Telset.id – ZTE dan XLSMART resmi meluncurkan pusat inovasi di Jakarta untuk mendukung pengembangan teknologi 5G-Advanced (5G-A) dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Peluncuran itu berlangsung di kantor ZTE Indonesia yang berlokasi di The East Building, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pusat inovasi ini akan berfungsi sebagai platform praktis untuk menguji penerapan teknologi di dunia nyata. Fasilitas itu juga akan mengeksplorasi model bisnis berbasis 5G baru di berbagai sektor industri di Indonesia.
Selain itu, pusat tersebut diharapkan dapat menyediakan platform terbuka bagi para pelaku industri, institusi akademis, dan mitra ekosistem. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mengembangkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Peluncuran pusat inovasi itu dihadiri oleh sejumlah perwakilan senior dari pemerintah maupun industri. Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (RI) Nezar Patria.
Turut hadir pula Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, Chairman Sinarmas Telecommunication & Technology Franky Oesman Widjaja, serta Wakil Presiden Senior (SVP) sekaligus Presiden ZTE Corporation untuk Asia-Pasifik dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (Commonwealth of Independent States/CIS) Zhang Jianpeng.
Selain itu, hadir juga Ketua Umum Kamar Dagang China di Indonesia Sun Shangbin, Direktur Kereta Cepat untuk KCIC Zhang Ming, serta anggota-anggota tim manajemen XLSMART lainnya.
Pusat inovasi itu menghadirkan beberapa teknologi inti. Teknologi tersebut mencakup optimisasi jaringan berbasis AI, konektivitas 5G-Advanced dengan latensi rendah, infrastruktur digital yang hemat energi, serta penelitian terhadap teknologi komunikasi masa depan.
Semua teknologi itu bertujuan untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan memperkuat peta jalan konektivitas jangka panjang di tanah air.
Shurish Subbramaniam, direktur sekaligus chief technology officer XLSMART, mengatakan pusat tersebut menandai langkah strategis dalam upaya XLSMART untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Dia menambahkan bahwa kemitraan dengan ZTE akan membantu mempercepat adopsi teknologi 5G-Advanced dan AI.
“Kemitraan ini sekaligus menciptakan peluang bisnis baru dan meningkatkan daya saing digital Indonesia di kawasan,” ujar Shurish Subbramaniam.
Sementara itu, Richard Liang, presiden direktur ZTE Indonesia, mengatakan Indonesia memiliki potensi signifikan dalam transformasi digital di kawasan ASEAN. Dia menuturkan bahwa pusat tersebut akan menggabungkan pengalaman inovasi global ZTE dengan wawasan pasar lokal.
“Pusat ini akan mendukung pengembangan infrastruktur digital yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Richard Liang.
ZTE dan XLSMART menyatakan bahwa pusat inovasi ini diharapkan akan menjadi rujukan regional untuk inovasi telekomunikasi di ASEAN. Kedua perusahaan juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung transformasi digital Indonesia melalui kerja sama lintas sektor yang lebih luas.




