πŸ“‘ Daftar Isi

Peta cekungan subglasial berbentuk kipas di Antartika Timur

Ilmuwan Temukan Struktur Raksasa di Bawah Es Antartika

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Ilmuwan temukan struktur geologi raksasa bernama East Antarctic Fan-shaped Basin Province di bawah es Antartika
  • Struktur ini terdiri dari cekungan Wilkes, Aurora, dan Danau Vostok yang sebelumnya dipelajari terpisah
  • Terbentuk melalui proses distributed rotational extension selama jutaan tahun
  • Membentang di bawah sekitar setengah dari Lapisan Es Antartika Timur
  • Temuan dipublikasikan di jurnal Nature dan penting untuk memahami respons es terhadap perubahan iklim

Telset.id – Tim peneliti internasional berhasil mengidentifikasi struktur geologi raksasa yang terkubur sekitar dua mil di bawah lapisan es tebal Antartika. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan diumumkan melalui siaran pers resmi, mengungkapkan cekungan raksasa yang sebelumnya tidak pernah dikenali sebagai satu kesatuan utuh.

Struktur yang dinamai East Antarctic Fan-shaped Basin Province ini terdiri dari formasi glasial yang sudah dikenal sebelumnya, seperti wilayah cekungan subglasial Wilkes dan Aurora di Antartika Timur, serta Danau Vostok, danau subglasial terbesar yang diketahui di planet ini. Selama bertahun-tahun, fitur-fitur ini dipelajari secara terpisah, namun belum pernah dianggap sebagai bagian dari teka-teki yang lebih besar.

Peta cekungan subglasial berbentuk kipas di Antartika Timur yang baru diidentifikasi

Menurut para peneliti, formasi yang baru diidentifikasi ini kemungkinan merupakan salah satu fitur Bumi terbesar dari jenisnya. Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk memvalidasi temuan tersebut, struktur ini diyakini sangat penting untuk memahami bagaimana Antartika terbentuk dan bagaimana tiga lapisan es utamanya akan merespons pemanasan iklim global.

Metode Pemetaan dan Proses Pembentukan

Untuk memetakan struktur raksasa ini, para ilmuwan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk observasi geologi, pengukuran gravitasi, data magnetik, dan model kerak Bumi. Kombinasi data tersebut mengarahkan para peneliti pada kesimpulan bahwa fitur geologi ini kemungkinan terbentuk melalui proses yang disebut distributed rotational extension, di mana kerak benua perlahan meregang ke luar dari titik pusat selama jutaan tahun.

Proses ini menjelaskan bagaimana cekungan-cekungan besar di bawah es Antartika terbentuk dalam skala waktu geologis yang sangat panjang. Pemahaman tentang mekanisme ini menjadi kunci untuk memprediksi perubahan lanskap di masa depan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Dampak pada Lapisan Es Antartika

Para penulis studi menekankan pentingnya temuan ini dalam pernyataan resmi mereka. β€œKarena cekungan-cekungan ini mendasari sekitar setengah dari Lapisan Es Antartika Timur, mereka kemungkinan besar akan sangat memengaruhi aliran es dan evolusi lanskap, menjadikannya penting bagi proses glasial dan hidrologi Antartika,” tulis para penulis studi tersebut.

Implikasi dari penemuan ini sangat luas. Dengan memahami struktur dasar di bawah es, para ilmuwan dapat membuat model yang lebih akurat tentang bagaimana lapisan es akan bergerak dan mencair sebagai respons terhadap suhu global yang meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian terkini yang menunjukkan percepatan pencairan di beberapa wilayah Antartika, termasuk upaya para ilmuwan untuk mendirikan pos terdepan di gletser yang mencair dengan cepat.

Temuan ini juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang sejarah geologi Antartika. Struktur yang baru diidentifikasi ini bisa menjadi kunci untuk memahami bagaimana benua es tersebut berevolusi selama jutaan tahun, termasuk periode ketika iklim Bumi jauh lebih hangat daripada sekarang.

Ke depannya, para peneliti berencana untuk melakukan studi lebih mendalam menggunakan teknik pencitraan seismik dan pengeboran es untuk memverifikasi keberadaan dan karakteristik struktur ini. Setiap informasi baru tentang formasi geologi di bawah es Antartika akan sangat berharga, tidak hanya untuk memahami masa lalu Bumi, tetapi juga untuk memprediksi masa depannya di tengah perubahan iklim yang cepat.

Komentar

Belum ada komentar.