Home NEWS SCIENCE-TECH Tesla Uji Fitur Full Self-Driving dari San Francisco ke LA (VIDEO)

Tesla Uji Fitur Full Self-Driving dari San Francisco ke LA (VIDEO)

Tes Full Self-Driving di mobil otonom Tesla berhasil dilakukan dari San Francisco ke Los Angeles (Screenshot: Katalog Whole Mars)

Telset.id, Jakarta  – Tesla berhasil melakukan test fitur beta Full Self-Driving (FSD). Pengujian dengan menggunakan mobil Tesla Model 3 ini dilakukan sepenuhnya tanpa awak manusia dari San Francisco ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Sistem kendali otomatis atau otonom milik Tesla mengalami kemajuan signifikan. Katalog Whole Mars baru-baru ini membagikan video di YouTube tentang tes fitur Full Self-Driving beta di mobil Tesla.

{Baca juga: Perusahaan Teknologi Berlomba “Ubah” Mobil jadi Smartphone}

Selama pengujian, teknisi menggunakan Tesla Model 3 yang dilengkapi fitur FSD beta dan berhasil melaju dari San Francisco ke Los Angeles (LA), Amerika Serikat, tanpa hambatan dan tanpa bantuan manusia sama sekali.

Perjalanan itu sempurna tanpa campur tangan manusia. Akan tetapi, saat menyeberang ke LA, pengemudi manusia harus ambil alih kendali untuk menghindari puing-puing di jalan. Selebihnya, sistem murni otomatis.

Seperti dikutip Telset dari Ubergizmo, Senin (4/1/2021), Katalog Whole Mars melakukan intervensi kemudi ketika menyeberang ke LA karena merasa bahwa mobil tersebut mungkin tidak dapat menavigasi puing-puing.

Sebenarnya masih ada perilaku tidak menentu ditunjukkan oleh fitur beta Self-Driving Tesla di sekitar San Francisco’s Market Street. Teknisi pun menyebut masih banyak pekerjaan yang perlu dibereskan selama tes.

Tesla bukan satu-satunya perusahaan yang ingin memperkenalkan fitur otonom penuh ke kendaraan. Namun, perusahaan lain pun masih membutuhkan sedikit pengujian supaya mobil melaju sesuai skenario.

{Baca juga: Cerita Elon Musk Ditolak Tim Cook Saat Coba Jual Tesla ke Apple}

Uber sejatinya serius untuk menggarap sistem tersebut. Sayang, Uber justru memutuskan untuk keluar dari bisnis mobil otonom dengan menjual Advanced Technologies Group kepada Aurora seharga sekitar Rp 56,5 triliun.

Namun fitur FSD atau Full Self-Driving yang menerapkan sistem autopilot bukan tanpa masalah. Sistem kemudi otomatis di mobil Tesla ini gagal mengesankan para pejabat keselamatan Eropa.

Teknologi buatan Tesla ini hanya ditempatkan di posisi keenam dari 10 sistem bantuan pengemudi. Autopilot Tesla Model 3 mendapat skor rendah dari Program Penilaian Mobil Baru Eropa.

Gara-garanya, kemampuan sistem kemudi otomatis tersebut untuk menjaga pengemudi Tesla tetap terlibat dan fokus ke jalan raya.

Sistem itu mencetak skor 36 dinilai dari kemampuan untuk menjaga perhatian pengemudi. Namun, Tesla Model 3 memperoleh nilai tertinggi untuk kinerja dan kemampuan menanggapi keadaan darurat.

{Baca juga: Autopilot Tesla Dicap Buruk oleh Komite Keamanan Eropa}

Sistem Mercedes GLE dengan skor 174 menempati peringkat teratas. Mayoritas kendaraan lain memiliki skor 70 untuk keterlibatan pengemudi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version