Telset.id – Shenzhen, China, secara resmi mengoperasikan lini produksi percontohan (pilot production line) pertama untuk robot humanoid. Fasilitas yang terletak di Distrik Longhua ini diresmikan pada 12 April 2026 dan diharapkan menjadi solusi untuk masalah produksi massal, seperti ketidakstabilan proses dan biaya tinggi.
Lini produksi percontohan ini dikelola oleh perusahaan robotika Leju (Robo-Plus). Menurut Cao Yu, Asisten Wakil Presiden Leju Robot, fasilitas ini berfungsi sebagai zona penyangga dan alat verifikasi antara tahap penelitian dan pengembangan (R&D) dengan produksi massal. Tujuannya adalah menetapkan prosedur operasi standar untuk manufaktur skala besar di masa depan.
“Robot yang bergerak dari R&D ke produksi massal perlu melalui proses dari 0 ke 1, lalu ke 10.000. Tahap percontohan ini khusus menyelesaikan bagian dari 1 ke 100,” jelas Cao Yu, seperti dikutip dari Shenzhen TV. Ia menambahkan bahwa fase ini mencakup verifikasi stabilitas dan keandalan proses manufaktur, yang dirancang untuk meminimalkan masalah seperti ketidakmampuan produksi, ketidakstabilan output, dan biaya produksi yang terlalu mahal saat produksi massal nanti.
Di fasilitas ini, robot Roban 2 (Luban 2) sedang menjalani produksi percobaan dalam skala kecil. Robot tersebut telah melalui dua versi iterasi validasi di lini percontohan. Seluruh tahapan untuk produksi massal terus disempurnakan. Sebelumnya, robot Kuafu 5 juga menghabiskan waktu 4 hingga 5 bulan untuk “dihaluskan” di lini percontohan sebelum akhirnya masuk ke tahap produksi massal.
Pangkalan percontohan di Longhua ini juga dilengkapi dengan sistem manajemen digital MES (Manufacturing Execution System). Sistem ini mencatat seluruh data perakitan secara real-time untuk memastikan kualitas dapat dilacak dan proses dapat direplikasi. Data yang terkumpul secara bertahap akan membentuk basis pengetahuan industri.
Cao Yu juga menyoroti kemajuan rantai pasokan domestik. Ia menyatakan bahwa rantai industri di dalam negeri sebelumnya tidak terlalu lengkap. Namun, Kawasan Teluk Guangdong-Hong Kong-Makau kini pada dasarnya telah dapat mencapai siklus produksi tertutup untuk manufaktur robot humanoid. Tingkat lokalisasi untuk robot humanoid Kuafu, misalnya, telah melebihi 95%.
Keberadaan lini percontohan ini menandai pendekatan yang lebih sistematis China dalam mendorong industrialisasi robot humanoid. Dengan memastikan proses manufaktur stabil dan ekonomis sebelum skala penuh, risiko kegagalan produksi dan pemborosan investasi dapat ditekan.




