SCIENCE-TECH

China Klaim Tanah di Bulan Bisa Hasilkan Oksigen

Naufal Mamduh
Share

Telset.id, Jakarta – Para peneliti China merilis penelitian yang cukup mengejutkan seputar Bulan. Mereka mengklaim kalau tanah di Bulan memiliki potensi untuk menghasilkan oksigen dan bahan bakar.

Dilansir Telset dari Gadget 360 pada Senin (9/5/2022), peneliti bidang material dari Universitas Nanjing Yingfang Yao dan Zhigang Zou China mengatakan tanah di Bulan mengandung senyawa aktif berupa zat besi dan titanium.

Kedua zat tersebut dinilai dapat mengubah karbon dioksida yang ada di tanah menjadi oksigen dan bahan bakar.

Selain itu tanah di permukaan bulan juga mengandung hidrogen dan metana, yang dapat memberi daya pada peralatan dan tempat tinggal.

Baca juga: Ilmuwan China Bikin Rahim Buatan, Dipantau oleh Robot AI

Klaim tanah bulan mengandung oksigen ini dilakukan berdasarkan penelitian atas sampel tanah yang diambil oleh pesawat ruang angkasa Chang’e 5 China.

Dalam penelitian yang dipublikasikan melalui junal Joule, dijelaskan pula kalau peneliti China telah merancang sistem yang mampu memanfaatkan tanah bulan dan radiasi matahari untuk membuat oksigen dan karbon dioksida.

Sistem yang disebut dengan Extraterrestrial Photosynthesis Strategy itu menggunakan tenaga sinar matahari untuk mengubah tanah di Bulan menjadi oksigen dan bahan bakar.

Sistem terdiri dari berbagai perangkat yang mengolah tanah di Bulan menjadi oksigen yang bisa dipakai oleh astronaut.

Gambaran mengenai Extraterrestrial Photosynthesis Strategy (sumber foto: Gadget 360)

Rencananya sistem tersebut akan dibawa Bulan saat China menjalankan misi ke Bulan di masa depan. Namun belum diketahui kapan China akan melakukan misi perjalanan ke Bulan.

Hasil penelitian tersebut bisa menjadi angin segar bagi dunia astronomi. Pasalnya manusia bisa mudah beradaptasi di Bulan karena ada kandungan oksigen yang cukup di sana.

Baca juga: Astronom AS Temukan “HD1”, Galaksi Terjauh di Alam Semesta

Selain itu penemuan ini merupakan langkah maju yang dilakukan China terhadap penelitian di Bulan. Secara tidak langsung negeri tirai bambu ini telah melangkahi NASA, yang baru akan terbang ke Bulan melalui Misi Artemis di tahun 2022 ini.

Namun sepertinya butuh penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikan, kalau kandungan oksigen di sana cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia khususnya astronaut. [NM/HBS]

 

Leave a Comment