Telset.id – Grab Indonesia memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2026 dengan menggelar edukasi bahasa isyarat bagi 650 Mitra Grab di 6 kota dan mendistribusikan 1.000 Rompi Teman Setara bagi Mitra Pengemudi Tuli. Inisiatif bertema “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” ini menyasar Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, hingga karyawan internal Grab.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup edukasi bahasa isyarat, distribusi rompi inklusif, serta aktivitas pembelajaran inklusif di lingkungan internal Grab. Seluruh inisiatif ini menjadi bagian dari perjalanan Grab selama hampir 10 tahun dalam merajut rantai inklusivitas tanpa batas, mulai dari memperluas pemahaman inklusif melalui edukasi, menghadirkan fitur dan layanan yang lebih mudah diakses, hingga membuka kesempatan yang lebih setara bagi Teman Tuli untuk berinteraksi, bekerja, dan bertumbuh dalam ekosistem Grab.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, menyampaikan bahwa perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan pihaknya bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian.
“Perjalanan bersama Teman Tuli, baik sebagai Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, maupun pelanggan, terus memberikan berbagai pengalaman dan pembelajaran bagi kami. Melalui berbagai ruang interaksi dan edukasi yang telah kami hadirkan, kami ingin memperluas pemahaman bahwa inklusivitas merupakan bagian dari pengalaman bersama dalam ekosistem Grab,” kata Neneng Goenadi.
Inisiatif ini turut didukung oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork). Kolaborasi lintas lembaga ini menegaskan bahwa edukasi bahasa isyarat bukan upaya tunggal, melainkan bagian dari gerakan inklusivitas yang lebih luas. Sebelumnya, semangat serupa juga tampak dalam Edukasi Bahasa Isyarat yang digelar Kemkomdigi dalam peringatan HUT ke-24.
Edukasi Bahasa Isyarat bagi Mitra Pengemudi dan GrabMerchant
Ratusan Mitra Pengemudi Grab di Medan, Semarang, dan Jakarta mengikuti edukasi bahasa isyarat bersama Teman Tuli melalui rangkaian Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat. Kopdar merupakan ruang temu bagi Mitra Pengemudi untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, dan membangun interaksi dengan sesama Mitra. Pada edisi khusus ini, para Mitra mendapat kesempatan untuk mengenal dan mempraktikkan cara berkomunikasi yang lebih inklusif, baik dengan pengguna maupun sesama Mitra.
Melalui kolaborasi Grab dan Indosat, sebanyak 1.000 rompi Teman Setara didistribusikan kepada Mitra Pengemudi Tuli dalam rangkaian Kopdar ini. Produksi rompi inklusif tersebut turut didukung oleh kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab. Rompi ini dilengkapi dengan ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu Mitra dan pengguna membangun interaksi yang lebih nyaman dan tanpa hambatan. Rangkaian kegiatan ini juga menghadirkan Idgitaf, selaku kreator konten dan penyanyi, yang berinteraksi dengan Mitra Pengemudi melalui sesi pembelajaran bahasa isyarat.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur Grab yang dapat digunakan dalam keseharian. Rompi Teman Setara juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan kiri atau kanan serta menggunakan isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’. Kalau kegiatan seperti ini diadakan kembali, saya akan ikut lagi karena banyak ilmu baru yang didapatkan,” kata Imelda Situmorang, Teman Tuli yang juga Mitra Pengemudi Perempuan Grab.
Baca Juga:
Edukasi bahasa isyarat juga dihadirkan bagi Mitra GrabMerchant melalui rangkaian Teras Perwira (Temu Ramah Sapa dan Sharing Perkumpulan Wirausaha) Spesial Hari Bahasa Isyarat. Kegiatan komunitas ini merupakan ruang temu bagi Mitra GrabMerchant untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun interaksi antar pelaku usaha. Sebanyak 450 Mitra GrabMerchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta mengikuti kegiatan ini untuk mengenal cara berkomunikasi yang lebih inklusif dalam melayani pelanggan, khususnya Teman Tuli.
Melalui sesi interaktif ini, para Mitra GrabMerchant mempelajari bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan dalam pelayanan sehari-hari. Pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya Grab untuk menghadirkan pengalaman layanan yang lebih setara bagi Teman Tuli di seluruh ekosistem Grab. Khusus di Bandung, kegiatan ini dihadirkan bagi Mitra GrabMerchant untuk mengenal cara berkomunikasi yang lebih inklusif saat melayani Teman Tuli.
Kopi Sunyi hingga Fitur Inklusif di Aplikasi Grab
Semangat Teman Setara juga hadir di lingkungan internal Grab melalui pop-up booth Kopi Sunyi di Headquarters Grab Indonesia. Aktivitas yang menghadirkan Mitra GrabMerchant Disabilitas ini menjadi ruang interaksi bagi karyawan internal Grab, atau Grabbers, untuk mempelajari bahasa isyarat dalam percakapan sehari-hari sekaligus mengenal pengalaman Teman Tuli lebih dekat.
Pengalaman belajar tersebut juga hadir melalui sesi immersion bersama Mitra Pengemudi Tuli. Dalam sesi ini, Grabbers mengikuti langsung pengalaman Mitra Pengemudi Tuli saat menjalankan pesanan pelanggan. Kegiatan ini membuka ruang bagi Grabbers dan Mitra untuk saling belajar berkomunikasi, memahami pengalaman satu sama lain, serta melihat bagaimana pengalaman dan interaksi yang lebih inklusif dapat dibangun dalam keseharian.
Di luar rangkaian edukasi, Grab juga menghadirkan inovasi digital inklusif untuk membantu mengurangi hambatan komunikasi dalam pengalaman sehari-hari. Bagi Mitra Pengemudi Tuli, fitur Disable Call mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke fitur pesan, sehingga Mitra dapat menjalankan pesanan tanpa hambatan dengan mengandalkan komunikasi berbasis teks.
Dukungan ini dilengkapi oleh GrabSupport yang menyediakan bantuan melalui teks, chat, dan bahasa isyarat untuk membantu Mitra penyandang disabilitas saat membutuhkan dukungan. Sementara itu, Smart Suggestion Chat Information membantu Mitra Pengemudi memahami kebutuhan komunikasi pelanggan penyandang disabilitas, sehingga interaksi antara keduanya dapat berlangsung lebih nyaman. Ketiga fitur ini menunjukkan bahwa Inovasi Teknologi dapat diarahkan untuk memperluas aksesibilitas, bukan sekadar mengejar spesifikasi.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 6.207 Mitra Pengemudi penyandang disabilitas di Asia Tenggara telah memperoleh akses pendapatan dan kesempatan untuk mandiri secara finansial melalui GrabAccess. Inisiatif ini dirancang untuk membuka peluang yang lebih setara bagi penyandang disabilitas, termasuk Teman Tuli, agar dapat berpartisipasi dan bertumbuh dalam ekosistem Grab sekaligus mendukung kemandirian mereka.
Perjalanan selama hampir satu dekade ini mencerminkan komitmen Grab untuk menghadirkan manfaat pemberdayaan komunitas dan inovasi teknologi yang dapat diakses dan dirasakan oleh lebih banyak orang di Tanah Air. Dengan mempertemukan edukasi, aksesibilitas, dan pemberdayaan, Grab merajut ekosistem yang memberi ruang bagi Teman Tuli untuk berinteraksi, bekerja, dan bertumbuh bersama untuk Indonesia.





Komentar
Belum ada komentar.