Terungkap! Larangan TikTok karena Lobi-lobi Bos Facebook

Larangan TikTok

Telset.id, Jakarta – Rupanya, Facebook disebut-sebut sebagai dalang di balik larangan TikTok di Amerika Serikat (AS). Dilaporkan, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, melobi pejabat Washington, untuk melarang TikTok. Ia melakukannya beberapa bulan sebelum Presiden Donald Trump mengancam akan melarang TikTok.

Zuckerberg menyuarakan keprihatinan tentang kebangkitan perusahaan teknologi asal China saat melakukan jamuan makan malam pada Oktober 2-19 dengan Trump, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, dan taipan Peter Thiel.

Bos Facebook tidak ingat membahas TikTok secara khusus. Ia berpendapat bahwa perusahaan internet China menimbulkan ancaman bagi bisnis AS dan harus mendapat perhatian lebih besar daripada hanya sibuk ingin mengekang Facebook.

Zuckerberg memang berbicara tentang TikTok dalam pertemuan dengan para senator. Ia sempat bertanya kepada beberapa pebisnis China di Kongres, kenapa TikTok diizinkan beroperasi di AS saat perusahaan AS tidak dapat berbisnis di China.

{Baca juga: 5 Medsos Paling Populer di Dunia, Semuanya Bikin Lupa Waktu!}

Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Rabu (26/08/2020), di antara pejabat yang ditemui Zuckerberg pada September 2019 adalah Chuck Schumer dan Tom Cotton, yang menyerukan penyelidikan intelijen TikTok pada Oktober 2019.

Zuckerberg juga menggali informasi di TikTok dalam pidatonya pada 17 Oktober 2019 di Universitas Georgetown tentang peran Facebook dalam menegakkan kebebasan berekspresi. “Protes terhadap Facebook disensor di TikTok,” cetusnya.

Pejabat AS mempersoalkan operasional TikTok setelah dorongan Zuckerberg. FBI meluncurkan tinjauan keamanan nasional atas aplikasi tersebut pada awal November 2019. Dan, berakhir pada keputusan larangan TikTok di AS oleh Trump.

Aset TikTok di AS Wajib Dijual

Presiden Donald Trump memberi waktu 90 hari kepada ByteDance untuk melepaskan semua aset yang digunakan untuk mendukung aplikasi TikTok di AS.

Perintah eksekutif Trump mengatakan, ada bukti kredibel yang meyakinkan bahwa ByteDance mungkin telah melakukan tindakan salah yang mengancam dan merusak keamanan nasional AS.

{Baca juga: Trump Perintahkan ByteDance Jual Semua Aset TikTok di AS}

Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menyatakan bahwa Trump menjalankan otoritas darurat di bawah UU 1977 yang memungkinkan mengatur perdagangan internasional, termasuk kebijakan larangan TikTok.

“Pemerintah berkomitmen untuk melindungi rakyat AS dari semua ancaman dunia maya. TikTok mengumpulkan sejumlah besar data pribadi pengguna,” kata McEnany seraya menegasakan bahwa China ada di belakang TikTok.

Perusahaan Teknologi yang Melirik TikTok

Microsoft dan Oracle rumornya menjadi dua kandidat kuat yang bakal mengakuisisi operasional TikTok di AS. Kedua perusahaan kabarnya sudah melakukan diskusi dengan ByteDance.

Oracle dinilai memiliki sumber daya mumpuni untuk bersaing dengan perusahaan seperti Microsoft. Sebab, Microsoft sendiri memang merencanakan akuisisi yang jauh lebih besar daripada yang diduga.

Sebuah sumber anonim nan terpercaya membeberkan bahwa Microsoft mungkin tidak hanya tertarik dengan operasional TikTok di AS. Microsoft kemungkinan akan mencaplok operasional global perusahaan tersebut.

{Baca juga: Oracle Juga Tertarik Akuisisi TikTok?}

Apabila rumor dari sumber itu benar, Microsoft akan mengontrol TikTok secara keseluruhan di seluruh dunia. Bahkan, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates tersebut bisa saja menguasai TikTok Douyin versi China.

Laporan juga mengklaim bahwa Microsoft akan memberi ByteDance waktu selama satu tahun untuk memisahkan diri dari TikTok. Rentang waktu tersebut bisa dipakai untuk mengatasi masalah keamanan data yang mungkin ada. (SN/MF)

SOURCENew York Post
Previous articleBug Gmail Mudahkan Hacker Tipu Pengguna Lewat “Spoofing”
Next articleAkun yang Viralkan “Pesta Covid” di Instagram Dihapus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here