Pakai AI untuk Menulis Artikel, Blog Ini Punya Banyak Pembaca

teknologi penulis AI

Telset.id, Jakarta  – Kita sudah pernah melihat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat digunakan untuk menghasilkan video deepfake yang sangat meyakinkan. Tapi ternyata, teknologi AI juga bisa digunakan untuk menulis artikel yang bagus, seperti layaknya tulisan manusia.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah teknologi AI cukup pintar untuk menghasilkan postingan artikel blog yang layak dibaca seperti yang ditulis manusia?

{Baca juga: 4 Gadget dengan Teknologi AI untuk Kucing dan Anjing}

Menulis artikel berita sejatinya memang tidak mudah, karena peran manusia sangat penting untuk bisa menghasilkan tulisan yang rapih dan penggunaan bahasa yang tidak kaku, sehingga tulisan itu lebih hidup dan enak dibaca.

Maka tak heran jika banyak orang yang masih belum cukup yakin dengan kehadiran robot dengan teknologi AI bisa menggantikan manusia untuk menulis artikel yang layak baca. Tapi apakah memang benar AI tidak punya cukup kemampuan untuk membuat tulisan yang layak dibaca seperti yang ditulis manusia?

Ternyata jawabannya bisa! Hal itu sudah dibuktikan oleh Liam Porr, seorang mahasiswa sains dari University of California, Berkeley, yang menggunakan AI GPT-3 untuk menghasilkan seluruh artikel di blognya yang ditulis oleh AI.

AI GPT-3 yang Porr gunakan bisa menghasilkan artikel yang ditulis mesin AI dengan tata bahasa penulisan dan isi yang sangat meyakinkan para pembaca.

Menariknya, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Selasa (18/8/2020), blog yang menulis tentang dunia hacker itu banyak dikunjungi pembaca. Mereka bahkan tidak tahu artikel di blog milik Porr itu ditulis AI.

{Baca juga: Xiao Nan, Robot Jurnalis dari China yang Bisa Nulis Berita}

Sebagai informasi, AI GPT-3 dikembangkan oleh OpenAI dan dirancang untuk menjadi model AI bahasa. Ada kekhawatiran bahwa metode itu dapat disalahgunakan sehingga hanya tersedia untuk umum lewat registrasi.

Dengan kata lain, mereka yang tertarik untuk menggunakan atau bereksperimen dengannya perlu mendaftar. Selanjutnya, setiap pendaftar akan diseleksi untuk dipilih guna ambil bagian dalam program beta pribadi.

Porr benar-benar mendaftar, tetapi masih menunggu untuk disetujui. Ia pun menemukan solusi dengan berhasil menghubungi seorang mahasiswa PhD yang memiliki akses ke sana dan bersedia untuk berkolaborasi.

Dia tampaknya memahami betapa mudahnya menyalahgunakan teknologi tersebut untuk menghasilkan konten berjenis clickbait, yang dapat menurunkan kualitas artikel online secara keseluruhan.

Seperti diketahui, teknologi AI atau kecerdasan buatan yang digunakan untuk menulis artikel memang sudah mulai diterapkan di sejumlah perusahaan media. Robot AI dianggap cukup mumpuni menulis artikel layaknya jurnalis manusia.

{Baca juga: Kantor Berita di Jepang Pakai Robot sebagai Jurnalis}

Pada 2014, kantor berita Associated Press (AP) telah menggunakan AI untuk merilis artikel laporan keuangan, sementara LA Times menggunakannya untuk menulis peringatan gempa.

Dua tahun berselang, raksasa Washington Post menyusul dengan teknologi Heliograf, yang digunakan untuk memproduksi berbagai laporan singkat mengenai Olimpiade Rio de Janeiro. Sementara kantor berita Xinhua baru menyusul di awal 2018. [SN/HBS]

SOURCEUbergizmo
Previous articleBengkulu Diguncang Gempa Besar, Netizen: Stay Safe Semuanya
Next articleLayanan VoLTE Bisa untuk Panggilan Antar Operator, tapi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here