šŸ“‘ Daftar Isi

Peneliti bekerja di laboratorium dengan komputer kuantum NEC yang dihentikan pengembangannya

NEC Setop Kembangkan Hardware Quantum Computing Setelah 30 Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • NEC menghentikan pengembangan hardware komputer kuantum setelah sekitar tiga dekade riset
  • Beberapa peneliti kuantum NEC berpindah ke rival, Fujitsu
  • NEC pernah peringkat pertama penjualan semikonduktor global pada 1990
  • NEC akan fokus pada aplikasi kuantum, hindari biaya mesin fisik
  • Fujitsu bersama Riken luncurkan komputer 256 qubits, target 1.000 qubits pada 2026

Telset.id – NEC dilaporkan menghentikan pengembangan hardware komputer kuantum setelah sekitar tiga dekade meneliti superconducting circuits dan teknologi solid-state qubit. Keputusan ini menandai mundurnya salah satu pelopor korporat awal dalam pengembangan perangkat keras komputasi kuantum, di tengah mahalnya biaya pengembangan mesin fisik dan lamanya waktu pengembalian investasi.

Beberapa peneliti kuantum NEC dikabarkan telah berpindah ke perusahaan rival, Fujitsu, untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Langkah NEC ini juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan keahlian mendalam selama puluhan tahun pun semakin memandang hardware kuantum sebagai sesuatu yang secara komersial belum layak dalam jangka pendek.

NEC tidak secara resmi menyebut langkah ini sebagai penarikan total dari riset komputasi kuantum. Perusahaan menyatakan akan terus mengkaji penggunaan nyata dan jalur komersialisasi yang terkait dengan teknologi kuantum. NEC diperkirakan akan lebih fokus pada aplikasi kuantum sambil menghindari biaya yang terkait dengan pengembangan mesin fisik.

A Quantum Computer Inside A Well-Lit Lab

Jejak Panjang NEC di Industri Chip dan Komputasi Kuantum

NEC pernah mendominasi industri chip global. Perusahaan ini menempati peringkat pertama dalam penjualan semikonduktor di seluruh dunia pada 1990, di depan sejumlah rival. Perusahaan seperti Hitachi, Toshiba, Fujitsu, Motorola, dan Intel semuanya tertinggal jauh di belakang bisnis chip NEC sepanjang periode tersebut.

Intel akhirnya melampaui NEC seiring prosesor komputer pribadi tumbuh menjadi segmen besar dan sangat menguntungkan di pasar elektronik global. Terobosan NEC pada 1999 di bidang superconducting qubits muncul dari perusahaan yang memiliki keahlian internal luas dalam rekayasa dan manufaktur perangkat solid-state.

Para peneliti NEC menghasilkan solid-state qubit paling awal yang diketahui, sebuah tonggak yang masih banyak dirujuk di seluruh bidang komputasi kuantum. Varian dari terobosan awal itu kini secara diam-diam mendasari prosesor kuantum yang saat ini dibangun secara terpisah oleh dua raksasa teknologi, Google dan IBM.

Berbeda dengan NEC, IBM tetap berkomitmen pada hardware kuantum dan tumbuh menjadi pengembang sistem komputasi kuantum terkemuka secara global. Kontras inilah yang membuat keluarnya NEC terbilang langka di antara para pelopor korporat awal pengembangan hardware komputasi kuantum.

NEC tidak keluar dari bisnis semikonduktor dalam semalam. Mundurnya perusahaan ini justru berlangsung secara bertahap selama kurang lebih satu dekade penuh restrukturisasi. Perusahaan secara efektif meninggalkan operasi memori DRAM pada 1999, dengan melipatnya ke dalam joint venture yang kemudian berganti nama menjadi Elpida.

Pada November 2002, NEC memisahkan unit chip yang tersisa, mencakup mikrokontroler dan perangkat system-on-chip, ke dalam perusahaan baru. Entitas itu kemudian berganti nama menjadi NEC Electronics, yang akhirnya menjadi pembuat chip besar yang kini dikenal global sebagai Renesas Electronics.

Portofolio bisnis NEC saat ini berpusat pada layanan IT, sistem enterprise, aerospace, defense, infrastruktur telekomunikasi, AI, dan pekerjaan keamanan. Pengembangan hardware kuantum tampaknya tidak lagi cocok dengan fokus bisnis korporat perusahaan yang semakin terdiversifikasi tersebut.

Quantum computing concept. Digital communication network. Technological abstract.

Fujitsu Melaju, NEC Memilih Fokus Aplikasi

Di sisi lain, Fujitsu, yang bekerja bersama mitra riset Riken, telah meluncurkan komputer kuantum yang dibangun dengan sekitar 256 superconducting qubits pada tahun lalu. Perusahaan ini menargetkan membangun sistem yang melampaui 1.000 qubits pada suatu waktu dalam 2026, menurut pernyataan publik pejabat perusahaan sebelumnya.

Dalam jangka panjang, Fujitsu dilaporkan menetapkan target membangun mesin yang membawa lebih dari 10.000 superconducting qubits sebelum tahun fiskal 2030 tiba. Target-target ini menunjukkan arah berbeda antara NEC yang memilih mundur dari hardware fisik dan Fujitsu yang justru mempercepat pengembangan mesin kuantumnya.

Pengembangan hardware komputasi kuantum tetap menjadi upaya yang sangat mahal, dan pengembalian investasi bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun tambahan untuk terwujud sepenuhnya. Kondisi inilah yang tampaknya menjadi pertimbangan utama di balik keputusan NEC untuk tidak lagi membangun mesin fisik.

Meski begitu, NEC masih akan mengkaji penggunaan nyata dan jalur komersialisasi yang terkait dengan teknologi kuantum. Fokus perusahaan kini diarahkan pada aplikasi kuantum tanpa harus menanggung beban biaya pengembangan perangkat keras.

Keputusan NEC ini menjadi sinyal bahwa bahkan perusahaan dengan keahlian mendalam selama puluhan tahun semakin memandang hardware kuantum sebagai sesuatu yang secara komersial belum layak dalam jangka pendek. Sementara itu, langkah beberapa peneliti NEC yang berpindah ke Fujitsu menunjukkan bahwa talenta di bidang ini tetap dicari oleh perusahaan yang masih berkomitmen pada pengembangan mesin kuantum.

Bagi industri, kontras antara NEC dan Fujitsu memperlihatkan dua pendekatan berbeda dalam menghadapi teknologi kuantum: fokus pada aplikasi dan komersialisasi, atau tetap mengejar pengembangan hardware fisik dengan target qubit yang terus meningkat.

A computer processor in glowing pink and yellow with purple and orange digital strands emerging from all sides

Perusahaan yang ingin mengikuti perkembangan teknologi terbaru bisa menyimak bagaimana langkah NEC mengalihkan fokus ke aplikasi kuantum berjalan, termasuk upaya mereka mengkaji jalur komersialisasi teknologi tersebut. Sementara itu, perusahaan lain yang masih mengejar hardware fisik seperti Fujitsu akan menjadi tolok ukur apakah investasi besar di mesin kuantum akhirnya membuahkan hasil komersial.

[ META_DESCRIPTION]
NEC dilaporkan menghentikan pengembangan hardware komputer kuantum setelah 30 tahun, sementara sejumlah penelitinya berpindah ke Fujitsu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.