📑 Daftar Isi

Oppo Satukan OnePlus dan Realme di Bawah Komando Sky Li

Oppo Satukan OnePlus dan Realme di Bawah Komando Sky Li

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Jika Anda penggemar gadget tanah air, pasti familiar dengan tiga nama besar ini: Oppo, OnePlus, dan Realme. Selama ini mereka seperti bertetangga, saling berbagi DNA teknologi namun tetap punya identitas masing-masing. Tapi kabar terbaru dari industri menunjukkan bahwa garis batas itu mulai kabur. Bahkan, ada yang menyebut langkah ini bisa mengubah peta persaingan ponsel pintar secara signifikan.

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa Oppo kini secara resmi telah menggabungkan OnePlus dan Realme ke dalam satu unit bisnis baru. Langkah ini bukan sekadar gosip. Beberapa sumber tepercaya dari China, termasuk laporan internal yang bocor, mengonfirmasi bahwa restrukturisasi besar-besaran ini sudah berjalan. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi di markas besar Oppo?

Spekulasi soal masa depan OnePlus memang sudah berembus kencang sejak awal tahun. Bahkan, sempat beredar kabar bahwa brand yang identik dengan tagline “Never Settle” itu mungkin akan ditutup. Tapi ternyata, yang terjadi justru lebih menarik. OnePlus tidak dimatikan, melainkan diintegrasikan ke dalam ekosistem yang lebih besar. Dan Realme, yang selama ini dikenal sebagai brand agresif dengan spesifikasi gila, juga ikut dalam gelombang reorganisasi ini.

Struktur Baru di Balik Unit Bisnis Sub-Series Oppo

Berdasarkan laporan yang kami kutip dari Gizmochina, unit baru ini akan dipimpin langsung oleh CEO Realme, Sky Li. Ini bukan keputusan yang mengejutkan, mengingat Sky Li adalah salah satu figur kunci di balik kesuksesan Realme yang mampu menembus pasar global dalam waktu singkat. Kini, pengalamannya akan diterapkan untuk mengelola OnePlus dan Realme secara bersamaan.

Di sisi pemasaran, Oppo menunjuk Xu Qi, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala pemasaran global Realme, untuk mengawasi sistem pemasaran dan layanan bagi kedua brand. Ini artinya, strategi komunikasi OnePlus dan Realme kemungkinan besar akan lebih terpadu. Anda mungkin akan melihat pendekatan iklan yang lebih seragam, atau bahkan kolaborasi promosi yang lebih erat antara keduanya.

Sementara itu, di sisi produk, Oppo telah membentuk pusat produk khusus dengan tim yang terpisah untuk pasar domestik dan internasional. Li Jie, Presiden OnePlus China, akan memimpin struktur ini dan melapor langsung ke Pete Lau, salah satu pendiri OnePlus. Sementara Wang Wei, mantan eksekutif Realme, ditunjuk sebagai wakil manajer umum. Struktur ini menunjukkan bahwa Oppo ingin memastikan rantai komando tetap jelas dan efisien.

Riset dan Pengembangan: Kembali ke Pangkuan Induk

Salah satu perubahan paling signifikan terjadi di divisi riset dan pengembangan (R&D). Tim R&D Realme, yang sebelumnya beroperasi secara independen, kini sepenuhnya dilebur kembali ke dalam sistem Oppo. Divisi pencitraan, perangkat keras, dan departemen teknis lainnya tidak lagi berjalan sendiri. Mereka kini menjadi bagian dari mesin besar Oppo.

Ini adalah langkah yang cerdas dari sisi efisiensi. Dengan menggabungkan sumber daya R&D, Oppo bisa menghindari duplikasi pekerjaan dan mempercepat inovasi. Bayangkan, alih-alih tiga tim berbeda mengerjakan teknologi kamera yang mirip, kini mereka bisa bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Ini juga berarti bahwa fitur-fitur flagship yang biasanya hanya ada di ponsel Oppo kelas atas, berpotensi “turun” ke lini OnePlus dan Realme dengan lebih cepat.

Beberapa tanda integrasi ini sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Realme sudah mulai memindahkan kantor pusatnya ke markas Oppo. Lebih penting lagi, sejak 1 April 2026, layanan purna jual Realme di China telah ditangani sepenuhnya oleh jaringan layanan Oppo. Ponsel, tablet, dan bahkan produk IoT kini didukung melalui infrastruktur layanan yang sama. Ini kabar baik bagi konsumen, karena berarti akses ke pusat layanan resmi akan lebih luas dan mudah.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Masa Depan Brand?

Pertanyaan besar yang mengemuka adalah: apakah ketiga brand ini akan tetap terasa berbeda di mata konsumen? Untuk saat ini, Oppo tampaknya belum ingin menghilangkan identitas masing-masing brand. OnePlus tetap akan menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan performa murni dan pengalaman software yang bersih. Realme akan terus menjadi andalan untuk segmen entry-level hingga mid-range dengan spesifikasi gila. Sementara Oppo sendiri akan tetap menduduki posisi premium dengan inovasi desain dan kamera.

Namun, yang jelas berubah adalah cara mereka beroperasi di belakang layar. Dulu, ketiga brand ini seperti tiga kapal yang berlayar sendiri-sendiri. Kini, mereka adalah armada yang dikendalikan dari satu pusat komando. Tujuannya jelas: efisiensi. Dengan lebih sedikit sekat, lebih banyak sumber daya bersama, dan kontrol yang lebih ketat, Oppo ingin memastikan bahwa setiap brand di bawah naungannya bisa bergerak cepat tanpa kehilangan arah.

Apakah ini akan mengubah cara OnePlus atau Realme merancang ponsel mereka? Mungkin tidak secara drastis dalam waktu dekat. Tapi dalam jangka panjang, Anda mungkin akan melihat lebih banyak kesamaan di antara produk-produk mereka. Bukan dalam hal desain atau software, melainkan dalam hal teknologi inti yang digunakan. Dan bagi konsumen, ini sebenarnya adalah kabar baik. Anda bisa mendapatkan teknologi terbaik dari Oppo dengan harga yang lebih terjangkau melalui OnePlus atau Realme.

Langkah ini juga menarik untuk dicermati di tengah persaingan ketat pasar ponsel global. Sementara merek lain seperti Xiaomi dan vivo juga melakukan konsolidasi internal, Oppo memilih pendekatan yang lebih terstruktur. Bukan tidak mungkin, langkah ini akan diikuti oleh vendor lain yang juga memiliki banyak sub-brand.

Yang pasti, era baru di Oppo sudah dimulai. Dengan Sky Li di pucuk pimpinan, OnePlus dan Realme kini memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih kuat bersama. Tapi apakah ini akan mengorbankan jiwa pemberontak yang selama ini menjadi ciri khas OnePlus? Atau justru sebaliknya, integrasi ini akan memberi mereka amunisi lebih untuk bersaing? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, kita sedang menyaksikan babak baru dalam industri smartphone yang tidak boleh dilewatkan.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah Oppo ini mengingatkan kita pada strategi perusahaan teknologi global lainnya yang juga melakukan konsolidasi internal. Keputusan ini bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perusahaan raksasa bisa tetap gesit dan responsif terhadap perubahan pasar. Sementara itu, di belahan dunia lain, kita melihat tren serupa terjadi di industri otomotif, seperti yang dilaporkan dalam artikel tentang Nissan Ramping Up Hybrids.

Bagi Anda yang gemar mengikuti perkembangan teknologi, ini adalah momen yang menarik. Kita bisa melihat bagaimana strategi bisnis besar diterjemahkan ke dalam produk yang kita gunakan sehari-hari. Mungkin saja, langkah ini akan membuat OnePlus dan Realme semakin sulit dibedakan dari Oppo. Atau justru sebaliknya, mereka akan menemukan ceruk pasar yang lebih spesifik dan tajam. Apapun yang terjadi, satu hal yang pasti: persaingan di pasar ponsel pintar tidak akan pernah membosankan.

Di sisi lain, berita tentang ByteDance Tunda Rilis Global menunjukkan bahwa tekanan regulasi juga bisa mempengaruhi strategi perusahaan teknologi. Oppo, dengan langkah konsolidasinya, tampaknya ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya kuat secara produk, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

Jadi, apakah Anda siap menyambut era baru dari OnePlus dan Realme? Atau Anda justru khawatir bahwa keunikan masing-masing brand akan luntur? Kami di Telset.id akan terus memantau perkembangan ini. Yang jelas, satu hal yang bisa Anda pastikan: ponsel-ponsel dari keluarga Oppo akan tetap menjadi pilihan yang menarik di tahun-tahun mendatang. Baik Anda seorang gamer yang mencari performa gila, atau fotografer yang mendambakan kamera terbaik, selalu ada opsi yang tepat dari ketiga brand ini.

Sebagai penutup, penting untuk diingat bahwa restrukturisasi seperti ini bukanlah hal yang aneh di dunia teknologi. Banyak perusahaan besar yang melakukan hal serupa untuk tetap relevan. Yang membedakan adalah bagaimana mereka menjalankannya. Oppo, dengan menempatkan Sky Li sebagai pemimpin, memberikan sinyal bahwa mereka serius ingin menyatukan kekuatan OnePlus dan Realme tanpa kehilangan esensi masing-masing. Ini adalah keseimbangan yang sulit, tapi jika berhasil, hasilnya bisa spektakuler.

Bagi Anda yang penasaran dengan beragam berita teknologi terkini, jangan lupa untuk terus mengunjungi Telset.id. Kami akan selalu hadir dengan informasi terbaru, analisis mendalam, dan ulasan jujur tentang gadget dan tren teknologi. Siapa tahu, langkah Oppo ini justru akan melahirkan inovasi-inovasi baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dunia teknologi memang penuh kejutan, dan kita semua adalah saksi hidup dari perubahan-perubahan besar ini.