Telset.id – Tesla mengonfirmasi bahwa generasi kedua Roadster akan diperkenalkan pada 1 Oktober 2026. Lewat unggahan di X pada Sabtu, perusahaan hanya menulis “Go for launch” dengan grafis bertanggal “10.01”, sehingga peluncuran mobil sport listrik itu dijadwalkan pada 1 Oktober. Grafis tersebut juga tampak memberi petunjuk soal cold gas thrusters yang dijanjikan, teknologi yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan lain milik CEO Tesla Elon Musk.
Cold gas thrusters itu bersifat opsional dan disebutkan dapat membuat Roadster terbang dengan cara tertentu. Kabar ini menjadi titik terang bagi model yang sudah lama dinanti, setelah Tesla Roadster generasi kedua pertama kali diumumkan pada November 2017 dan berulang kali mengalami penundaan. Konfirmasi tanggal tersebut sekaligus menegaskan bahwa Tesla masih melanjutkan proyek ini di tengah berbagai perubahan lini produknya, termasuk pengembangan model otonom seperti yang dibahas dalam Tesla Cybercab.
Penundaan panjang Roadster sempat menimbulkan gesekan publik. Pada tahun lalu, mobil ini menjadi bahan perselisihan di media sosial antara Musk dan CEO OpenAI Sam Altman. Altman menyebut bahwa “7.5 tahun terasa seperti waktu yang sangat lama untuk menunggu” setelah membayar biaya reservasi sebesar 50.000 dolar AS, sementara Musk bersikeras bahwa Altman telah menerima pengembalian dana. Perselisihan itu memperlihatkan betapa besarnya ekspektasi yang terbangun, sekaligus ketidakpastian yang menyertai janji peluncuran Roadster selama bertahun-tahun.
Laporan terbaru dari The Information menyebutkan bahwa versi mobil dari 2017 telah sepenuhnya ditinggalkan demi desain baru yang belum diungkap dan akan diperkenalkan dalam waktu dekat. Artinya, apa yang akan ditampilkan pada 1 Oktober 2026 bukan lagi wujud yang pernah diperlihatkan hampir sembilan tahun lalu. Musk sendiri sebelumnya mengakui bahwa bahkan setelah pengungkapan besar itu, Roadster tidak akan benar-benar masuk produksi selama 12 atau 18 bulan berikutnya.
Baca Juga:
Roadster dan Janji Thruster SpaceX
Unsur paling menonjol dari teaser terbaru adalah petunjuk mengenai cold gas thrusters. Teknologi ini dikembangkan oleh SpaceX dan ditawarkan sebagai opsi pada Roadster. Dalam pengumuman sebelumnya, thrusters tersebut digambarkan dapat memungkinkan Roadster terbang dengan cara tertentu. Detail teknis mengenai cara kerja maupun tingkat kelayakannya tidak dijelaskan dalam unggahan terbaru Tesla, sehingga belum diketahui apakah fitur ini akan benar-benar tersedia saat peluncuran atau tetap menjadi opsi di kemudian hari.
Yang jelas, Tesla memilih mengomunikasikan peluncuran ini dengan gaya singkat khas Musk: satu kalimat, satu grafis, tanpa penjelasan panjang. Pendekatan ini berbeda dari cara Tesla memperkenalkan lini kendaraan otonomnya yang belakangan mendapat sorotan, misalnya ketika Cybercab Tesla tanpa setir menjadi perhatian kalangan pemadam kebakaran di Austin. Roadster, dengan positioning sebagai mobil sport performa tinggi, berada di jalur yang berbeda dari kendaraan otonom tersebut.
Sejarah panjang Roadster generasi kedua menunjukkan bahwa pengumuman tanggal bukan jaminan produksi cepat. Sejak 2017, model ini melewati sejumlah revisi jadwal. Bahkan laporan The Information menyebut desain lamanya ditinggalkan total, yang berarti Tesla memulai ulang sebagian besar pekerjaan desainnya. Keputusan itu wajar jika melihat rentang waktu hampir sembilan tahun sejak pengumuman awal, di mana standar teknologi baterai, aerodinamika, dan perangkat lunak kendaraan telah bergerak jauh.
Dampak bagi Pasar Mobil Listrik
Bagi pasar mobil listrik, peluncuran Roadster pada 1 Oktober 2026 menjadi penanda bahwa Tesla tetap mempertahankan lini performa tinggi di samping model-model volume dan kendaraan otonom. Namun, pernyataan Musk bahwa produksi masih berjarak 12 hingga 18 bulan setelah pengungkapan berarti konsumen tidak bisa segera memiliki mobil ini. Rentang waktu tersebut menempatkan produksi paling cepat pada akhir 2027 atau awal 2028, jika mengikuti pernyataan Musk sendiri.
Ketidakpastian soal produksi juga sejalan dengan pola komunikasi Tesla pada lini produk lain. Pada Cybercab, misalnya, sejumlah detail teknis baru terungkap belakangan, termasuk soal kontrol manual Cybercab yang bocor melalui layar sentuh. Pola serupa bisa terjadi pada Roadster, di mana spesifikasi final dan fitur opsional kemungkinan baru terkonfirmasi mendekati atau setelah peluncuran resmi.
Dari sisi konsumen, biaya reservasi sebesar 50.000 dolar AS yang pernah disebut Altman menunjukkan bahwa Roadster menyasar segmen premium, bukan pembeli massal. Angka itu juga menjadi alasan mengapa penundaan bertahun-tahun menimbulkan kekecewaan, terutama bagi mereka yang sudah menyetor dana jauh sebelum ada kepastian tanggal. Tesla belum memberikan keterangan resmi mengenai status reservasi lama maupun skema baru untuk pemesanan setelah 1 Oktober 2026.
Yang perlu dicatat, seluruh informasi mengenai peluncuran ini masih bertumpu pada satu unggahan singkat Tesla dan laporan media. Belum ada konfirmasi mengenai harga final, spesifikasi baterai, jarak tempuh, maupun ketersediaan thrusters SpaceX sebagai opsi produksi. Pembaca yang menantikan Roadster sebaiknya menyimak pengumuman resmi pada 1 Oktober 2026 untuk mendapatkan detail yang selama ini belum dipastikan Tesla.





Komentar
Belum ada komentar.