Ilustrasi konstelasi satelit Amazon Leo di orbit rendah Bumi

Amazon Leo Siap Luncurkan Layanan Internet Satelit Akhir 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon Leo akan meluncurkan layanan internet satelit komersial pada akhir 2026
  • Total 394 satelit telah berhasil ditempatkan di orbit setelah peluncuran terbaru menggunakan roket Atlas V
  • Layanan akan dimulai dari area dekat kutub utara dan selatan sebelum meluas ke khatulistiwa
  • Target akhir Amazon adalah mengerahkan lebih dari 3.200 satelit untuk cakupan global
  • Amazon bersaing dengan Starlink yang sudah mengoperasikan sekitar 10.000 satelit

Telset.id – Amazon akhirnya siap meluncurkan layanan internet satelit Leo secara komersial pada akhir tahun 2026. Langkah ini menandai babak baru persaingan ketat dengan Starlink milik SpaceX di pasar broadband global.

Kepastian tersebut muncul setelah misi terbaru Amazon berhasil meluncurkan 29 satelit tambahan menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance (ULA). Dengan pencapaian itu, total konstelasi satelit Amazon Leo kini mencapai 394 unit di orbit. Jumlah ini dinilai cukup untuk memulai layanan perdana.

Chris Weber, Vice President Amazon Leo, mengonfirmasi masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum satelit mencapai posisi operasional akhir. Namun, Amazon telah menyelesaikan cukup banyak peluncuran untuk memulai layanan internet satelit Amazon tahun ini.

“Beberapa peluncuran terakhir sangat besar bagi Amazon Leo – membawa kami ke 390+ satelit yang dikerahkan, cukup untuk mendukung layanan berkelanjutan di lintang awal,” tulis Weber di akun X miliknya pada 2 Juli 2026. “Masih banyak pekerjaan ke depan – termasuk menaikkan semua satelit baru ini ke ketinggian yang ditentukan.”

Amazon Leo

Amazon belum mengungkapkan negara atau wilayah mana yang akan mendapatkan layanan pertama. Reuters melaporkan bahwa cakupan diperkirakan akan dimulai di dekat kutub utara dan selatan Bumi sebelum secara bertahap meluas ke arah khatulistiwa seiring bertambahnya satelit.

Target akhir Amazon adalah mengerahkan lebih dari 3.200 satelit untuk menyediakan internet broadband global. Proyek ambisius ini menjadi pesaing serius bagi Starlink yang sudah beroperasi dengan sekitar 10.000 satelit.

## Teknologi LEO: Keunggulan Latensi Rendah

Berbeda dengan layanan internet satelit tradisional yang mengandalkan segelintir satelit di posisi jauh di atas Bumi, konstelasi Low Earth Orbit (LEO) menempatkan ribuan satelit lebih dekat ke planet. Pendekatan ini secara signifikan mengurangi latensi sekaligus meningkatkan kecepatan.

Teknologi ini membuat internet satelit Amazon jauh lebih praktis untuk berbagai aplikasi modern. Mulai dari streaming dan panggilan video hingga game online dan kerja jarak jauh, semuanya bisa berjalan lebih optimal.

Amazon ingin memanfaatkan pasar yang sama dengan Starlink. Perusahaan berencana menjual layanan internet kepada rumah tangga menggunakan terminal pengguna khusus. Selain itu, Amazon juga menargetkan bisnis, pemerintah, dan industri seperti maskapai penerbangan.

## Persaingan Sengit dengan Starlink

Meskipun Amazon masih tertinggal jauh dari Starlink yang sudah mengoperasikan sekitar 10.000 satelit, masuknya pemain besar lain ke pasar internet LEO bisa membawa dampak positif. Persaingan ini berpotensi menghasilkan lebih banyak pilihan, cakupan yang lebih baik, dan harga yang lebih terjangkau bagi pelanggan di masa depan.

Amazon sendiri telah menyiapkan berbagai inovasi pendukung. Salah satunya adalah pengembangan chip buatan sendiri untuk berbagai perangkat, yang bisa memperkuat ekosistem layanan mereka.

Dengan peluncuran bertahap yang akan dimulai akhir 2026, pasar broadband global akan segera memiliki alternatif kuat selain Starlink. Amazon Leo siap menjadi pesaing yang patut diperhitungkan dalam perlombaan menyediakan akses internet cepat dari orbit rendah Bumi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.