telset

SoftBank dan Honda Kembangkan Mobil yang Bisa Baca Emosi

Telset.id, Jakarta – Connected car adalah hal yang biasa dewasa ini, pun demikian dengan driverless car, atau mobil tanpa pengemudi. Tapi, bagaimana dengan mobil yang bisa membaca emosi? Perusahaan Telekomunikasi dan Internet Jepang, SoftBank, mengutarakan niatnya baru-baru ini, untuk bekerja sama dengan Honda Motor mengembangkan mobil yang bisa membaca emosi.

Untuk mewujudkannya, perusahaan akan menerapkan teknologi robot humanoid yang dimiliki di mobil garapannya sehingga memungkinkan mereka (mobil -red) dapat berkomunikasi dengan si pengedara. Entah itu untuk membantu mereka saat parkir ataupun menawarkan menemani jalan-jalan.

Ide jenius ini datang setelah SoftBank sepakat untuk membeli produsen chip ARM, yang dipercaya sang founder Masayoshi Son, akan memainkan peran sentral dalam pergeseran industri teknologi menuju Internet of Things (IoT).

Dilaporkan ETTech, Jumat (22/7), Softbank dan Honda menjelaskankan masa depan dimana mobil Honda bisa berbicara dan berinteraksi dengan pengemudinya melalui teknologi berbasis cloud berdasarkan robot “Pepper” SoftBank, robot seukuran manusia yang dapat membaca emosi.

“Bayangkan jika robot, dengan kecerdasan supernya, mengabdikan dirinya pada manusia,” kata Son. “Dan bayangkan bahwa mobil itu sendiri menjadi superkomputer atau robot suatu hari. Honda akan menjadi yang pertama untuk mengadopsi teknologi ini.”

Sebagai hasilnya, kendaraan akan dapat memberikan saran dan dukungan untuk pengemudi, seperti dalam situasi yang menantang atau saat akan parkir, sambil juga menemani pengemudi mengarungi perjalanan panjang.

Kerjasama antara SoftBank dan Honda terjalin setelah persaingan dalam mengembangkan mobil yang bisa mengemudi sendiri semakin memanas di luaran, dengan sejumlah produsen mobil sibuk mengembangkannya.

Produsen mobil nomor 3 (dalam hal pe jualan) di Jepang ini telah memperluas penelitian terhadap teknologi kecerdasan buatan. September tahun ini, perusahaan rencananya akan membangun sebuah fasilitas penelitian di Tokyo. [IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0