📑 Daftar Isi

Ilustrasi rover bulan PROMISE yang diusulkan NASA dari daur ulang perangkat keras Mars

NASA Nilai Biaya Rover Bulan Daur Ulang Terlalu Tinggi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • NASA nilai biaya rover bulan PROMISE terlalu tinggi, mencapai $723 juta hingga $1,33 miliar
  • Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan misi batal jika biaya melebihi 20 persen estimasi terendah
  • Proposal menggunakan model rekayasa MAGGIE dan OPTIMISM dari program Curiosity dan Perseverance
  • Biaya peluncuran dan pendaratan diperkirakan $234 juta hingga $320 juta
  • Perangkat keras uji darat masih memerlukan sertifikasi dan adaptasi untuk operasi Bulan
  • Casey Dreier dari Planetary Society menyusun perkiraan biaya tersebut
  • NASA belum merilis perkiraan biaya resmi untuk proyek ini

Telset.id – NASA menyatakan bahwa proposal pembangunan rover bulan PROMISE dari daur ulang perangkat keras Mars kemungkinan besar tidak akan diterbangkan karena perkiraan biayanya mencapai antara $723 juta hingga $1,33 miliar. Administrator NASA Jared Isaacman menegaskan bahwa jika biaya tersebut bahkan hanya 20 persen dari estimasi terendah, misi tersebut tidak akan dijalankan.

Program eksplorasi bulan jangka panjang NASA membutuhkan kendaraan robotik khusus yang mampu membawa instrumen ilmiah melintasi permukaan Bulan. Salah satu misi yang diusulkan melibatkan pengiriman Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration (PROMISE), sebuah robot penjelajah bulan, untuk melakukan investigasi ilmiah di permukaan satelit Bumi tersebut.

Menurut NASA, usulan untuk membangun rover dari perangkat keras rekayasa Mars yang didaur ulang bisa menjadi terlalu mahal setelah perkiraan biaya mencapai angka yang disebutkan di atas. Konsep ini awalnya dianggap mampu mengurangi biaya pengembangan karena menggunakan perangkat yang sudah ada, namun kenyataannya biaya yang dibutuhkan masih jauh dari kata murah.

Alih-alih membangun rover bulan dari awal, NASA berencana menggabungkan model rekayasa dari program rover Curiosity dan Perseverance. Meskipun konsep ini mengandalkan perangkat keras yang sudah ada, NASA menyatakan bahwa biaya yang diperkirakan masih jauh melampaui apa yang dianggap dapat diterima oleh lembaga antariksa tersebut untuk misi semacam ini.

NASA

Perkiraan biaya ini disusun oleh Casey Dreier, kepala kebijakan antariksa Planetary Society, setelah meninjau proposal NASA untuk rover bulan yang direncanakan tersebut. Menurut Dreier, perkiraan total tersebut mencakup biaya peluncuran dan pendaratan yang berkisar antara $234 juta hingga $320 juta, ditambah dengan biaya rekayasa.

Administrator NASA Jared Isaacman tidak menantang setiap angka dalam perkiraan tersebut, tetapi berpendapat bahwa biaya peluncuran dan pendaratan akan tetap ada untuk misi bulan apa pun. Isaacman percaya bahwa “akan gila jika tidak memanfaatkan perangkat keras yang telah diinvestasikan oleh pembayar pajak senilai ratusan juta dolar.” Namun, ia menegaskan, “Jika PROMISE memakan biaya bahkan 20 persen dari estimasi terendah Anda, kami tidak akan menerbangkannya,” pungkasnya.

Proposal ini menggabungkan MAGGIE dan OPTIMISM, model rekayasa yang dikembangkan untuk mendukung pengujian program rover Curiosity dan Perseverance sebelum misi Mars mereka. Kendaraan tersebut dibangun untuk membantu para insinyur menguji kinerja perangkat keras, fungsi perangkat lunak, dan aktivitas mengemudi dalam kondisi terkendali sebelum pesawat ruang angkasa operasional meninggalkan Bumi.

NASA awalnya mempertimbangkan konsep ini karena menggunakan perangkat keras yang sudah ada tampaknya mampu mengurangi biaya pengembangan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proses rekayasa ulang tetap membutuhkan pekerjaan besar yang tidak bisa dihindari.

Konsep Daur Ulang Masih Butuh Pekerjaan Rekayasa Besar

Para insinyur masih perlu mensertifikasi perangkat keras untuk peluncuran karena peralatan yang dirancang untuk pengujian di darat tidak secara otomatis dapat bertahan dalam penerbangan antariksa dan operasi di Bulan. Pekerjaan tambahan juga akan melibatkan adaptasi peralatan komunikasi dan integrasi sistem tenaga radioisotop plutonium milik NASA ke dalam kendaraan bulan yang didesain ulang tersebut.

Model rekayasa saat ini mendukung aktivitas yang sudah berjalan, yang berarti mengeluarkan mereka dari peran tersebut dapat memengaruhi pekerjaan pengujian yang terkait dengan program lain. Hal ini menambah kompleksitas pada keputusan untuk menggunakan kembali perangkat keras yang ada, karena ada trade-off yang harus dipertimbangkan.

Dreier merangkum tantangan finansial ini dengan mengatakan, “Terlepas dari apakah seseorang setuju dengan setiap perkiraan… satu hal yang jelas: PROMISE jauh dari kata ‘gratis’.” Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun konsep daur ulang terdengar efisien, biaya aktual yang dibutuhkan untuk konversi dan sertifikasi tetap sangat signifikan.

AWS/NASA O2O illustration

NASA belum merilis perkiraan biaya rincinya sendiri untuk rover yang diusulkan tersebut; oleh karena itu, kelayakan finansial keseluruhan proyek ini masih belum diketahui publik. Masa depan proyek ini kemungkinan besar akan bergantung pada apakah para insinyur dapat mengurangi biaya sambil mengatasi tantangan teknis yang terlibat dalam mengonversi perangkat keras uji berbasis Bumi.

Keputusan NASA untuk mempertimbangkan daur ulang perangkat keras ini sebenarnya sejalan dengan upaya efisiensi anggaran di tengah berbagai misi antariksa yang berjalan bersamaan. Namun, pelajaran dari kasus PROMISE menunjukkan bahwa penghematan biaya tidak selalu semudah yang dibayangkan, terutama ketika menyangkut misi luar angkasa yang menuntut standar keandalan tertinggi.

Di sisi lain, NASA terus mengembangkan berbagai teknologi untuk eksplorasi antariksa. Beberapa misi lain juga sedang berjalan untuk memantau objek-objek dekat Bumi, termasuk upaya deteksi asteroid berbahaya menggunakan teleskop luar angkasa. Selain itu, NASA juga memiliki misi untuk mendeteksi asteroid yang berpotensi mengancam Bumi, menunjukkan bahwa lembaga antariksa ini tetap aktif dalam berbagai bidang eksplorasi dan penelitian antariksa.

Keputusan akhir mengenai nasib proyek PROMISE masih menunggu evaluasi lebih lanjut. Yang jelas, tantangan biaya yang dihadapi NASA dalam proyek ini menjadi pelajaran penting tentang kompleksitas misi luar angkasa, di mana daur ulang perangkat keras tidak selalu berarti penghematan biaya yang signifikan.

Bagi industri antariksa global, kasus ini juga menunjukkan bahwa transparansi biaya menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan misi. Dengan perkiraan biaya yang mencapai miliaran dolar, setiap keputusan harus dipertimbangkan secara matang agar dana publik dapat digunakan secara efisien dan efektif.

Ke depannya, NASA kemungkinan akan mencari alternatif lain yang lebih hemat biaya untuk misi penjelajahan Bulan, atau menunggu hingga teknologi dan metodologi pengembangan rover menjadi lebih efisien. Sementara itu, proyek PROMISE menjadi contoh nyata bahwa inovasi dalam efisiensi biaya antariksa masih membutuhkan waktu dan evaluasi yang cermat.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.