Telset.id – SpaceX memberikan diskon 50% untuk layanan Starlink bagi warga Memphis dan Southaven, Tennessee, sebagai bentuk investasi di sekitar pusat data Colossus miliknya. Langkah ini memicu perdebatan karena dianggap sebagai respons terhadap gugatan hukum terkait polusi udara dan kebisingan.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Starlink, diskon tersebut berlaku otomatis berdasarkan alamat pelanggan. Paket 100 Mbps yang biasanya seharga $55 plus biaya perangkat $10 per bulan, kini hanya menjadi $27,50. Paket Max termahal dengan kecepatan di atas 400 Mbps yang semula $130 plus sewa hardware $10, juga turun menjadi $65.
Wakil Presiden Senior SpaceX untuk Starlink, Michael Nicolls, mengumumkan kabar ini melalui akun X miliknya. Ia menyatakan bahwa kemampuan unik pusat data Colossus tidak dapat terwujud tanpa kemitraan dan dukungan dari komunitas lokal Memphis. Elon Musk juga menambahkan dalam unggahannya, “Starlink setengah harga untuk orang-orang di wilayah Memphis.”
Baca Juga:
Kebijakan ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna Starlink di area tersebut. Namun, para kritikus menilai ini hanyalah aksi pencitraan untuk memperbaiki citra perusahaan di tengah tuntutan hukum. Southern Environmental Law Center (SELC) sebelumnya telah menggugat SpaceX atas penggunaan generator yang dianggap ilegal untuk menjalankan situs Colossus.
Gugatan class action lainnya juga diajukan bulan lalu terkait kebisingan dan getaran yang dialami warga sekitar dari pusat data tersebut. Amanda Garcia, Senior Attorney SELC, menyatakan bahwa komunitas di Memphis dan Mississippi Utara tidak meminta diskon layanan internet, melainkan meminta xAI untuk mematikan pembangkit listrik ilegalnya yang menghasilkan polusi berbahaya.
Meskipun EPA sendiri menyatakan bahwa xAI tidak dikecualikan dari mendapatkan izin untuk generator turbin gasnya, komunitas tampaknya berada dalam posisi sulit dalam pertarungan hukum ini. Pemerintah AS meminta pengadilan untuk menolak gugatan tersebut dengan alasan bahwa mematikan generator xAI mengancam keamanan nasional, ekonomi, dan energi Amerika karena mendukung inovasi kecerdasan buatan untuk operasi militer Departemen Perang.
Diskon Starlink ini bertujuan membuat layanan lebih terjangkau bagi pengguna yang tidak memiliki akses internet kabel yang andal. Namun, Memphis dan Southaven adalah daerah perkotaan yang memiliki banyak alternatif fiber yang lebih cepat dan lebih murah. AT&T dan Xfinity menawarkan paket 300 Mbps dengan harga antara $40 hingga $45 per bulan, yang sekitar $20 lebih murah dibandingkan paket Starlink Max yang sudah didiskon.

Langkah SpaceX ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi besar menggunakan insentif finansial untuk meredam kritik publik. Meskipun diskon terlihat menguntungkan, kenyataannya warga masih memiliki opsi internet yang lebih murah dari penyedia lain.
Di sisi lain, harga memori melonjak hingga 150% yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2027, membuat biaya operasional pusat data semakin mahal. Hal ini menunjukkan bahwa investasi SpaceX di pusat data Colossus membutuhkan strategi bisnis yang agresif, termasuk memberikan diskon kepada komunitas lokal.
Keputusan SpaceX memberikan diskon Starlink di Memphis dan Southaven menunjukkan bahwa perusahaan berusaha membangun hubungan baik dengan komunitas di sekitar pusat datanya. Namun, efektivitas strategi ini masih dipertanyakan mengingat ketersediaan alternatif internet yang lebih murah di wilayah tersebut.
Perseteruan hukum antara SpaceX dengan warga dan organisasi lingkungan masih berlangsung. Pemerintah AS yang memihak SpaceX dalam kasus ini menambah kompleksitas situasi, dengan alasan keamanan nasional yang diutamakan di atas kekhawatiran lingkungan warga setempat.
Bagi pengguna Starlink di wilayah Memphis, diskon ini tentu meringankan biaya bulanan. Namun, bagi mereka yang menginginkan lingkungan bersih dan tenang, langkah ini belum menjawab kekhawatiran utama mereka tentang dampak operasional pusat data Colossus.





Komentar
Belum ada komentar.