📑 Daftar Isi

T-Mobile pusat teknologi global di Hyderabad India

T-Mobile PHK di AS, Rekrut 1.000 Karyawan di India

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • T-Mobile membuka pusat teknologi global di Hyderabad, India seluas 250.000 kaki persegi
  • Perusahaan berencana merekrut sekitar 1.000 karyawan pada 2027
  • Langkah ini terjadi di tengah PHK di AS sejak akhir 2025 yang menghantam berbagai departemen
  • T-Mobile mengklarifikasi tidak memindahkan peran dari AS ke India, tim di AS tetap merekrut
  • Pusat di India akan menangani rekayasa perangkat lunak, DevOps, pengembangan produk, dan keamanan siber
  • T-Mobile juga menutup toko ritel dan mendorong penggunaan aplikasi T-Life

Telset.id – T-Mobile membuka pusat teknologi global di Hyderabad, India, dan berencana merekrut sekitar 1.000 karyawan pada 2027. Langkah ini terjadi di tengah gelombang PHK yang dilakukan operator seluler AS tersebut sejak akhir 2025.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari PhoneArena pada 5 Juni 2026, T-Mobile meresmikan Global Capability Center (GCC) di Hyderabad seluas 250.000 kaki persegi. Pusat ini akan menangani tugas-tugas teknis berat seperti rekayasa perangkat lunak, DevOps, pengembangan produk, analitik data, dan keamanan siber.

Keputusan ini memicu perdebatan karena terjadi bersamaan dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat. T-Mobile mulai melakukan PHK pada akhir 2025 dan berlanjut hingga 2026. Pada akhir 2024, perusahaan memiliki 70.000 karyawan, meskipun angka terbaru belum tersedia.

Sebagian PHK berasal dari akuisisi UScellular yang menyebabkan tumpang tindih peran korporat. Jumlah pasti pekerja yang dipecat tidak diketahui, tetapi PHK dilaporkan menghantam berbagai departemen, termasuk staf penjualan dan teknisi.

Klarifikasi T-Mobile

Menanggapi pemberitaan, T-Mobile memberikan klarifikasi pada 5 Juni 2026. Juru bicara T-Mobile menegaskan bahwa AS tetap menjadi fokus utama perusahaan. “TMUS Global Solutions yang diluncurkan pada 2025 hanya memindahkan tim kontraktor dan vendor jangka panjang di India menjadi karyawan, lalu memindahkan mereka ke kantor baru,” jelas pernyataan resmi perusahaan.

TMUS Global Solutions adalah afiliasi T-Mobile yang berbasis di Hyderabad, pusat teknologi yang dikenal memiliki kumpulan insinyur dan talenta TI kelas dunia. Organisasi ini mendukung fungsi teknologi dan teknik internal dan tidak menyediakan layanan yang berhadapan langsung dengan pelanggan.

“Untuk mengatakan atau menyiratkan bahwa kami memindahkan peran dari AS ke India tidaklah akurat. Di AS, tim teknologi kami terus merekrut untuk memberikan pengalaman digital terbaik,” tegas juru bicara T-Mobile.

Chandra Gupta, VP Operasi TI TMUS Global Solutions, menyatakan pada Mei 2026, “Pusat teknologi global kami di Hyderabad akan memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan teknik dan digital kami sambil memungkinkan tim membangun solusi yang mendukung pelanggan dan prioritas bisnis kami.”

Pemerintah India mencatat bahwa GCC di negara tersebut telah berkembang menjadi kantor lokal bagi perusahaan internasional, menyediakan dukungan dalam berbagai fungsi. T-Mobile mengklaim pusat di India bukan sekadar hub outsourcing, melainkan bagian dari strategi inovasi global.

PHK dan Penutupan Toko

Selain PHK, T-Mobile juga dilaporkan mulai menutup lokasi ritel milik perusahaan (COR), termasuk toko-toko berkinerja tinggi. Langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk memiliki lebih sedikit toko di masa depan.

Perusahaan secara aktif mendorong pelanggan untuk lebih mandiri dengan menggunakan aplikasi T-Life daripada mengunjungi toko atau menghubungi layanan pelanggan. Kebijakan ini menuai kontroversi karena beberapa perwakilan T-Mobile mengaku kehilangan penjualan akibat aplikasi T-Life.

T-Mobile bukan satu-satunya operator yang melakukan pemangkasan staf. Verizon memberhentikan 13.000 karyawan tahun lalu. Sektor teknologi secara lebih luas juga memangkas lebih banyak pekerjaan pada Mei 2026 dibandingkan dua tahun terakhir, sebagian besar karena peningkatan belanja AI.

Dalam konteks ini, langkah T-Mobile merekrut di India dianggap sebagai upaya penghematan biaya. Dengan penerapan persyaratan visa yang lebih ketat oleh pemerintahan saat ini, perusahaan mungkin menilai lebih praktis membuat pusat baru di India daripada membawa pekerja ke AS.

Perusahaan menyatakan pada Januari 2026 bahwa mereka tidak menjeda perekrutan, mengklaim perubahan struktural memastikan kondisi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan. Namun, data menunjukkan bahwa perekrutan terjadi di luar negeri sementara PHK berlangsung di dalam negeri.

Jumlah 1.000 karyawan yang direncanakan untuk direkrut di Hyderabad dianggap tidak signifikan oleh beberapa pihak, namun langkah ini tetap menjadi simbol pergeseran tenaga kerja global di industri telekomunikasi.

T-Mobile menegaskan bahwa tim teknologi di AS terus merekrut untuk memberikan pengalaman digital terbaik. Namun, pengamat industri menilai bahwa pembukaan pusat di India menandakan perubahan strategi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Implikasinya, konsumen mungkin tidak akan merasakan dampak langsung dari perubahan ini. Namun, bagi karyawan T-Mobile di AS, terutama di divisi teknik, langkah ini menimbulkan ketidakpastian tentang masa depan pekerjaan mereka di perusahaan tersebut.

Komentar

Belum ada komentar.