Begini Cara Telkomsel Pantau Performa Jaringan

Suasana pemantauan performansi jaringan di Integrated Operation Center (IOC) di Telkomsel Smart Office (dok. Telkomsel)

Telset.id, Jakarta  – Telkomsel melakukan pemantauan ketat 7 x 24 jam terhadap kualitas layanan mereka bagi pelanggan dari Sabang sampai Merauke selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2017. Lantas bagaimana cara Telkomsel memantau performa jaringan dan kualitas layanannya?

Pemantauan dilakukan melalui Integrated Operation Center (IOC) yang berlokasi di Telkomsel Smart Office, Jakarta, di mana pusat pemantauan ini memiliki tiga fungsi operasi, yaitu Network Operation Center (NOC), IT Operation Center (ITOC), dan Customer Care Command Center (C4).

“IOC yang kami operasikan membantu kami dalam memantau kondisi layanan dan jaringan setiap saat, sekaligus melakukan berbagai langkah antisipasi dan penanganan terhadap gangguan yang muncul,” ujar Vice President Network Operation Management Telkomsel, Paulus Djatmiko.

Ia menyebutkan, lebih dari 160 petugas memantau pergerakan trafik layanan suara, SMS, dan data di IOC agar customer experience tetap terjaga. Hasil pemantauan kemudian menjadi informasi awal bagi penanganan terhadap masalah yang muncul di lapangan.

NOC misalnya, memiliki beberapa fungsi, seperti fungsi monitoring yang mengawasi status kesiapan jaringan telekomunikasi, fungsi remote maintenance yang melakukan perawatan dan perbaikan jarak jauh tanpa harus datang ke lokasi infrastruktur.

“Fungsi reporting yang melaporkan sejarah kejadian terkait jaringan yang ada di lapangan, serta fungsi measurement yang memberikan data hasil pengukuran kinerja BTS,” jelasnya.

Sementara itu, pemantauan dari sisi C4 dilakukan untuk menangani berbagai hal terkait aktivitas komunikasi pelanggan seperti customer complaint, network incident, dan service performance.

Selain itu Telkomsel juga memantau performansi dari aplikasi/web MyTelkomsel dan MyGraPARI, serta berbagai aplikasi pesan instan, media sosial, video streaming, dan music streaming yang banyak digunakan oleh pelanggan.

Sedangkan ITOC difungsikan untuk memastikan akses pelanggan terhadap layanan Telkomsel dari sisi IT dapat dinikmati dengan lancar, seperti memantau aktivitas provisioning handling, charging system, value added services (VAS), dan digital services.

Dilengkapi dengan dashboard monitoring wall display, IOC juga memantau secara langsung ketersediaan, utilisasi, dan performansi jaringan terutama di 687 titik keramaian utama yang telah diindentifikasi sebagai titik-titik yang tingkat aktivitas komunikasinya paling tinggi. Seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, tempat wisata, mal dan pusat perbelanjaan, serta rumah ibadah.

Lonjakan trafik

Di lokasi-lokasi keramaian tersebut diprediksi akan terjadi rata-rata peningkatan trafik layanan data sebesar 47%, bila dibandingkan dengan trafik pada hari normal. Secara khusus, Telkomsel membangun 723 base transceiver station (BTS) baru untuk untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi di momen pergantian tahun, khususnya layanan data.

Di lokasi-lokasi strategis yang memerlukan peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan, Telkomsel juga mengerahkan 91 compact mobile base station (Combat) untuk menjaga agar layanan tetap prima.

Pada puncak periode Natal dan Tahun Baru kali ini, Telkomsel memprediksi layanan data akan mencapai trafik tertinggi hingga 4,10 petabyte atau naik lebih dari 118% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan layanan data oleh pelanggan untuk video streaming, music streaming, online games, media sosial, chatting, dan penggunaan berbagai aplikasi.

Sementara itu, trafik layanan suara diperkirakan menembus 1,52 miliar menit perhari dan trafik SMS diperkirakan mencapai 892 juta SMS per hari. [HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here