telset

Ironis! 5G Sudah Masuk Indonesia, tapi Banyak Pengguna Masih Pakai 3G  

Telset.id, Jakarta – Indonesia baru saja menyambut kehadiran teknologi 5G, yang diluncurkan Telkomsel. Tetapi OpenSignal mengungkap fakta mengejutkan, bahwa sebagian besar masyarakat di Indonesia masih bergantung pada teknologi 3G ketimbang memakai 4G.

Dalam rangka mempercepat transformasi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum lama ini melelang spektrum 30MHz pada pita frekuensi 2.5 GHz.

{Baca juga: Telkomsel Resmi Gelar Layanan 5G di Indonesia, Tahap Awal di 9 Kota}

Tujuan dari pelelangan tersebut untuk melengkapi kebutuhan teknologi 4G dan mulai menerapkan teknologi 5G. Seperti diketahui, internet supercepat itu baru saja diluncurkan oleh Telkomsel di Indonesia.

Akan tetapi, saat Indonesia sedang membuat langkah untuk mengadopsi jaringan generasi kelima tersebut, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada teknologi 3G.

Masih besarnya ketergantungan terhadap teknologi 3G menjadi tantangan tersendiri bagi operator seluler, terutama untuk mematikan jaringan 3G dan menggunakan spektrum nirkabel tersebut untuk teknologi 4G yang lebih efisien dan tentunya 5G.

OpenSignal telah mencari tahu lebih lanjut alasan para pengguna teknologi 3G atau yang kita sebut sebagai “3G-only users” tidak pernah terhubung dengan 4G.

Dari penelusuran yang dilakukan, terdapat tiga alasan utama mengapa banyak pengguna smartphone di Indonesia tidak pernah beralih ke teknologi 4G. Berikut ini tiga alasannya:

{Baca juga: Apakah Pelanggan Telkomsel Perlu Ganti Kartu SIM untuk 5G?}

1. Tidak berlangganan 4G

Data OpenSignal menunjukkan 67,5% 3G-only users di Indonesia mempunyai smartphone berkemampuan 4G, dan mereka menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh 4G tapi tidak menggunakan jaringan 4G.

OpenSignal mencatat dari hasil risetnya mereka melihat pengguna smartphone lain dapat terkoneksi pada jaringan 4G melalui operator seluler yang sama.

Kemungkinan besar para 3G-only users ini tidak melakukan peningkatan berlangganan 4G, karena pengguna tidak sadar akan keuntungannya atau pengguna menonaktifkan koneksi 4G pada ponsel mereka.

Hal yang dapat dilakukan oleh para operator seluler di Indonesia untuk mengajak sebagian besar 3G-only users melakukan migrasi ke 4G – nantinya ke 5G – adalah dengan cara meningkatkan pengalaman pengguna seluler secara keseluruhan.

Caranya dengan memperkenalkan tarif paket 4G yang menarik dan menjelaskan manfaat 4G terhadap pengalaman seluler yang lebih baik.

2. Tidak memiliki perangkat 4G

Sebanyak 16,8% dari 3G-only users di Indonesia menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh jaringan 4G, namun, pengguna tidak memiliki perangkat yang dapat memanfaatkan 4G.

Beberapa faktor mempengaruhi hal ini, contohnya, walaupun harga smartphone 4G semakin terjangkau, pengguna yang berpenghasilan rendah tetap tidak mampu untuk membeli.

{Baca juga: 60% Pengguna Ponsel di Indonesia Masih Pakai Feature Phone}

Selain itu, kemampuan digital yang terbatas menyebabkan pengguna tetap memanfaatkan “ponsel jadul” yang mudah untuk dioperasikan, serta kurangnya pemahaman pengguna akan perbedaan antara perangkat 3G dan 4G.

3. Tidak terjangkau jaringan 4G

Sekitar 10,9% dari 3G-only users memiliki smartphone 4G, tetapi pengguna menghabiskan waktu di area yang tidak terjangkau jaringan 4G dari operator seluler mereka. Artinya, pengguna tidak memakai 4G karena area mereka tidak terjangkau oleh 4G.

Sebagai tambahan, 4,9% dari 3G-only users tidak memiliki perangkat yang berkemampuan 4G dan mereka juga berada di area yang tidak terjangkau teknologi 4G, sehingga 15,8% masyarakat Indonesia tidak pernah memakai 4G.

Selanjutnya, dari analisis yang dilakukan OpenSignal menunjukkan pengguna smartphone 3G di Indonesia mempunyai kecepatan unduh yang rendah, rata-rata 5,5 Mbps. Kecepatan itu 60% lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan unduh pengguna 4G (rata-rata 13,9 Mbps).

{Baca juga: Selain Lebih Kencang, Kenali Kelebihan 5G Dibanding Jaringan 4G}

Sedangkan sekitar 82,4% pengguna 3G terhubung ke jaringan data seluler setiap saat, lebih rendah 14,4% dari para pengguna koneksi 4G.

Hal ini menggambarkan bahwa pengguna 3G yang berada di area jangkauan 4G akan mengalami peningkatan pengalaman penggunaan seluler apabila meningkatkan layanan ke teknologi 4G. [HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0