Perbedaan TV Analog dan Digital, dan Apa Untungnya Migrasi?

Telset.id, Jakarta – Hari ini tanggal 30 April 2022, pemerintah mulai melakukan migrasi siaran TV analog ke TV digital. Buat Anda yang belum tahu, terdapat beberapa perbedaan TV analog dan digital, serta keuntungan yang bisa didapat saat beralih ke TV digital. Apa saja?

Migrasi TV digital artinya kebijakan yang mengubah siaran TV analog ke TV digital. Dengan siaran TV analog dimatikan, pemerintah ingin memberikan konten siaran yang lebih bagus dan merata ke seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, kebijakan TV digital Kominfo bukan tanpa dasar hukum. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan peraturan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran.

Implementasi kebijakannya terbagi dalam 3 tahap. Tahap pertama paling lambat dilaksanakan pada tanggal 30 April 2022. Lalu tahap kedua paling lambat tanggal 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga paling telat pada 2 November 2022.

Baca juga: Migrasi TV Analog ke Digital Tahap 1 Dimulai, Ini Daftar Wilayahnya

Dalam menerapkan kebijakan tersebut, Kominfo juga membagikan Set Top Box digital gratis kepada masyarakat miskin, agar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli perangkat. Set Top Box sendiri merupakan alat yang berisikan perangkat dekoder yang berguna untuk mengatur saluran televisi yang akan diterima.

Saat ini, migrasi TV digital tahap pertama sudah dijalankan di beberapa wilayah. Migrasi akan dilakukan secara bertahap di 56 wilayah yang terbagi dalam 166 kabupaten/kota.

Sembari mengamati implementasi migrasi siaran TV digital yang mulai berjalan, alangkah baiknya untuk mengetahui perbedaan TV analog dan digital.

Perbedaan TV Analog dan Digital 

TV Analog Digital
(Sumber gambar: Suara.com)

Terdapat 3 perbedaan mengenai TV analog dan digital. Ketiga perbedaan ini menyangkut dengan teknis penyiaran dan kualitas gambar yang dihasilkan.

1. Sinyal Siaran yang Dipancarkan 

Aspek pertama yang harus diketahui adalah sinyal siaran yang dipancarkan. Siaran TV analog adalah siaran yang menggunakan sinyal radio, di mana sinyal AM untuk mentransmisikan sinyal video dan FM untuk mentransmisikan sinyal audio dari stasiun televisi ke perangkat TV masyarakat.

Sinyal radio memiliki kelemahan karena sangat tergantung dengan kondisi geografis perangkat televisi.

Alhasil, kerap kali kita sering kesulitan mengakses siaran televisi apabila tinggal di kawasan yang diapit oleh perbukitan atau gedung-gedung tinggi, karena sinyal radio sulit diterima. Hasil berbeda diberikan oleh siaran TV digital.

Siaran TV digital adalah siaran yang ditransmisikan menggunakan pita lebar dan teknik modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Bentuk sinyal yang ditransmisikan berupa bit data informasi seperti data pada CD atau DVD.

Hasilnya siaran menjadi lebih kuat terhadap kondisi geografis apapun, dan tetap stabil meski trafik padat.

2. Kualitas Gambar yang Dihasilkan 

Kualitas gambar dari siaran analog cenderung tidak stabil. Pasalnya kualitas dipengaruhi oleh jarak pemancar dengan perangkat TV. Beda hal dengan siaran digital yang mampu memberikan gambar yang jernih dengan kualitas 720p sampai 1080p atau High Definition (HD).

Perbedaan TV analog dan digital lainnya adalah jenis TV yang digunakan. Siaran analog menggunakan jenis TV tabung sinar katoda, sedangkan digital menggunakan layar datar seperti LCD, plasma atau LED.

3. Ukuran Layar TV 

Perbedaan TV analog dan digital terakhir adalah ukuran layar TV. Selama ini ukuran layar TV yang bisa menangkap siaran analog maksimal berukuran 30 inci dengan bentuk layarnya cembung.

Baca juga: Kominfo Pastikan Migrasi TV Analog ke Digital Mulai 30 April 2022

Sedangkan versi digital lebih kompatibel karena siaran bisa ditampilkan di layar 50 inci atau lebih dengan bentuk layarnya datar. Jadi penonton bisa lebih maksimal menyaksikan siaran TV digital gratis di rumah.

Keuntungan Migrasi ke TV Digital 

TV analog digital

Ternyata migrasi dari siaran televisi analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) memberikan keuntungan. Berikut ini beberapa keuntungan ketika migrasi diterapkan.

1. Ekonomi Bisa Bertumbuh 

Tanpa disadari ternyata migrasi bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dalam sebuah wawancara, Dirjen PPI, Ahmad M. Ramli menjelaskan kalau televisi digital mampu meningkatkan kualitas broadband internet Indonesia hingga 10%.

Melalui peningkatan kualitas tersebut, otomatis bakal berdampak sekitar 1,25% terhadap pertumbuhan ekonomi.

2. Memudahkan Pengembangan Jaringan 5G 

Keuntungan berikutnya menyangkut pengembangan jaringan 5G. Selama ini industri penyiaran televisi membutuhkan pita frekuensi 700 megahertz ketika menyiarkan layanan analog.

Beda halnya apabila menyiarkan televisi digital. Industri hanya membutuhkan pita frekuensi 588 megahertz saja. Artinya sisa frekuensi 112 megahertz bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

3. Kualitas Siaran TV Lebih Bagus dan Merata 

Keuntungan terakhir dari migrasi TV digital ialah, siaran televisi menjadi lebih bagus dengan kualitas HD. Selain itu siaran bisa lebih merata sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi.

Baca juga: Syarat Dapat Set Top Box TV Digital Gratis, Dibagikan Maret 2022

Oke itu tadi informasi mengenai perbedaan TV analog dan digital, serta keuntungan migrasi ke digital. Semoga informasi ini bermanfaat dan mari kita dukung program ini supaya bisa berjalan dengan baik.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0