Sebagian dari Anda mungkin masih ingat, saat-saat di mana kita belum mengenal adanya powerbank. Mentenagai ponselĀ hingga penuh, dengan tujuan membuatnya pertahan seharian, adalah sebuah penantian tersendiri.
Adakalanya Anda bahkan harus tidur terlebih dahulu, sebelumnya akhirnya terbangun dan mendapati gadget kesayangan Anda itu telah berada dalam kondisi yang benar-benar fit, alias terisi penuh.
Tapi, itu dulu. Beberapa tahun yang lalu lebih tepatnya. Sebelum akhirnya kita terselamatkan atau paling tidak dibuat lega dengan adanya powerbank. Kita tidak perlu lagi memaksakan diri mentenagai ponsel di malam hari, membuatnya penuh sepenuh-penuhnya, hingga bisa membantu kita tetap mobile dan terkoneksi keesokan harinya.
Yang harus kita lakukan cukup menyiapkan powerbank dan membawanya kemana-mana. Tapi tentu saja, dengan catatan Anda telah terlebih dahulu mengisi dayanya.
Sebagai ilustrasi, jika Anda memiliki ponsel dengan kapasitas baterai 2500 mAh, sementara powerbank yang Anda bawa berkapasitas 10.000 mAh, berarti Anda dapat melakukan pengisian daya setidaknya tiga kali. Lumayan bukan, jika tidak bisa dibilang sangat membantu.
Tak heran, jika kemudian powerbank menjadi begitu populer. Khususnya di mata mereka yang lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah, yang lebih sering berada di perjalanan, dan yang selalu kesulitan menemukan sumber daya. Nah, apakah Anda termasuk salah satunya?
Fast Charging
Fast Charging
Well, sebagian besar pemilik ponsel pintar mungkin akan menjawab āya,ā namun tidak demikian dengan pengguna handset teranyar Samsung. Katakan saja, Galaxy S6 Edge.Ā Alasannya tentu saja tidak dikarenakan keterbatasan uang untuk membeli powerbank.
Sebaliknya, pengguna S6 Edge merasa cukup tertolong dengan adanya fitur pengisian cepat (Fast Charging) yang dimiliki oleh ponsel ini.
Disebut-sebut sebagai salah satu fitur terbaik pada Galaxy S6 Edge, Fast Charging pada dasarnya sama dengan QuickCharge ā fitur pengisian cepat milik Qualcomm yang bisa ditemukan pada Galaxy Note 4 dan beberapa ponsel kelas atas lainnya ataupun VOOC Rapid Charge yang dimiliki oleh Oppo.
Fitur ini memungkinkan Anda mengisi daya ponsel dengan cepat, dalam jumlah yang banyak, dan dalam waktu yang sangat singkat.
Nah, jika QuickCharge (dalam hal ini versi 2.0) dan VOOC Rapid Charge mampu memanfaatkan waktu 30 menit untuk mendapatkan baterai masing-masing 60% dan 75% (dari posisi 0%), maka teknologi anyar Samsung ini lebih āgaharā. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan mengklaim bahwa Anda akan bisa mendapatkan empat jam penggunaan hanya dalam 10 menit. Hebat, bukan?
Bandingkan dengan ketika Anda mentenagai ponsel Anda dengan metode pengisian biasa (menggunakan charger biasa). Akan dibutuhkan waktu setidaknya dua atau tiga jam untuk membuatnya terisi penuh.
Untuk sebagian orang, khususnya si penyabar yang tidak diburu-buru oleh sesuatu, hal ini mungkin tidak menjadi masalah. Tapi tidak demikian dengan si pebisnis sibuk yang memiliki motto, time is money.
Dua jam terlalu lama, dan menenteng powerbank kemana-mana bukanlah gayanya. Alhasil, fast charging pun menjadi pilihan baginya. Dan itu luar biasa, bagaimana kita bisa mendapatkan umur berjam-jam hanya dalam waktu 10-15 menit.
Wireless Charging
Wireless Charging
Bicara tentang fast charging, fitur ini pada dasarnya adalah yang terbaru dalam teknologi baterai, dan merupakan salah satu cara terbaik yang tersedia saat ini, jika Anda ingin tetap eksis dan tidak ingin terus-menerus dibuat pusing oleh charger (khususnya saat bepergian).
Untuk memanfaatkan fitur ini, Anda hanya perlu menghubungkan Galaxy S6 Edge ke sumber tenaga saat baterai mulai sekarat dan perhatikan bagaimana ponsel itu terisi dengan cepat dalam waktu yang singkat. Tentu saja, dengan catatan Anda telah lebih dulu mengaktifkan fitur ini. Caranya?
- Anda cukup menghubungkan kabel USB ke charger, kemudian ke port Mobile USB Anda.
- Setelah itu, masuklah ke menu Settings.
- Pergi ke pengaturan baterai di dalam pengaturan (Settings).
- Setelah masuk ke opsi Baterai, Anda akan menemukan opsi Rapid Charging dan beri tanda centang.
- Selesai! Kini fitur rapid charging atau fast charging di Galaxy S6 Edge Anda telah aktif.
Cara lainnya, untuk menjaga hidup baterai Anda, yang juga bisa Anda temukan pada Samsung Galaxy S6 Edge, adalah wireless charging dan ultra power saving mode.
Fitur wireless charging atau pengisian nirkabel dapat diakses dengan bantuan wireless charging pad yang dijual secara terpisah. Seperti diketahui, Galaxy S6 ā termasuk S6 Edge, dirancang dengan sistem pengisian nirkabel built-in yang kompatibel dengan dua standar pengisian nirkabel utama, yaitu PMA dan WPC.
Tidak ada tambahan cover atau aksesoris yang diperlukan. Sementara itu fitur Ultra Power Saving Mode dapat digunakan ketika Anda merasa perlu untuk menghemat daya. Ini menjanjikan penggunaan perangkat lebih lama dengan fungsi dasar di bawah kapasitas baterai minimal.[IF/HBS]





