Telset.id – CEO Apple Tim Cook secara langsung mengambil alih pengembangan kecerdasan buatan (AI) perusahaan setelah Apple Intelligence dianggap gagal, menjadikan langkah ini sebagai aksi penutup kariernya yang paling tidak biasa. Dalam sebuah laporan eksklusif dari Mark Gurman di Bloomberg, terungkap bahwa Cook memutuskan untuk memegang kendali penuh atas proyek AI Apple, termasuk perombakan besar-besaran pada Siri, hanya beberapa bulan sebelum ia menyerahkan jabatannya kepada John Ternus pada 1 September 2026.
Keputusan ini menandai perubahan drastis dalam gaya kepemimpinan Cook. Selama lebih dari satu dekade menjabat sebagai CEO, Cook dikenal sebagai eksekutif yang memberikan kepercayaan penuh kepada para bawahannya untuk menentukan arah pengembangan produk. Ia biasanya hanya duduk dalam sesi demo, memberikan opini, dan membiarkan para letnannya mengambil keputusan strategis. Namun, kegagalan Apple Intelligence mengubah segalanya.
Menurut laporan tersebut, Cook mulai terlibat langsung dalam peta jalan pengembangan AI, menyuarakan preferensinya untuk fitur-fitur tertentu, dan bahkan membuat keputusan sepihak mengenai rencana Apple. Ia kemudian mengumpulkan seluruh karyawan dalam sesi all-hands selama satu jam dan menyatakan bahwa AI adalah peluang yang “sama besar atau lebih besar” dari internet, ponsel pintar, cloud, dan aplikasi. “Peluang ini milik kita untuk digenggam,” kata Cook kepada stafnya, seperti dikutip dari laporan tersebut.

Krisis Kepercayaan di Internal Apple
Langkah Cook ini muncul setelah serangkaian pertemuan internal yang memanas, di mana para petinggi Apple saling berdebat mengenai siapa yang harus memperbaiki Siri. Federighi dan eksekutif lainnya dianggap telah gagal total dalam mengembangkan teknologi yang bahkan tidak masuk radar Apple saat ChatGPT diluncurkan pada akhir 2022. Cook menekan mereka untuk segera berbenah, percaya bahwa kinerja mereka di bawah standar pada teknologi yang kini menjadi prioritas utama perusahaan.
Beberapa minggu setelah pertemuan tersebut, kepala layanan Apple Eddy Cue secara terbuka mengatakan bahwa AI bisa mengguncang bisnis iPhone dalam satu dekade ke depan. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya Apple memandang ancaman dari kompetitor seperti Google, yang sudah lebih dulu meluncurkan Gemini sebagai asisten default pada Pixel 10.
Untuk konteks, Google telah mengumumkan Gemini menggantikan Asisten lama mereka pada Maret 2025, dan kini Gemini sudah menjadi asisten default di Pixel 10. Sementara itu, Apple masih berjuang untuk merilis Siri yang telah diperbarui. Meskipun transisi Google juga mengalami keterlambatan hingga 2026, perbedaan utamanya adalah bahwa Apple dipimpin langsung oleh CEO-nya yang turun tangan secara pribadi.
Baca Juga:
Reaksi Publik dan Keraguan
Keputusan Cook ini menuai reaksi beragam. Di Reddit, seorang pengguna dengan tegas menyatakan bahwa Cook bukanlah CEO yang dibutuhkan Apple dan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk setelambat ini dengan Siri dalam kondisi yang begitu buruk. Pengguna yang sama mengeluhkan bahwa satu-satunya interaksinya dengan Siri saat ini adalah masuk ke pengaturan untuk menghentikannya membaca teks dengan keras melalui headphone pada momen yang salah.
Meskipun ini hanya pendapat satu orang, sentimen tersebut mencerminkan kekecewaan yang telah lama mengikuti cerita AI Apple. Pertanyaan besarnya adalah: apakah Apple benar-benar bisa mengejar ketertinggalan?

WWDC 2026: Momen Penentu
Semua mata kini tertuju pada WWDC 2026 yang akan digelar pekan depan. Acara ini diyakini akan menjadi panggung bagi Apple untuk memamerkan Siri yang telah diperbarui secara fundamental. Bagi Cook, ini adalah kesempatan terakhirnya untuk membuktikan bahwa Apple masih relevan dalam perlombaan AI. Pidato perpisahan Cook di WWDC 2026 diperkirakan akan menjadi momen emosional sekaligus titik balik bagi strategi AI Apple.
Namun, keraguan tetap ada. “AI adalah milik kita untuk digenggam” mungkin kalimat yang bagus untuk menyemangati karyawan, tetapi celah antara keyakinan yang ditunjukkan Apple dengan apa yang benar-benar dirilis belum tertutup. Pidato penyemangat tidak berjalan di ponsel. Fiturlah yang berjalan.
Jika Cook berhasil mematahkan kebiasaan satu dekadenya dan menghadirkan Siri yang benar-benar berguna, maka langkah ini akan menjadi akhir yang sempurna untuk kariernya. Namun, jika tidak, ini akan menjadi noda terbesar dalam warisannya sebagai CEO Apple.
Menarik untuk dicermati bahwa Apple juga tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran menjelang masa transisi kepemimpinan. Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi di level produk, tetapi juga di struktur organisasi perusahaan.
Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa adalah: apakah cukup bagi seorang CEO untuk mengambil alih kemudi di menit-menit terakhir? Ataukah ini hanya menunjukkan bahwa masalah sudah terlalu dalam untuk diperbaiki dalam waktu singkat? Jawabannya akan segera terlihat di WWDC 2026.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.