šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi pusat data AI Qualcomm dengan server dan chip semikonduktor

Qualcomm Alihkan Fokus ke Data Center AI Setelah Penjualan Smartphone Anjlok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan smartphone Qualcomm turun sekitar 20 persen dibanding 2025
  • Qualcomm masuk bisnis data center AI lewat kemitraan dengan Amazon dan Meta
  • Target pendapatan data center 650 juta dolar AS pada Q1 2027
  • Proyeksi naik ke 5 miliar dolar AS akhir 2027 dan 15 miliar dolar AS pada 2029
  • Data center ditargetkan menyumbang sekitar 30 persen bisnis Qualcomm
  • Total pendapatan Qualcomm sepanjang 2026 mencapai 10,4 miliar dolar AS

Telset.id – Qualcomm menempatkan bisnis data center AI sebagai mesin pertumbuhan baru setelah penjualan smartphone turun sekitar 20 persen dibanding 2025. Langkah ini disampaikan perusahaan dalam earnings call Q4 2026, dengan target pendapatan data center yang agresif hingga 2029.

Penurunan penjualan smartphone menjadi pemicu utama pergeseran strategi Qualcomm. Perusahaan tidak tinggal diam menghadapi tekanan di segmen yang selama ini menjadi tulang punggung bisnisnya. Dalam earnings call Q4 2026, Qualcomm memaparkan rencana masuk lebih dalam ke bisnis data center AI melalui kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar.

Qualcomm menyebut telah menjalin kerja sama dengan Amazon dan Meta yang diumumkan pada awal tahun ini. Kemitraan tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas jejak di pasar infrastruktur AI, segmen yang selama ini dikuasai pemain lain.

Perusahaan memperkirakan pendapatan data center sekitar 650 juta dolar AS pada kuartal pertama 2027. Angka itu diproyeksikan melonjak menjadi 5 miliar dolar AS pada akhir 2027, lalu mencapai 15 miliar dolar AS pada 2029.

Proyeksi tersebut tergolong signifikan bila dibandingkan total pendapatan Qualcomm sepanjang 2026 yang mencapai 10,4 miliar dolar AS. Artinya, data center berpotensi menjadi kontributor besar bagi pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Qualcomm juga menegaskan ekspektasinya bahwa data center pada akhirnya akan menyumbang sekitar 30 persen dari bisnisnya. Angka ini memang tidak seambisius AMD yang menyatakan lebih dari 80 persen pendapatannya akan berasal dari data center. Namun, Qualcomm menilai masih ada permintaan besar yang perlu dipenuhi dan dana AI yang cukup untuk dibagi ke sejumlah pemain.

Kemitraan dan Proyeksi Pendapatan Data Center

Langkah Qualcomm menuju data center AI tidak berdiri sendiri. Kerja sama dengan Amazon dan Meta menjadi pijakan awal perusahaan untuk masuk ke rantai pasok infrastruktur AI. Kedua nama besar tersebut disebut telah diumumkan sebagai mitra pada awal tahun ini.

Dari sisi angka, Qualcomm cukup gamblang memetakan targetnya. Pendapatan 650 juta dolar AS pada kuartal pertama 2027 menjadi titik awal, sebelum naik ke 5 miliar dolar AS pada akhir 2027 dan 15 miliar dolar AS pada 2029. Untuk konteks, total pendapatan perusahaan sepanjang 2026 adalah 10,4 miliar dolar AS.

Selain proyeksi pendapatan, Qualcomm menargetkan data center menyumbang sekitar 30 persen dari bisnisnya. Perbandingan dengan AMD memperlihatkan posisi Qualcomm yang lebih konservatif, tetapi tetap menunjukkan keyakinan bahwa pasar data center AI masih menyediakan ruang pertumbuhan yang luas.

Di sisi lain, Qualcomm juga terus memperluas keterlibatannya di sektor lain. Perusahaan tercatat terlibat dalam penyediaan base station untuk jaringan 5G Starlink Mobile di AS yang dijadwalkan mulai 2027, sebagaimana dirangkum dalam artikel jaringan 5G AS. Langkah ini menunjukkan Qualcomm tidak hanya bergerak di data center, tetapi juga di infrastruktur telekomunikasi.

Selain itu, Qualcomm turut disebut dalam pengembangan perangkat berbasis chipnya. Salah satunya adalah laptop Anduril BlueChip yang dikabarkan siap dipesan pada 2027, seperti dibahas dalam laptop Qualcomm buatan AS tersebut. Diversifikasi ini memperlihatkan upaya Qualcomm menjaga relevansi di berbagai segmen saat bisnis smartphone menghadapi tekanan.

Dampak bagi Bisnis dan Pasar AI

Pergeseran fokus Qualcomm ke data center AI mencerminkan perubahan lanskap bisnis perusahaan semikonduktor. Penurunan penjualan smartphone sekitar 20 persen dibanding 2025 menjadi sinyal bahwa Qualcomm perlu mencari sumber pendapatan baru. Data center AI, dengan proyeksi pertumbuhan yang cepat, menjadi pilihan utama.

Proyeksi pendapatan 15 miliar dolar AS pada 2029 menunjukkan skala yang ingin diraih Qualcomm. Bila terealisasi, segmen ini akan menjadi pilar bisnis yang setara dengan kontribusi data center sekitar 30 persen dari total bisnis perusahaan. Angka tersebut juga memberi gambaran bahwa pasar AI masih menyimpan permintaan yang belum terpenuhi.

Meski demikian, Qualcomm memilih jalur yang lebih terukur dibanding AMD. Perusahaan tidak mengklaim akan menggantungkan mayoritas pendapatannya pada data center, melainkan menetapkan porsi sekitar 30 persen. Pendekatan ini menunjukkan Qualcomm tetap menjaga keseimbangan portofolio bisnisnya.

Bagi pasar secara luas, langkah Qualcomm menambah jumlah pemain yang bersaing di ruang data center AI. Kemitraan dengan Amazon dan Meta menjadi bukti bahwa perusahaan serius menggarap segmen ini. Dengan dana AI yang dinilai cukup untuk dibagi ke sejumlah pihak, persaingan di infrastruktur AI diprediksi semakin ramai.

Keputusan Qualcomm memperluas bisnis data center AI juga berdampak pada cara perusahaan memandang masa depan bisnisnya. Penurunan penjualan smartphone tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kinerja, karena data center kini masuk dalam hitungan pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan menegaskan ekspektasi bahwa segmen ini akan tumbuh cepat dalam beberapa tahun mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.