📑 Daftar Isi

Xiaomi Peringatkan Kenaikan Harga Smartphone Akibat Chip Memori

Xiaomi Peringatkan Kenaikan Harga Smartphone Akibat Chip Memori

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – CEO Xiaomi, Lei Jun, memperingatkan bahwa harga smartphone berpotensi semakin mahal dalam beberapa tahun ke depan seiring kenaikan harga chip memori yang terus berlanjut di industri.

Peringatan ini disampaikan Lei Jun dalam acara peluncuran Xiaomi 17 Max. Ia menyarankan pengguna yang rutin melakukan upgrade ponsel setiap tahun untuk mempertimbangkan pembelian lebih awal. Menurutnya, kenaikan biaya komponen saat ini bisa mendorong harga smartphone lebih tinggi di masa depan.

Usai acara peluncuran, Lei Jun mengatakan kepada media bahwa Xiaomi termasuk salah satu merek ponsel pertama yang secara publik memperingatkan tentang kenaikan harga memori tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa biaya chip memori diperkirakan akan terus meningkat setidaknya selama dua tahun ke depan, memberikan tekanan tambahan pada industri smartphone.

Lei Jun menjelaskan bahwa kenaikan harga penyimpanan dan memori sudah mempengaruhi biaya produksi untuk smartphone dan produk elektronik konsumen lainnya. Meskipun demikian, Xiaomi berupaya mengurangi dampak pada pelanggan dengan meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan melakukan optimalisasi teknologi internal.

Lei Jun mengatakan perusahaan sedang berusaha menyerap sebagian biaya tambahan alih-alih langsung membebankannya kepada pembeli. Namun, ia juga menyarankan bahwa menjaga harga tetap stabil mungkin akan semakin sulit jika biaya memori terus naik dengan laju saat ini.

Peringatan Berkelanjutan dari Pejabat Xiaomi

Lu Weibing, presiden Xiaomi Group, baru-baru ini menyampaikan pandangan serupa dalam sebuah siaran langsung publik. Ia memprediksi bahwa beberapa smartphone flagship premium dari merek China secara resmi bisa menembus angka 10.000 yuan (sekitar $1.470) pada akhir tahun ini.

Lu Weibing juga mengklaim bahwa kenaikan harga memori saat ini mungkin akan berlanjut setidaknya hingga akhir 2027, dengan kemungkinan tren berlanjut hingga 2028. Menurutnya, tekanan pada komponen hulu utama tidak mungkin mereda dalam waktu dekat.

Pasar smartphone sudah mulai merasakan dampaknya. Sejak Maret tahun ini, banyak model smartphone di China dilaporkan mengalami kenaikan harga berkisar antara 200 hingga 400 yuan akibat biaya komponen yang lebih tinggi.

Lei Jun menegaskan bahwa perusahaan sedang berusaha menyerap sebagian biaya tambahan daripada langsung membebankannya ke konsumen. Namun, ia mengakui bahwa menjaga harga tetap stabil akan semakin sulit jika biaya memori terus meningkat dengan laju saat ini.

Peringatan ini muncul di tengah tren kenaikan harga komponen global yang mempengaruhi berbagai sektor elektronik. Xiaomi, sebagai salah satu pemain utama di pasar smartphone global, berupaya menyeimbangkan antara biaya produksi yang meningkat dan daya beli konsumen.

Dengan proyeksi kenaikan harga yang berlanjut hingga 2027 atau bahkan 2028, konsumen mungkin perlu mempertimbangkan ulang strategi upgrade ponsel mereka. Keputusan untuk membeli lebih awal bisa menjadi langkah bijak untuk menghindari harga yang lebih tinggi di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar.