Warren Buffet Tak Jadi Investasi di Uber, Kenapa?

Telset.id, Jakarta – Pengusaha kaya raya Warren Buffett berencana melakukan investasi senilai USD 3 miliar di Uber Technologies Inc pada awal tahun ini. Namun, perselisihan soal penentuan kesepakatan membuat transaksi tersebut batal.

Dikutip dari Reuters, rencananya Buffett Berkshire Hathaway Inc akan memberi pinjaman konvertibel ke Uber. Pinjaman tersebut bakal melindungi investasi Buffett seandainya Buffett Berkshire Hathaway Inc. tiba-tiba mengalami krisis keuangan.

Chief Executive Officer Uber, Dara Khosrowshahi, tidak sepakat. Ia mengusulkan supaya ada penurunan nilai kesepakatan menjadi USD 2 miliar. Tawaran tersebut membuat bagian Buffett di Uber menjadi lebih kecil.

Melalui proses tarik ulur, kesepakatan akhirnya batal. Buffett mengatakan bahwa beberapa rincian mengenai nilai investasi Buffett Berkshire Hathaway Inc yang dilaporkan tidaklah tepat. Namun, ia menegaskan bahwa Berkshire memang memiliki pembicaraan dengan Uber.

Buffett memang telah lama menghindari sektor teknologi dalam berinvestasi. Namun, kenyataannya, ia menjadi pemegang saham terbesar Apple Inc. Ia mengaku menyesal memutuskan tidak dari awal menginvestasikan dana di Google dan Amazon.

Baca juga: Lima Persen Saham Apple Tak Cukup untuk Buffett 

Buffett Berkshire Hathaway Inc memiliki lebih dari 90 lini bisnis, termasuk rel kereta api BNSF, asuransi mobil Geico, es krim Dairy Queen, dan berbagai industri, utilitas, serta perusahaan kimia. Nilai asetnya mencapai USD108,6 miliar dalam bentuk tunai maupun nontunai.

Yang menarik dari sosok Buffet, meski memiliki harta bejibun, setiap hari hanya menggunakan ponsel lawas untuk berkomunikasi. Ia setia memakai ponsel lipat Samsung zaman dahulu. Padahal, ia bisa saja membeli atau bahkan meminta ponsel iPhone X kepada Apple. [SN/IF]

Source Link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here