tersebut ke polisi sebagai langkah agresif melawan misinformasi
  • China tidak muncul dalam daftar 12 pasar langganan FSD Supervised, namun situs AS masih mencantumkannya
  • Tesla mengumumkan FSD di China Mei 2026, lalu mengganti nama menjadi Tesla Assisted Driving tanpa harga atau jadwal jelas
  • Pesaing lokal seperti Xiaomi, Huawei, dan Xpeng terus memperluas fitur bantuan mengemudi perkotaan di China
  • Regulator China sebelumnya membantah klaim Elon Musk tentang persetujuan FSD "bulan depan" pada Januari 2026

Telset.id – Tesla membantah keras isu penarikan tim Full Self-Driving (FSD) dari China. Perusahaan menyatakan pusat data Shanghai masih beroperasi normal dan bahkan telah melaporkan rumor tersebut ke polisi, di tengah ketidakpastian regulasi yang membuat China absen dari daftar pasar langganan FSD.

Rumor yang beredar di media sosial China pada Selasa lalu menyebutkan bahwa pusat data Tesla di Shanghai—yang dibangun khusus untuk mempersiapkan peluncuran FSD di China—telah dikosongkan. Tim penghubung disebut telah ditarik dan posisi terkait dihilangkan. Spekulasi ini memicu narasi bahwa Tesla diam-diam mundur dari upaya panjangnya menghadirkan FSD ke pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

Tesla China merespons dengan keras. Menanggapi pemberitaan Tencent Tech dan National Business Daily pada Rabu, perusahaan menegaskan pusat data Shanghai “beroperasi normal,” perekrutan untuk posisi terkait teknologi bantuan mengemudi justru semakin dipercepat, dan pekerjaan berjalan “dengan stabil.” Tesla juga mengaku telah melaporkan rumor tersebut ke polisi, sebuah langkah agresif yang menunjukkan betapa sensitifnya perusahaan terhadap isu terhambatnya upaya FSD di China.

Kontradiksi Daftar Pasar FSD

Masalah utamanya terletak pada daftar pasar. China tidak muncul dalam daftar terbaru Tesla yang memuat 12 negara tempat langganan FSD (Supervised) ditawarkan—daftar yang mencakup AS, Kanada, Australia, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Namun, situs web Tesla AS masih mencantumkan China sebagai pasar tempat FSD Supervised “tersedia untuk digunakan.” Kontradiksi inilah yang menjadi benang merah kisah otonomi Tesla di China sepanjang tahun ini.

Tesla mengumumkan ketersediaan FSD di China pada Mei 2026, lalu mengganti nama perangkat lunaknya menjadi “Tesla Assisted Driving” di situs China. Namun, perusahaan belum pernah memublikasikan harga langganan atau jadwal peluncuran yang jelas bagi pelanggan China. Sebelumnya pada Februari, Tesla dikabarkan mengamankan kemampuan pelatihan AI di dalam China, sebuah langkah penting mengingat aturan Beijing tentang penyimpanan data lokal.

Pada Januari lalu, regulator China membantah klaim Elon Musk bahwa FSD akan disetujui “bulan depan.” Pola pengumuman kemajuan yang berhadapan dengan realitas regulasi ini terus berulang secara konsisten.

Tesla Full Self-Driving Beta Hero

Pesaing Lokal Terus Bergerak

Sementara Tesla sibuk mengelola rumor, produsen mobil China terus melaju. Pemain domestik seperti Xiaomi dan Huawei telah memperluas fitur bantuan mengemudi perkotaan yang beroperasi di jalan-jalan kota di seluruh China—kemampuan yang justru masih diperjuangkan Tesla untuk mendapatkan izin. Xpeng juga bersiap meluncurkan versi terbaru dari sistem bantuan mengemudi level 2 miliknya yang sudah kompetitif dengan versi FSD Tesla yang dibatasi di China.

Kesenjangan kompetitif inilah yang membuat rumor tersebut mudah dipercaya. Bisnis Tesla di China tengah tertekan oleh gelombang EV lokal yang lebih murah dan kaya fitur, dan perangkat lunak bantuan mengemudinya seharusnya menjadi pembeda. Setiap bulan tanpa peluncuran FSD yang jelas adalah bulan bagi para pesaing untuk memperkuat posisi mereka.

Belum ada bukti kuat bahwa Tesla menutup pusat data Shanghai-nya. Melaporkan rumor ke polisi adalah langkah korporasi yang umum di China, di mana otoritas mengambil sikap tegas terhadap misinformasi yang memengaruhi pasar. Namun, bantahan ini tidak menjawab pertanyaan yang sebenarnya penting: kapan pemilik mobil Tesla di China bisa menggunakan produk FSD penuh?

Pernyataan Tesla bahwa perekrutan “semakin dipercepat” dan pekerjaan berjalan “dengan stabil” adalah bahasa berorientasi masa depan yang sama seperti yang terdengar selama lebih dari setahun. China masih absen dari daftar pasar langganan sementara situs AS mencantumkannya sebagai “tersedia.” Pembacaan yang paling mungkin adalah Tesla terjebak dalam ketidakpastian regulasi yang sama sejak Januari—lokalisasi data sudah selesai, tetapi peluncuran FSD perkotaan yang luas masih terganjal proses persetujuan Beijing.

Membantah penarikan diri memang mudah. Namun, bagi pengamat industri, sinyal yang lebih penting adalah bagaimana posisi Tesla di China terus teruji. Perusahaan menghadapi tekanan dari pesaing lokal yang agresif dan ketidakjelasan regulasi yang berkepanjangan. Sementara itu, langkah-langkah lain seperti peluncuran Cybercab dan pabrik Semi Nevada menunjukkan Tesla tetap agresif di pasar lain. Namun, pertanyaan tentang masa depan FSD di China tetap menggantung tanpa jawaban pasti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.