Bos XL: Perang Tarif Sudah Selesai

Telset.id, Jakarta – Tingginya kompetisi pada industri telekomunikasi di tanah air mau tak mau membuat para pemainnya, dalam hal ini operator seluler, melakukan berbagai taktik dan strategi. Salah satunya adalah melalui perang harga alias price war, yakni memberi layanan dengan biaya atau harga semurah-murahnya.

CEO XL Axiata Dian Siswarini menjelaskan bahwa perang tarif membuat semua operator seluler di Indonesia akan memangkas tarif layanan mereka.

Namun, menurut Dian, perang itu sudah berakhir pada awal tahun ini, sehingga tarif layanan mulai berangsur naik kembali.

Price war sudah selesai awal tahun ini. Tarif sudah naik sejak Mei, Juni,” ujar Dian dalam acara Investor Gathering XL Axiata di Kantor XL, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Dian menambahkan, kenaikan tarif layanan sebenarnya tidak diberlakukan sama rata terhadap semua layanan XL. Ini karena perusahaan telekomunikasi nomor dua terbesar di Indonesia ini memiliki berbagai produk dengan pangsa pasar yang berbeda.

Baca juga: XL Axiata Gelar “Gerakan Donasi Kuota” di 120 Sekolah Jateng

Selain itu, kenaikan tarif juga tidak diberlakukan hanya dengan membanderol harga tinggi untuk layanan mereka. Kenaikan tersebut bisa juga dilakukan dengan misalnya mempersingkat periode masa berlaku pulsa atau data atau mengurangi jumlah kapasitas data yang diberikan.

“Kami berbeda-beda produknya dan banyak, jadi lain-lain kenaikannya. Kalau masalah tarif itu bukan hanya harganya naik, tapi banyak caranya,” imbuh dia.

Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan menambahkan sebelum terjadi perang tarif, harga jual data per gigabyte berkisat antara Rp 13-14 ribu. Tarif tersebut kemudian anjlok menjadi hanya sekitar Rp 8 ribu per gigabyte selama terjadi perang harga.

“Sekarang tarifnya jadi Rp12-13 ribu per gigabyte. Jadi naik 20-30% naiknya,” ungkap Adlan.

Kendati sudah naik, namun tarif saat ini dinilai belum sepenuhnya normal alias kembali ke tarif sebelum perang harga. Pasalnya penyesuaian tarif harus dilakukan secara hati-hati dan dilakukan pada momentum yang tepat.

Baca juga: Jaringan XL Axiata Hadir di Pedalaman Sumbawa

Tarif tersebut diharapkan bisa meningkatkan kinerja pertumbuhan perusahaan, walaupun tidak menjadi faktor utama. Untuk mendorong pertumbuhan, perusahaan juga melakukan upaya menekan biaya jaringan sambal terus berekspansi.

“Ya tarif masih belum balik seperti semula, takes time. Growth tergantung kurs rupiah juga,” tandas dia. [WS/HBS]

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0