📑 Daftar Isi

Malaysia Terapkan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun per 1 Juni

Malaysia Terapkan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun per 1 Juni

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Malaysia akan memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini mewajibkan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menerapkan sistem verifikasi usia bagi seluruh penggunanya di negara tersebut.

Keputusan ini diambil setelah kabinet Malaysia menyetujui aturan baru tersebut pada November 2025. Langkah Malaysia mengikuti jejak Australia yang lebih dulu mengesahkan undang-undang serupa, meskipun aturan di Malaysia akan berlaku lebih cepat.

Beberapa negara lain juga mulai menerapkan regulasi serupa untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Indonesia termasuk salah satu negara yang turut memperkenalkan aturan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak. Sementara itu, Inggris dan Spanyol masih dalam tahap mempertimbangkan kebijakan serupa.

Aturan Verifikasi Usia yang Ketat

Berdasarkan aturan baru ini, anak-anak di bawah 16 tahun tidak diizinkan mendaftar akun media sosial. Platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube wajib menerapkan langkah verifikasi usia untuk memastikan tidak ada pengguna di bawah usia minimum di Malaysia.

Pengguna baru harus melalui proses verifikasi saat mendaftar, sementara pengguna lama akan diminta memverifikasi bahwa usia mereka di atas 16 tahun. Pemerintah Malaysia menyatakan, “Langkah ini bertujuan untuk mengurangi paparan anak-anak terhadap konten berbahaya, interaksi yang tidak aman, dan fitur platform yang mungkin tidak sesuai dengan usia mereka.”

Sifat aturan ini adalah results-based, artinya platform online bebas memilih teknologi dan metode verifikasi usia yang akan digunakan. Namun, mereka diwajibkan menerapkan sistem yang mengandalkan identitas pemerintah yang dikeluarkan oleh Malaysia atau “otoritas kompeten di yurisdiksi lain” untuk verifikasi.

Situs web dan aplikasi harus memblokir pengguna yang gagal verifikasi agar tidak dapat membuat akun, serta membatasi akses bagi pengguna yang sudah ada. Langkah ini mirip dengan yang diterapkan di Australia, di mana Meta menutup 550 ribu akun anak di platformnya.

Mekanisme Pelaporan dan Masa Tenggang

Selain menerapkan verifikasi usia, perusahaan media sosial juga diwajibkan menyediakan “mekanisme pelaporan yang jelas dan mudah diakses untuk konten berbahaya yang mempengaruhi penggunaan anak.” Mereka diharapkan memperkenalkan “perlindungan yang sesuai dengan usia dan fitur keamanan-by-design” serta menindaklanjuti laporan yang melibatkan akun yang diduga dimiliki oleh pengguna di bawah 16 tahun.

Mengingat 1 Juni hanya tinggal beberapa hari lagi, Malaysia memberikan masa tenggang kepada perusahaan media sosial untuk menerapkan proses verifikasi usia. Pemerintah Malaysia tidak menyebutkan berapa lama waktu yang diberikan, hanya mengatakan bahwa waktunya akan “wajar” dan akan memberi tahu penyedia media sosial tentang tenggat waktu yang relevan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari tren global yang semakin ketat dalam mengatur akses anak-anak ke media sosial. Aturan serupa di Australia sempat menuai perdebatan, terutama terkait pengecualian untuk platform tertentu seperti YouTube.

Penerapan aturan ini di Malaysia menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari risiko dunia digital. Dengan pendekatan yang berorientasi pada hasil, platform memiliki fleksibilitas dalam memilih teknologi verifikasi, namun tetap harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap cara platform media sosial beroperasi di Malaysia, terutama dalam hal pengumpulan data identitas pengguna dan sistem verifikasi. Perusahaan teknologi kini harus beradaptasi dengan regulasi yang semakin ketat di berbagai negara.

Meski demikian, efektivitas aturan ini masih perlu diuji, terutama dalam hal penegakan dan kepatuhan platform. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa implementasi teknis verifikasi usia seringkali menghadapi tantangan, termasuk masalah privasi data dan akurasi sistem identifikasi.

Langkah Malaysia ini menambah daftar panjang negara yang berupaya melindungi anak-anak di ranah digital. Dengan dimulainya penerapan pada 1 Juni, semua mata kini tertuju pada bagaimana platform dan regulator menjalankan kebijakan ini.

Komentar

Belum ada komentar.