Ilustrasi foto berwarna menampilkan Elon Musk dengan latar belakang abstrak

Saham SpaceX Anjlok Usai Gagal Luncurkan Starship

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX gagal meluncurkan Starship pada uji coba ke-13 karena sistem komputer otomatis membatalkan misi
  • Saham SpaceX anjlok ke rekor terendah USD 124, turun 45 persen dari rekor tertinggi USD 225
  • Nilai pasar SpaceX terancam turun lebih dari USD 1 triliun dibanding rekor 16 Juni
  • Elon Musk mengintegrasikan xAI menjadi SpaceXAI, menambah kompleksitas bisnis
  • SpaceX rugi USD 5 miliar dan xAI membakar USD 6,4 miliar tahun lalu
  • Wall Street masih optimistis dengan target harga USD 300 dari Morgan Stanley
  • Kegagalan Starship menjadi pertanyaan besar bagi investor tentang masa depan perusahaan

Telset.id – SpaceX gagal meluncurkan roket Starship pada uji coba ke-13, Kamis malam waktu setempat. Sistem komputer secara otomatis membatalkan peluncuran saat mesin menyala dan hitungan mundur mencapai nol. Elon Musk, CEO SpaceX, menyatakan bahwa “some of the engines didn’t start” dan menambahkan, “Next launch attempt hopefully in a few days.”

Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi performa saham SpaceX di bursa efek. Ini adalah uji coba Starship pertama sejak perusahaan tersebut melantai di bursa saham bulan lalu. Saham SpaceX langsung anjlok ke rekor terendah USD 124 sebelum pulih ke sekitar USD 126, jauh di bawah harga IPO sebesar USD 135.

Data menunjukkan saham SpaceX turun hampir 14 persen dalam lima hari terakhir dan merosot 45 persen dibandingkan rekor tertinggi USD 225 sebulan lalu. Menurut Bloomberg, SpaceX diperkirakan akan kehilangan lebih dari USD 1 triliun nilai pasar dibandingkan rekor tertinggi pada 16 Juni lalu.

Kegagalan Starship bukan satu-satunya faktor yang membebani saham SpaceX. Indeks Nasdaq juga tergelincir hampir dua persen dalam perdagangan pagi ini, karena investor melepas saham produsen chip AI di tengah kekhawatiran gelembung pasar. Kondisi ini memperburuk tekanan pada saham SpaceX.

Situasi semakin rumit setelah Musk menggabungkan SpaceX dengan startup AI miliknya, xAI, yang kini berganti nama menjadi SpaceXAI. Perusahaan roket tersebut harus bekerja ekstra untuk meyakinkan investor bahwa valuasinya yang tinggi masih layak. SpaceX mencatat kerugian hampir USD 5 miliar tahun lalu, sementara xAI membakar USD 6,4 miliar pada periode yang sama.

Meskipun kinerja saham buruk, Wall Street masih optimistis terhadap SpaceX. Morgan Stanley misalnya, meyakini harga saham perusahaan bisa mencapai USD 300, lebih dari dua kali lipat harga saat ini. Musk sendiri yakin bahwa “SpaceX will be worth more than the rest of Earth if we accomplish our goals.”

Namun, kegagalan uji coba Starship kali ini memunculkan pertanyaan serius dari investor. Pasalnya, visi besar Musk untuk SpaceX — termasuk pusat data AI orbital raksasa dan kolonisasi Bulan serta Mars — sangat bergantung pada kesuksesan roket Starship. Tanpa roket yang berfungsi penuh, seluruh rencana ambisius ini terancam.

Ilustrasi foto berwarna menampilkan Elon Musk.

Kegagalan peluncuran Starship menjadi pengingat nyata tentang risiko besar yang melekat pada strategi bisnis SpaceX. Investor kini dihadapkan pada kenyataan pahit: setelah bertahun-tahun pengembangan, Starship belum berhasil menyelesaikan urutan misi yang sukses, baik mencapai luar angkasa maupun mendarat utuh.

Analis pasar menilai bahwa tekanan pada saham SpaceX kemungkinan akan berlanjut hingga perusahaan mampu menunjukkan kemajuan signifikan pada program Starship. Kegagalan berulang kali dapat mengikis kepercayaan investor, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang tidak stabil.

Musk mungkin optimistis dengan masa depan SpaceX, namun data menunjukkan realitas yang berbeda. Kerugian besar tahun lalu, ditambah dengan performa saham yang buruk, menjadi sinyal peringatan bagi para pemegang saham. Pertanyaan tentang valuasi perusahaan pun semakin sulit dijawab.

Sementara itu, integrasi dengan xAI menjadi SpaceXAI menambah kompleksitas bisnis perusahaan. Investor kini harus mengevaluasi tidak hanya prospek bisnis antariksa SpaceX, tetapi juga potensi bisnis AI yang masih membakar uang dalam jumlah besar.

Langkah SpaceX selanjutnya akan menjadi kunci. Jika uji coba Starship berikutnya berhasil, kepercayaan investor bisa pulih. Namun jika kegagalan terus berulang, bukan tidak mungkin tekanan pada saham akan semakin dalam.

Wall Street masih percaya pada potensi jangka panjang SpaceX, namun kesabaran investor tentu ada batasnya. Dengan valuasi yang sudah turun drastis, perusahaan harus segera membuktikan bahwa visi besarnya bisa diwujudkan.

Kegagalan uji coba Starship ke-13 ini menjadi pelajaran berharga bagi industri antariksa: bahkan perusahaan paling inovatif sekalipun tidak kebal terhadap risiko teknis dan tekanan pasar. Bagi investor, ini adalah pengingat bahwa investasi di perusahaan teknologi tinggi selalu mengandung ketidakpastian besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.