Telset.id – Sejumlah tenaga penjualan (reps) T-Mobile melaporkan kehilangan penjualan secara langsung akibat penerapan aplikasi T-Life yang diwajibkan untuk setiap transaksi di toko. Keluhan ini mencuat di forum Reddit, di mana para rep mengungkapkan bahwa pelanggan memilih pergi daripada mengikuti proses digital yang rumit.
Sejak 1 Agustus mendatang, seluruh proses upgrade dan manajemen paket serta jalur akan ditangani oleh T-Life. Kebijakan ini sebenarnya sudah berjalan beberapa waktu terakhir, memicu situasi di mana pelanggan yang datang ke toko T-Mobile untuk mengganti ponsel rusak justru tidak jadi membeli. Alasan utamanya, pelanggan tersebut tidak bisa mengakses T-Life.
Seorang rep dari toko T-Mobile SiS (store inside a store) yang merupakan kios atau mini-booth di dalam toko pihak ketiga yang lebih besar, mengungkapkan pengalamannya. Toko SiS biasanya berada di lokasi ramai seperti Costco, Walmart (2.300 toko di seluruh AS), Best Buy, dan Target. Rep tersebut, yang memposting di Reddit sebagai “Fusionhero,” mengatakan bahwa di lokasinya, T-Life baru saja diluncurkan bulan ini. Ia menyebutkan bagaimana pelanggan T-Mobile mulai menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap transisi operator menuju penyedia digital.
“Fusionhero” menambahkan bahwa tiga akun pelanggan pergi begitu saja karena tidak menyukai proses yang mengharuskan mereka menggunakan T-Life untuk hampir semua hal. Rep lain juga angkat bicara, mengonfirmasi bahwa mereka kehilangan penjualan karena T-Life.
Kisah Nyata Kehilangan Pelanggan di Depan Mata
Salah satu rep yang dikenal di Reddit sebagai “TrainerAngel,” bekerja di toko T-Mobile COR biasa. Ia sedang dalam proses menjual smartwatch kepada seorang pelanggan. Sesuai prosedur perusahaan, ia meminta ponsel pelanggan, kemungkinan untuk menambahkan aplikasi T-Life agar transaksi bisa diproses. Namun, pelanggan tersebut menolak memberikan ponselnya dan langsung bangkit lalu meninggalkan toko.

Rep yang sama mengatakan bahwa T-Life telah merugikannya dalam beberapa penjualan lainnya. Ia menulis, “Sepertinya T-Mobile tidak menyadari betapa buruknya ini; pelanggan akan pindah dan tidak mau berurusan dengan ini.” Ia juga mempertanyakan mengapa Srini Gopalan sangat bergantung pada T-Life dan AI.
Seorang pelanggan T-Mobile dan pengguna Reddit, Guilty_Bid785, memberikan kesaksian dari sisi konsumen. Ia mengeluhkan koneksi T-Life yang sering terputus di tengah sesi bantuan melalui teks dengan perwakilan layanan pelanggan. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian masalah bertambah 30 menit, atau aplikasi bahkan benar-benar macet saat ia melakukan pemesanan. Menurutnya, T-Life dan AI justru akan menyebabkan hilangnya pendapatan.
Redditor “dakbailey” menulis bahwa ia dulu bekerja untuk TPR (reseller resmi T-Mobile) dan mengatakan bahwa T-Life dipaksakan kepadanya sebelum rep di toko korporat harus menggunakannya. “Tidak terhitung berapa banyak akun yang pergi meninggalkan saya,” katanya.
Penjualan Hilang Akibat Sistem Anti-Fraud yang Kaku
Masalah lain yang dihadapi rep adalah ketidakmampuan mereka menangani transaksi mencurigakan. Seorang salesman T-Mobile, yang memposting sebagai “antihero_84,” mengaku kehilangan sekitar 25 jalur (lines) akibat penonaktifan (deactivation) yang jelas-jelas merupakan penipuan. “Itu adalah penipuan yang JELAS, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” tulisnya.
Konsep di balik aplikasi T-Life adalah membantu operator bertransisi menjadi Mobile Network Operator (MNO) yang sepenuhnya digital. Secara teori, ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi jumlah rep, membayar lebih sedikit komisi, menutup toko untuk mengurangi biaya sewa, dan meningkatkan pendapatan langsung ke laba bersih. Namun, jika banyak rep mengalami kesulitan menutup penjualan karena T-Life, apakah operator ini membuat kesalahan?
Keluhan umum lainnya dari karyawan T-Mobile tentang T-Life, selain sesekali tidak berfungsi, adalah mereka tidak mendapatkan kredit untuk penjualan jika alamat email yang diberikan pelanggan kepada salesman tidak sama dengan yang digunakan untuk T-Life. Hal ini juga bisa terjadi jika pelanggan tidak check-in dengan benar dan memberikan alamat email yang salah saat menggunakan aplikasi T-Life di dalam toko.
Baca Juga:
Mayoritas rep setuju bahwa perusahaan telah menginvestasikan terlalu banyak waktu dan uang untuk menyebut transisi ini sebagai kegagalan. Mereka hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana hasilnya dalam satu tahun ke depan bagi T-Mobile, para rep, dan pelanggannya.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun T-Mobile mungkin tidak peduli apakah tenaga penjualnya frustrasi hingga keluar, dampak langsung terhadap pelanggan dan pendapatan jangka pendek patut menjadi perhatian. Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi terkini, Anda dapat membaca artikel tentang Galaxy A56 & A36.
Selain itu, tips fotografi juga bisa menjadi bacaan menarik untuk mengisi waktu.





Komentar
Belum ada komentar.