📑 Daftar Isi

Produsen PFAS Genjot Produksi demi Ledakan Data Center AI

Produsen PFAS Genjot Produksi demi Ledakan Data Center AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Hampir seluruh dari sepuluh produsen bahan kimia abadi atau polyfluoroalkyl substances (PFAS) terbesar dunia berencana meningkatkan kuota produksi mereka seiring pertumbuhan data center AI. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru soal limbah beracun yang sulit terurai dan berpotensi masuk ke rantai makanan.

Rencana ekspansi tersebut terungkap dalam laporan terbaru The Guardian. PFAS memainkan peran besar dalam konstruksi data center, karena bahan ini digunakan pada sistem pendingin, chip AI, papan sirkuit, dan sistem pemadam kebakaran. Bahan kimia yang sama juga melapisi ribuan kilometer kabel yang menghubungkan seluruh komponen tersebut.

Menurut laporan itu, PFAS juga digunakan pada sistem pendingin dan infrastruktur kelistrikan yang menopang operasional fasilitas. Sejalan dengan itu, Konsumsi Listrik Data Center Amerika Serikat diproyeksikan menyentuh 426 TWh pada 2030, memperlihatkan skala pertumbuhan industri ini.

Penggunaan PFAS di data center dinilai sangat mengkhawatirkan. Fasilitas ini beroperasi hampir tanpa henti, kecuali saat pemeliharaan, sehingga komponennya lebih cepat rusak. Akibatnya, pemilik data center terus mengganti komponen lama dengan yang baru secara berkala.

Ketika komponen lama dibuang, PFAS hampir pasti berakhir di lingkungan. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bahan kimia tersebut masuk ke rantai makanan. Saat manusia mengonsumsi produk nabati dan hewani yang terkontaminasi, bahan kimia abadi ini menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga:

A close up of a data center rack.

“Rencana ekspansi perusahaan-perusahaan ini menunjukkan bahwa kecuali pemerintah dan regulator bersikeras melakukan penghapusan bertahap secara cepat, kita akan menghadapi gelombang baru bahan kimia abadi,” kata Anne-Sofie Bäckar, direktur eksekutif lembaga pengawas kimia Swedia, ChemSec, kepada The Guardian.

Limbah Beracun Lain dari Data Center

PFAS bukan satu-satunya limbah beracun yang berkaitan dengan ledakan data center AI. Pada Senin, Gothamist melaporkan hampir 5.000 galon bahan bakar diesel tumpah dari Equinix Data Center di Secaucus, New Jersey. Bahan bakar itu mengalir langsung ke anak sungai di New Jersey Meadowlands.

Direktur eksekutif Climate Revolution Action Network, Ben Dziobek, mengatakan insiden tersebut membuktikan bahwa dampak data center jauh melampaui batas properti mereka. Menurutnya, menyerahkan persoalan ini kepada masing-masing kota tidak masuk akal.

“Data center menciptakan masalah yang tidak berhenti di batas kota, baik itu polusi atau membebani jaringan listrik dan menaikkan tagihan listrik semua orang,” ujar Dziobek kepada Gothamist.

Isu lingkungan ini juga menjadi sorotan publik di sejumlah wilayah. Moratorium Data Center AI yang didesak warga Philadelphia menjadi salah satu bentuk penolakan terhadap ekspansi fasilitas tersebut.

Sebelumnya, data center juga dikaitkan dengan polusi udara berbahaya serta pembuangan air limbah yang kadang mengandung bakteri. Temuan terbaru soal PFAS dan tumpahan diesel menambah daftar dampak fisik dari pertumbuhan infrastruktur AI.

Tekanan terhadap operator data center juga datang dari sisi operasional. Pemindahan Data Pelanggan yang dilakukan AWS dari data center Abu Dhabi dan Bahrain menunjukkan bahwa faktor eksternal dapat memaksa perubahan besar pada infrastruktur.

Laporan The Guardian menyoroti bahwa permintaan pasar terhadap PFAS jelas terlihat dari rencana produksi produsen global. Tanpa intervensi regulator, ekspansi data center diproyeksikan terus mendorong peningkatan produksi bahan kimia abadi ini.

[ META_DESCRIPTION ]
Produsen PFAS terbesar dunia berencana meningkatkan produksi seiring ledakan data center AI, memicu kekhawatiran limbah kimia abadi masuk rantai makanan.

[ FOCUS_KEYWORD ]
data center AI

[ SEO_TITLE ]
Produsen PFAS Genjot Produksi demi Ledakan Data Center AI

[ FEATURED_IMAGE_ALT ]
Ilustrasi rak server di dalam fasilitas data center yang menopang beban kerja AI.

[ FEATURED_IMAGE_CAPTION ]
Data center AI disebut menjadi pendorong utama peningkatan produksi bahan kimia abadi PFAS.

[ FEATURED_IMAGE_DESCRIPTION ]
Gambar menampilkan rak server di dalam fasilitas data center yang beroperasi hampir tanpa henti. Fasilitas seperti ini menggunakan PFAS pada sistem pendingin, chip AI, papan sirkuit, dan sistem pemadam kebakaran, sehingga komponennya cepat rusak dan berpotensi melepaskan bahan kimia abadi ke lingkungan.

[ SUMMARY ]
• Hampir 10 produsen PFAS terbesar dunia berencana menaikkan kuota produksi seiring boom data center AI
• PFAS dipakai di sistem pendingin, chip AI, papan sirkuit, kabel, dan sistem pemadam kebakaran
• Komponen data center cepat rusak karena operasi non-stop, memicu pembuangan PFAS ke lingkungan
• PFAS yang masuk rantai makanan menumpuk di tubuh dan berpotensi memicu masalah kesehatan
• Tumpahan 5.000 galon diesel dari Equinix Data Center di Secaucus, New Jersey, mencemari anak sungai

[ RELEVANCE ]
Kalau kamu pengguna biasa yang peduli dampak lingkungan dari ekspansi AI, temuan soal limbah PFAS di data center ini penting untuk kamu ikuti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.