Telset.id, Jakarta ā Perwakilan Facebook, Google, dan Twitter tidak nampak dalamĀ Deklarasi Indonesia Bebas Hoax pada Pilkada 2018Ā bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Kemenkominfo. Ada apa?
SembilanĀ platformĀ internet yang beroperasi di Indonesia sepakat melakukan Deklarasi Indonesia Bebas Hoax pada Pilkada 2018, yakniĀ Google, Facebook, Twitter, Telegram, BBM, LINE, BIGO Live, Live Me, dan Metube.
Namun menurut Menkominfo, Rudiantara yang ikut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa ada tiga platform yang tidak hadir di acara deklarasi anti hoax ini yakni Facebook, Google dan Twitter.
āAda sembilan penyelenggara sistem elektronik, sesungguhnya yang hadir enam, tiga tidak hadir,ā katanya di acara Deklarasi Indonesia Bebas Hoax pada Pilkada 2018 di kantor Bawaslu, Rabu (31/01/2018).
Meski tak hadir di acara deklarasi tersebut, Rudiantara menegaskan bahwa ketiganya tetap mendukung dan bekersama untuk melawan hoax dan ujaran kebencian di internet selama proses Pilkada 2018. Dukungan ketiganya diungkapkan Rudiantara disampaikan melalui surat resmi yang diterimanya.
āApakah mereka (Facebook, Google, dan Twitter) tidak mendukung? Mereka tetap mendukung. Walaupun tidak hadir mereka sudah menyampaikan surat kepada kami dukungannya dalam hal-hal teknis sudah dituliskan,ā tegas Rudiantara.
āMereka harus mendukung, ini Indonesia,ā sambungnya.
Menurutnya, kesembilan platform internet ini harus memastikan bahwa akun-akun yang tak bertanggung jawab yang telah melanggar regulasi Pilkada harus segera dilakukan pemblokiran. Itu dilakukan agar penyelenggaraan Pemilu di Indonesia berjalan lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya.
āTidak ada alasan bagi platform tidak lakukan yang diminta Bawaslu nanti. Terima kasih atas kerjasamanya,ā pungkas Menkominfo. (FHP/HBS)




