📑 Daftar Isi

Grafik harga saham SpaceX yang menunjukkan penurunan tajam selama empat hari berturut-turut setelah IPO

SpaceX Saham Anjlok, Pasar Saham Teknologi Global Terkoreksi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Saham SpaceX turun selama empat hari berturut-turut setelah IPO, menghapus hampir semua keuntungan awal
  • S&P 500 futures turun 1,6%, Nasdaq 100 futures turun 2,8%, berpotensi hapus $1 triliun nilai pasar
  • Nvidia, Tesla, Amazon, Alphabet, dan Intel masing-masing turun lebih dari 3%
  • SpaceX mengumumkan inaugural bond offering untuk danai proyek satelit pusat data orbital
  • Analis JPMorgan memperingatkan "gravity strikes" terkait koreksi pasar global
  • Fenomena ini menandakan antusiasme terhadap AI mulai meredup

Telset.id – Saham SpaceX mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut setelah IPO-nya, menghapus hampir seluruh keuntungan awal dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham teknologi global. Fenomena ini mengindikasikan bahwa antusiasme terhadap siklus AI selama bertahun-tahun mungkin mulai meredup.

Menurut laporan dari NBC News, indeks S&P 500 futures tergelincir 1,6 persen pada Selasa, sementara Nasdaq 100 futures turun 2,8 persen. Jika penurunan ini bertahan, lebih dari $1 triliun nilai pasar berpotensi terhapus dalam satu hari perdagangan. Aksi jual ini tidak hanya terbatas pada SpaceX, tetapi juga melanda raksasa teknologi lainnya.

Seorang trader saham menyaksikan layar monitor yang menampilkan grafik pasar keuangan yang sedang ambruk.

Saham perusahaan teknologi seperti Amazon, Nvidia, Tesla, Alphabet, dan Intel juga ambles lebih dari tiga persen dalam perdagangan pra-pembukaan. Pada pembukaan pasar Selasa, SpaceX dibuka pada level $150, tepat di bawah harga penawaran perdananya. Nvidia turun lebih dari tiga persen, sementara Tesla merosot hampir empat persen. Indeks S&P 500 dibuka dengan kerugian 1,5 persen, mengonfirmasi tingkat ketidakpastian yang tidak biasa di pasar.

Gelembung AI Mulai Terkoreksi

Para analis telah lama memperingatkan bahwa valuasi perusahaan teknologi yang sangat tinggi telah menciptakan gelembung besar yang dapat membahayakan seluruh perekonomian jika pecah. “Gravity strikes,” demikian peringatan para trader JPMorgan dalam catatan Selasa mereka, merujuk pada indeks Asia yang terpukul bersamaan dengan futures AS dan Uni Eropa. Fenomena ini juga terlihat dari fokus industri pada Enterprise AI yang menjadi sorotan utama di berbagai ajang teknologi global.

Kerugian ini meluas melintasi batas internasional, menandakan bahwa kegembiraan terhadap siklus AI selama bertahun-tahun mungkin mulai menemui hambatan. Penurunan empat hari berturut-turut SpaceX, mengingat skala debutnya di Wall Street dan besarnya perhatian yang diterima, tampaknya telah memicu suasana gugup yang lebih luas di kalangan investor.

Pada hari Senin saja, perusahaan roket tersebut kehilangan $400 miliar nilai pasarnya ketika sahamnya jatuh hampir 17 persen. SpaceX juga mengumumkan “inaugural bond offering” untuk mengumpulkan lebih banyak dana bagi rencana ambisiusnya meluncurkan satu juta satelit pusat data orbital raksasa ke luar angkasa — sebuah konsep yang masih belum terbukti sama sekali.

Dampak Terhadap Pasar Global

Penurunan ini memberikan “gut check” besar lainnya yang bisa menguji komitmen investor untuk terus mendukung apa yang disebut sebagai “AI gravy train”. Kerugian yang meluas ini juga berdampak pada perusahaan-perusahaan lain, termasuk CEO WiseTech yang menerima ancaman kekerasan imbas PHK massal yang digantikan AI, menunjukkan bahwa tekanan di sektor ini semakin nyata.

Dalam konteks yang lebih luas, ketidakpastian pasar ini juga mendorong konsumen untuk mencari aplikasi sosial media alternatif sebagai pengganti layanan Big Tech yang valuasinya mulai dipertanyakan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap dominasi perusahaan teknologi besar mulai bergeser, baik di level investor maupun pengguna akhir.

Satu kepastian yang ada adalah bahwa investor akan menghadapi perjalanan yang penuh gejolak. Ini adalah momen “gut check” besar lainnya yang bisa menguji komitmen mereka untuk terus menggelontorkan dana ke dalam kereta gandum AI. Jika penurunan berlanjut, dampaknya bisa meluas ke sektor-sektor lain yang selama ini bergantung pada pertumbuhan eksponensial perusahaan teknologi.

Komentar

Belum ada komentar.