Astronom Berhasil Lihat Supernova Paling Terang

Supernova Paling Terang

Telset.id, Jakarta  – Para ilmuwan telah menemukan supernova paling terang. Supernova berjuluk SN2016aps tersebut tak hanya paling terang, tetapi juga paling energetik dan mungkin paling masif.

Sebuah makalah tentang penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy. “SN2016aps spektakuler dalam beberapa hal,” kata Edo Berger, profesor dan rekan penulis Universitas Harvard.

{Baca juga: Ngeri! Lubang Hitam “Muntahkan” Bintang dari Bima Sakti}

Supernova atau ledakan bintang adalah ledakan terbesar yang terjadi di ruang angkasa. Seperti dilansir New York Post, SN2016aps mengalahkan ledakan supernova normal sebanyak 500 kali.

“Output energi yang kuat dari supernova tersebut menunjuk ke nenek moyang bintang yang sangat masif. Saat lahir, bintang itu setidaknya mencapai 100 kali massa Matahari kita,” jelas Berger.

Dikutip Telset.id, Senin (20/4/2020), Supernova kali pertama terlihat pada 2016 oleh para ilmuwan dari CfA, Universitas Birmingham di Inggris, Universitas Northwestern, dan Universitas Ohio.

Mereka menggunakan informasi dari Teleskop Survei Panoramic dan Sistem Respons Cepat (Pan-STARRS).  “Ssebelum meledak, bintang tersebut melepaskan sejumlah besar gas,” imbuhnya.

Para ilmuwan juga terkejut dengan tingginya tingkat gas hidrogen di SN2016aps. “SN2016aps mendorong kami untuk berteori bahwa dua bintang yang kurang masif telah bergabung,” ujarnya.

Sebelumnya, NASA merilis gambar cantik yang memperlihatkan pusat dari galaksi kita, Bima Sakti. Menurut penjelasan NASA lewat foto, wilayah pusat galaksi Bima Sakti ternyata berisi koleksi benda-benda eksotis.

{Baca juga: NASA Rilis Foto Cantik dari Pusat Galaksi Bima Sakti}

Masih menurut NASA, benda-benda itu termasuk lubang hitam supermasif dengan berat sekitar empat juta kali massa matahari atau disebut Sagitarius A*. Pada foto galaksi Bima Sakti, ada pula dan awan gas di suhu jutaan derajat.

Menurut NASA dan dilansir New York Post, seperti dikutip Telset.id, Kamis (26/03/2020), wilayah di sekitar Sagitarius A* akan menjadi bagian dari Array Kilometer Persegi atau SKA. [SN/HBS]

 

SOURCENew York Post
Previous articlePenelitian Antibodi Ungkap Titik Lemah Virus Corona
Next articleAturan IMEI Berlaku, Kominfo Berikan Tips Aman Beli HP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here