Telset.id â AMD memproyeksikan pendapatan kuartal keempat 2026 mencapai sekitar $17 miliar, angka yang untuk pertama kali dalam sejarah akan menempatkannya di depan Intel. Proyeksi itu disampaikan AMD pada laporan keuangan kuartal ketiga 2026, Selasa malam waktu setempat, ketika perusahaan mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah berkat permintaan prosesor data center Epyc dan akselerator AI Instinct.
Lonjakan proyeksi tersebut bertumpu pada bisnis data center yang kini menjadi mesin utama pertumbuhan AMD. Penjualan unit Data Center mencapai rekor $8,55 miliar, naik 97% dari $4,34 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu dan tumbuh 27% secara berurutan. Pendapatan operasional unit ini melesat 168% menjadi $2,88 miliar, sementara margin operasionalnya melebar dari 25% menjadi 34%.
Pendapatan kuartal ketiga AMD sendiri menembus $13,377 miliar, melompat dari $9,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya dan $11,54 miliar pada kuartal sebelumnya. Margin kotor perusahaan tercatat 54% selama kuartal berjalan, dengan laba bersih naik 95% menjadi $2,43 miliar. Laba per saham terdilusi mencapai $1,46, dibandingkan $0,75 pada kuartal yang sama tahun lalu.
Bisnis data center kini menyumbang 64% dari total pendapatan AMD. Perusahaan mengaitkan hasil tersebut dengan permintaan kuat terhadap prosesor Epyc terbaru serta peluncuran akselerator AI Instinct MI455X yang menjadi tenaga bagi sistem rack-scale Helios. AMD menyebut Anthropic, Meta, Microsoft, OpenAI, dan Oracle Cloud Infrastructure telah menjalankan beban kerja pada sistem Helios pertama mereka.

Target Data Center dan Sinyal Perlambatan PC
AMD memperkirakan pendapatan Data Center naik dari $8,55 miliar pada kuartal ketiga 2026 menjadi sekitar $12,8 miliar pada kuartal keempat berdasarkan panduan perusahaan. Pertumbuhan itu didorong oleh ramp-up akselerator Instinct MI455X dan sistem Helios. Perusahaan juga memproyeksikan pendapatan server CPU berlipat ganda pada 2027, sementara pendapatan akselerator AI dan rack data center tumbuh lebih dari dua kali lipat. Kondisi ini akan mendorong kontribusi unit Data Center melewati 80% dari total penjualan perusahaan, naik dari 64% pada kuartal ini dan 47% pada kuartal ketiga 2025.
âWe now expect server revenue to double year over year in 2027 and data center AI revenue to grow even faster than we projected ninety days ago,â ujar Lisa Su, chief executive dan chairman AMD, dalam sesi earnings call bersama analis dan investor. âAs a result, we expect data center to be more than eighty percent of our total revenue in 2027 and to drive the majority of our revenue and earnings growth.â
Di sisi lain, unit bisnis Client and Gaming AMD membukukan pendapatan $3,722 miliar, turun 8% year-over-year dan 3% quarter-over-quarter. Penjualan CPU client tercatat $2,95 miliar, turun dari $3,06 miliar pada kuartal sebelumnya meski naik sekitar $200 juta dari $2,75 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Penjualan produk gamingâtermasuk GPU diskrit dan system-on-chip untuk konsol gameâanjlok menjadi $773 juta dari $1,298 miliar pada tahun sebelumnya seiring berkurangnya pembelian SoC konsol oleh Microsoft dan Sony, sementara penjualan GPU diskrit Radeon RX tetap lemah pada kuartal tersebut. Pendapatan operasional gabungan segmen ini turun 34% menjadi $573 juta dengan margin operasional menyusut ke 15%.
AMD memperkirakan bisnis Client and Gaming terkontraksi lebih dari 20% secara berurutan pada kuartal keempat 2026 akibat harga memori yang lebih tinggi yang melemahkan permintaan PC. Perusahaan juga bersiap menghadapi penurunan pengiriman PC dua digit pada 2027, meski berharap dapat mengungguli pasar dengan fokus pada prosesor enterprise, konsumen premium, dan desktop. Tekanan harga memori ini sejalan dengan langkah sejumlah vendor mengamankan pasokan, seperti yang terlihat pada upaya Sony Amankan Pasokan RAM untuk PS5.
âDi 2027, kami merencanakan pengiriman unit pasar PC turun dengan persentase dua digit,â kata Su. âDalam lingkungan ini, kami berharap dapat mengungguli pasar saat kami menghadirkan roadmap yang meningkat dan menumbuhkan jejak komersial kami.â AMD tidak memberikan proyeksi pendapatan spesifik untuk segmen Client and Gaming pada 2027.
Baca Juga:
Bisnis Embedded AMD juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan pendapatan naik 29% year-over-year menjadi $1,11 miliar dan pendapatan operasional naik 60% menjadi $453 juta. Perusahaan mengaitkan perbaikan ini dengan permintaan yang lebih kuat dari pelanggan aerospace and defense, otomotif, komunikasi, dan industri. AMD memperkirakan bisnis Embedded tumbuh dua digit secara berurutan pada kuartal keempat 2026, lalu mengalami pertumbuhan pendapatan tahunan dua digit selama beberapa tahun ke depan.
âData center build-outs are also driving higher demand for our embedded CPUs and adaptive SoCs in control plane and optical networking applications,â ujar kepala AMD. âWe remain on track to close more than eighteen billion of design wins in 2026, our third consecutive record year.â

AMD di Depan Intel untuk Pertama Kali
Bagi pengamat pasar CPU yang mengikuti persaingan AMD dan Intel selama puluhan tahun, bagian paling mengejutkan dari laporan keuangan ini adalah outlook kuartal keempat. AMD memperkirakan pendapatan sekitar $17 miliar, plus minus 3%, yang menyiratkan kenaikan 66% year-over-year dan pertumbuhan 27% secara berurutan pada titik tengah. Sebagai perbandingan, Intel memperkirakan pendapatan kuartal keempat sebesar $15 miliar hingga $16 miliar di tengah melemahnya permintaan PC dan keterbatasan kapasitas manufaktur.
Jika AMD memenuhi panduannya, penjualan kuartalannya akan melampaui Intel yang secara ukuran perusahaan jauh lebih besar, untuk pertama kali dalam sejarah. AMD tidak hanya meninggalkan Intel secara formal, tetapi keunggulan yang diproyeksikan mencapai sekitar $1,5 miliar pada titik tengah proyeksi kedua perusahaanâsebuah selisih yang nyata. Perkembangan ini mencerminkan posisi kedua perusahaan yang semakin berbeda di pasar: AMD memperluas bisnis CPU data center dan akselerator AI dengan cepat, sementara Intel masih bergantung pada prosesor PC dan server enterprise yang penjualannya menghadapi hambatan akibat harga memori tinggi dan kelangkaan komponen.
Pergeseran lanskap pasokan dan permintaan komponen juga menjadi sorotan di industri. Langkah AMD yang menggenjot kapasitas AI data center berjalan seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur penyimpanan dan pengembangan berbasis AI, seperti yang dibahas dalam artikel AI Storage. Di sisi lain, adopsi AI yang kian masif turut mendorong perubahan kebijakan di komunitas teknologi, termasuk keputusan Developer Gunakan AI dalam kontribusi proyek open source.

Dengan panduan kuartal keempat yang solid, laporan keuangan AMD kuartal ketiga 2026 menegaskan pergeseran pusat gravitasi bisnis perusahaan dari PC ke infrastruktur data center dan AI. Kontribusi unit Data Center yang diproyeksikan melewati 80% pada 2027 menjadi penanda bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba AMD ke depan akan bertumpu pada permintaan server dan akselerator AI, sementara segmen client dan gaming menghadapi tekanan harga memori serta pelemahan permintaan PC.
[ META_DESCRIPTION ]
AMD proyeksikan pendapatan Q4 2026 capai $17 miliar dan berpotensi melampaui Intel untuk pertama kali, ditopang bisnis data center Epyc dan Instinct.





Komentar
Belum ada komentar.