Robot Tempur Masa Depan Bisa Baca Emosi Manusia

Telset.id, Jakarta – Rencana Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) untuk robot wingman dalam formasi kendaraan, drone di setiap prajurit, dan keledai robotik yang membawa peralatan bertujuan untuk mengurangi beban pesawat tempur. Lantas, bagaimana robot dan manusia berkomunikasi?

Perintah suara seperti asisten otomatis di smartphone memang bagus, tetapi tidak saat ada ancaman tembakan. Robot tempur perlu mengurai prioritas yang dianggap biasa oleh manusia.

Menurut Angkatan Darat AS, dilansir New York Post, lebih banyak C3PO atau R2D2 di film “Star Wars” daripada Hal di “2001: A Space Odyssey”  mungkin cara terbaik untuk melihat rekan satu tim kombatan robot Anda pada masa depan.

Makalah yang diterbitkan oleh Celso de Melo dari ARL, seorang ilmuwan komputer, dan Kazunori Terada di Universitas Gifu di Jepang, menunjukkan bahwa isyarat emosional seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh dapat menjadi faktor kunci.

Robot Tentara Inggris
Foto: Game Pressure

{Baca juga: Duh! Robot Mikroskopis akan Serang Tubuh Manusia (VIDEO)}

Artinya, seperti dikutip Telset, isyarat emosional seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh menjadi faktor kunci dalam bagaimana mesin dan manusia bekerja sama. Ekspresi emosional tersebut membentuk kerja sama.

Ilmuwan komputer telah menghabiskan waktu untuk meneliti bagaimana kecerdasan buatan memandang lingkungan sekitar, yang dikenal sebagai “computer vision“. Ia juga melakukan penelitian tentang mesin cerdas secara sosial.

Apabila merasa sangat tertekan dan AI dalam sistem dapat membaca stres dan efeknya secara lebih baik, anggota manusia dari tim robot-prajurit dapat mengubah komunikasi untuk menanggapi rekan satu pasukan, terutama di medan tempur.

Jepang Kembangkan Robot untuk Bantu Manusia Hindari Corona

Bicara tentang robort dan manusia, belum lama ini sebuah perusahaan asal Jepang, Mira Robotics mengembangkan robot pekerja bernama Ugo. Robot ini dapat membantu pekerjaan manusia, mengurangi kontak antar manusia dan penularan Covid-19.

CEO Mira Robotics, Ken Matsui menyatakan jika kehadiran robot pekerja ini menjadi solusi yang ditawarkan Mira Robotics akan masalah penularan Covid-19 atau Virus Corona di Jepang dan dunia.

{Baca juga: Robot Humanoid Atlas Makin Mirip Manusia}

Dilansir Telset.id dari Channel News Asia, Covid-19 membuat populasi pekerja di Jepang menurun karena tidak ada lagi pekerja asing yang bekerja disana. Untuk itu Mira Robotics pun mengembangkan Ugo yang mampu mengisi kekosongan pekerja di masa pandemi Covid-19 seperti ini. [Sn/IF]

SourceNYP

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -