Duh.. Pekerja Pabrik iPhone Kembali Bunuh Diri

Pabrik iPhone China

Telset.id, Jakarta – Sebuah organisasi hak pekerja Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan kasus kematian seorang pekerja pabrik yang memproduksi perangkat Apple di Tiongkok. Pekerja itu meninggal setelah melompat dari bangunan pabrik pada Sabtu (6/1/2018) waktu setempat.

Organisasi yang diketahui bernama China Labour Watch (CLW) ini mengatakan bahwa korban bernama Li Ming (31) tewas seketika. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di pabrik Foxconn, yang merupakan pabrik perakit iPhone dan perangkat milik Apple di Tiongkok.

Mengutip dari laman Telegraph, kematian ini telah memicu perdebatan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2010 dan 2011 lalu, di pabrik yang sama juga ada beberapa pekerja yang melakukan aksi bunuh diri. Kondisi tekanan kerja yang tinggi dituding sebagai penyebab para pekerja melakukan aksi nekat bunuh diri.

CLW pun dikabarkan telah memposting cuplikan video yang membuktikan bahwa klaim mereka bukan merupakan sebuah kebohongan. Di cuplikan ini terlihat sang korban tergeletak tak bernyawa di tanah bersalju, dan dikerumuni empat orang pekerja lainnya.

[Baca juga: Awas! Semua Produk Apple Terancam “Bug Intel”]

Pihak CLW mengklaim sudah berbicara dengan ayah korban. Namun, dalam penyelidikan itu, tidak ditemukan alasan mengapa korban melakukan bunuh diri. Padahal dia baru bekerja untuk Foxconn selama dua bulan, dan tinggal di asrama.

Dugaan sementara penyebab aksi bunuh diri itu karena tekanan kerja yang sangat tinggi di Foxconn. Aksi bunuh diri pekerja di Foxconn bukanlah yang pertama, karena sebelumnya juga pernah terjadi aksi serupa.

Seperti diketahui, perusahaan asal Taiwan ini memiliki jumlah tenaga kerja terbesar di Tiongkok, dengan total 1,2 juta lebih pekerja. Pada tahun 2010, perusahaan tersebut dihadapkan dengan tuduhan memaksa pekerjanya untuk menanggung kondisi ‘sweatshop‘ yang menyebabkan munculnya berbagai kasus bunuh diri pada tahun tersebut.

Menanggapi kabar kasus bunuh diri di pabrik rekanannya, Apple langsung memberikan keterangan resminya mengenai klaim dari pihak CLW tersebut.

“Foxconn bukanlah ‘sweatshop‘. Ini adalah pabrik – tapi astaga, mereka memiliki restoran dan bioskop … tapi ini adalah pabrik. Mereka telah memiliki kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri – dan mereka memiliki 400.000 orang di sana. Tingkatnya di bawah tingkat (kasus bunuh diri) di Amerika, tapi masih mengganggu,” tulis keterangan Apple.

[Baca juga: Memulai 2018, Apple Meraup keuntungan Rp 4 Triliun dari App Store]

Seperti diketahui, pada tahun 2011 lalu Foxconn yang memproduksi unit untuk Nintendo, Sony, dan BlackBerry telah melakukan ekspansi pabrik yang terletak di daerah Shenzen, Tiongkok. Hal ini dilakukan guna menghentikan usaha bunuh diri para pekerjanya.

Lalu pada Januari 2012, 150 pekerja di pabrik Foxconn di Wuhan, di provinsi Hubei tengah, memprotes kondisi kerja dengan berdiri di atap sebuah bangunan pabrik dan mengancam untuk melakukan bunuh diri.

Seorang pekerja yang ikut dalam aksi protes tersebut mengatakan bahwa demonstrasi itu merupakan hasil dari sekitar 600 pekerja yang dipindahkan ke lokasi pabrik baru, dimana kondisinya tak lebih baik.

“Jalur perakitan berlangsung sangat cepat dan setelah satu hari, kami semua memiliki lecet dan kulit di tangan kami berwarna hitam. Pabrik juga benar-benar berdebu dan tidak ada yang bisa menahannya,” ujar pekerja tersebut.

Sementara itu, setelah protes ini dilakukan, juru bicara Foxconn pun memberikan tanggapan mereka.

“Kesejahteraan karyawan kami adalah prioritas utama dan kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua karyawan diperlakukan dengan adil,” ujar pihak Foxconn.

Menurut CLW Zhengzhou, lokasi korban (bunuh diri) terbaru yang dilaporkan telah meninggal adalah tempat Foxconn memproduksi smartphone Apple X, yang dirilis November lalu.

Media pemerintah China melaporkan bahwa Zhengzhou adalah tempat dimana sekitar setengah dari iPhone diproduksi. Sekitar 350.000 pekerja dilaporkan bekerja di jalur produksi di kota tersebut untuk membuat iPhone dengan tingkat 350 rakitan per menit.

Surat kabar China yang dikuasai pemerintah China Daily melaporkan bahwa Foxconn telah menciptakan sebuah rantai industri yang lengkap di negara bagian dan kota Zhengzhou, yang mencakup sebuah markas, perusahaan elektronik presisi, dan pabrik cabang lainnya, yang menjamin efisiensi dan kemandirian yang tinggi. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here