Pemerintah AS Larang TikTok Ada di Perangkat Anggota Parlemen

Telset.id, Jakarta – TikTok telah dilarang di perangkat apa pun yang dimiliki dan dikelola oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Amerika Serikat. Hal ini diinformasikan Kepala Pejabat Administrasi kepada semua anggota parlemen melalui email.

Menurut Reuters, semua anggota parlemen dan staf pemerintahan diperintahkan untuk menghapus aplikasi TikTok dari perangkat mereka. Ini karena TikTok dianggap berisiko tinggi terhadap masalah keamanan.

Masih menurut laporan yang sama, setiap orang yang terdeteksi memiliki aplikasi tersebut di ponsel mereka akan dihubungi untuk memastikan itu dihapus, dan ke depannya TikTok telah dilarang diinstal di perangkat milik DPR Amerika Serikat.

BACA JUGA:

Pelarangan ini sejatinya hanyalah perkembangan terbaru dalam serangkaian langkah yang dilakukan pemerintah AS untuk memblokir aplikasi dari perangkat milik pemerintah.

Pekan lalu, anggota parlemen telah menyetujui RUU pengeluaran omnibus senilai USD1,7, triliun yang mencakup ketentuan yang akan melarang penggunaan TikTok pada perangkat cabang eksekutif.

Seorang juru bicara Kepala Pejabat Administrasi menyampaikan kepada Reuters bahwa setelah peraturan tersebut disahkan, Kepala Pejabat Administrasi DPR bekerja dengan Komite Administrasi DPR untuk menerapkan kebijakan serupa untuk DPR.

Kebijakan itu dibuat setelah senat dengan suara bulat memilih untuk menyetujui Undang-Undang Pelarangan TikTok pada perangkat milik pemerintah, yang diperkenalkan oleh Senator Josh Hawley.

Informasi dari Reuters, 19 negara bagian juga telah melarang penginstalan dan penggunaan aplikasi pada perangkat yang dimiliki dan dikelola staf.

Dikutip Telset dari Engadget pada Kamis (29/12/2022), ketika omnibus disahkan, juru bicara TikTok Brooker mengatakan bahwa perusahaan kecewa karena kongres telah memutuskan untuk melarang platform penyedia video tersebut pada perangkat pemerintah.

Hal ini disebutnya sebagai isyarat politik yang tidak akan memajukan kepentingan keamanan nasional.

Kritikus TikTok di pemerintah AS telah meningkatkan kekhawatiran bahwa platform video tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk menyusupi AS oleh pejabat China.

Direktur FBI Chris Wray menyebut platform tersebut sebagai kuda troya (strategi tipuan) untuk Partai Komunis China dan bahwa platform tersebut tidak memiliki kesempatan hadir di perangkat pemerintah sampai benar-benar memutuskan hubungan dengan China.

BACA JUGA:

TikTok milik ByteDance, yang merupakan perusahaan asal China, mencoba mengatasi masalah tersebut dengan merutekan semua lalu lintas domestik di platformnya melalui server Oracle di AS dan berjanji untuk menghapus semua data pengguna AS dari servernya.

Nyatanya, baru-baru ini ByteDance telah memecat empat karyawannya karena telah mengambil data pengguna TikTok di AS secara tidak tepat, dari data ini ada dua reporter asal AS.

Menurut New York Times, karyawan tersebut memperoleh akses ke alamat IP dan data lain yang terkait dengan dua reporter dalam pencarian mereka untuk mengetahui siapa yang membocorkan informasi internal kepada pers. [FY/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0